Cerita Ghea & Dylan

Cerita Ghea & Dylan
BAGIAN 15: akan lebih baik


__ADS_3

Masalah adalah cara Tuhan tuk membuatmu dewasa, jangan lari darinya tapi hadapilah. Hanya mereka yang membuatmu bijaksana.


Cahaya bergerak lebih cepat dari suara. Inilah sebabnya mengapa beberapa orang tampak cerah sampai mereka berbicara


saat Ghea menunggu sang ibu Riri menelpon dan menanyakan dimana dia berada, dan pada akhirnya Ghea dan Riri bertemu tidak lupa dengan Galang juga, karena sedikit canggung selain mereka bertiga terdapat CEO Dylan dan adik Ghea yang berwajah datar.


"loh CEO disini siapa yang sakit?" sembari membungkuk memberikan salam


Dylan hanya melirik kearah Ghea yang sedang kebingungan karena alasan apa yang harus Ghea jelaskan, karena tidak mau repot Dylan hanya berkata temannya sedang sakit.


"wah bukankah kebetulan? waktu itu saya gak sempat kasih no Ghea sekarang CEO udah langsung ketemu Ghea" agak sedikit polos


namun membuat Ghea keheranan


"oiya Ghea maaf aku telat kasih uang buat bayaran kamu kerentenir, gimana sekarang?"


"aku udah bilang gak apa apa ri" masih enggan memberitahukannya bahwa hutang nya telah dibayar CEO namun dalam hatinya Ghea akan menceritakan apa yang terjadi.


"apa kau CEO yang memecat Ghea yang tanpa mendengar penjelasan Ghea terlebih dahulu? cih kurang bijaksana" dengus ya kesal


CEO hanya memandang Galang dengan tatapan tajam, sementara Ghea melerai sebelum berdebat.


"sudah sudah" ujar Ghea


"Ghea kamu kurusan, apa kamu makan dengan teratur?" ujar Galang khawatir


"aku gak apa apa kok, oh iya ri papa. kamu gimana udah mendingan?" mengalihkan pembicaraan


sampai mereka asik mengobrol sementara Dylan hanya berdiam dengan wajah yang datar, tanpa dia sadari Boby memperhatikan Dylan karena Boby merasa hubungan Ghea dan Dylan ada sesuatu yang janggal,


"kenapa aku merasa merinding ya ?" ujar Dylan dalam hati


saat ibu Ghea keluar, Ghea terkejut kenapa secepat itu, dan ternyata hanya check up saja tidak kemoterapi karena dokter yang menangani ibu ada urusan mendadak sehingga tidak bisa datang jadi jadwal kemoterapi ibunya diundur.karena dirasa harus berpamitan karena Ghea harus pulang Riri, Galang dan Ghea saling berpamitan tak lupa dengan ibu ghea


"kamu jaga papah kamu baik baik ya ri aku gak bisa temenin kamu maaf ya," ujar Ghea sembari memeluk


"dan kamu Galang tolong temani Riri ya" tambahnya pada galang


Dylan mengantarkan ghea kerumah, karena dia ingin menunjukan tanggung jawab meski dalam dirinya tidak bisa menerima Ghea karena ini hanya demi neneknya.


Dylan pun berpamitan untuk pulang


"ibu saya pamit pulang dulu" berpamitan

__ADS_1


"ah ya CEO salamkan pada Oma" membungkuk


"lain kali panggil saya Dylan saja"


ibu Ghea merasa gugup saat Dylan berkata seperti itu dan hanya bisa mengangguk, Dylan pun pergi.


saat suasana rumah Ghea sunyi Ghea ingin memulai berbincang


"Bu apa gak apa apa ibu gak kemoterapi sekarang? dan cuma check up biasa tanpa dokter yang biasa menangani ibu?" cemasnya


"Ghea ibu gak apa apa , tp katanya ibu semakin ada kemajuan jadi kamu gak perlu khawatir, justru ibu yang mengkhawatirkan kamu karena ibu kamu jadi terbelit hubungan yang gak didasari atas hati kamu" menundukan kepala merasa bersalah


"ibu ngomong apasih, Ghea gak apa apa udah sekarang ibu istirahat saja ya gak usah mikir yang macem macem" sambil menyelimuti sang ibu dari belakang punggung Ghea terdapat Boby yang sedang berdiri dan mendengarkan apa yang ibu dan Ghea katakan, sehingga membuat Ghea terkejut.


karena Ghea tidak mau adiknya tau dia hanya membiarkannya dan melewati ya begitu saja namun langkahnya terhenti saat Boby berkata


"ternyata benar kakak berada dalam hubungan dengan keadaan keterpaksaan" berwajah datar namun membuat kakaknya berbalik badan, maksud Ghea bukan tidak mau meladeninya itu karena Ghea tidak mau Boby berpikiran yang tidak-tidak


"kakak bodoh" Boby meninggalkan Ghea sebelum Ghea yang pergi terlebih dahulu


Ghea memandangi sang adik dari belakang dalam diri adiknya yang begitu dingin ternyata dia juga memikirkan kebahagiaan sang kakak secara tidak langsung, bukan penyesalan namun Ghea merasa puas karena setidaknya jaminan kesehatan ibunya, hutang dan rumah penuh kenangan itu selamat. tidak peduli nanti ya orang berfikir Ghea wanita seperti apa sekalipun wanita murahan meskipun dalam dirinya benci akan kata murahan.


namun pikiran Ghea teralihkan dengan hari dan tanggal di handphone miliknya dia teringat bahwa besok dia harus mulai bekerja untuk nenek Jennifer lalu Ghea menghela napas untuk menyemangati dirinya sendiri baginya anak perempuan pertama adalah harapan sang keluarga.


Ghea pergi ketempat tidur membaringkan tubuhnya namun masih saja teringat pertanyaan dan pikiran pikiran yang membuat dia ciut akan seperti apa nanti jika dia menikah dengan Dylan tanpa adanya rasa cinta, bagaimana Dylan ataupun dirinya bisa menerima satu sama lain sedangkan mereka berdua dalam keterpaksaan, jika pertanyaan pertanyaan tersebut diulang terus dalam hati dan pikirannya bisa membuat Ghea gelisah.


Ghea melihat keluar walaupun masih pagi ternyata ada gerimis jadi Ghea memesan taxi online dan menunggunya.


karena taxi sudah datang Ghea berpamitan pada ibunya untuk bekerja, lalu Ghea mengawali langkah dengan penuh harapan


"semoga kedepannya akan lebih baik dan lebih mudah"


Ghea melihat di samping kiri dan kanan kaca mobil terdapat embun Ghea teringat bahwa dulu ayahnya selalu memberi motivasi dan selalu berkata Dalam kepantasan, Belajarlah dari embun pagi. Sederhana, menyejukkan namun tidak merusak dedaunan tempat di mana ia berpijak


hidup harus selayak seperti embun, tanpa bimbang tanpa beban.


benar baginya sekarang dirinya harus semangat tanpa ada rasa bimbang dalam dirinya karena tujuan dia memang untuk kebaikan


Bagaikan setitik embun di musim kemarau, harapan tidak akan pernah pudar dihapus waktu.


tak sadar dia sudah sampai di rumah Jennifer hingga pak supir mengagetkan Ghea dan menyadarkan ghea dari lamunan panjang nya, Ghea turun dari taxi, entah kenapa disetiap orang melewati Ghea matanyabselalu tertuju padanya,


memang Ghea terlalu mempesona hingga membuat semua orang ingin selalu memperhatikannya.

__ADS_1



Ghea masuk ke kediaman Dylan dan melihat nenek Jennifer sedang berdiri dan tersenyum menunggu kehadiran Ghea, ternyata sesayang itu nenek Jennifer pada Ghea memang gadis yang beruntung.


"hallo selamat bekerja calon cucu menantuku" merangkul Ghea yang tinggi bak super model


"Oma berjanji suatu saat tidak akan ada hari menyedihkan selayaknya akan kubuat kalian semakin dekat dan tidak akan bisa melepas satu sama lain" tambah nya dalam hati


ghea yang hanya tersenyum memberi salam, karena bahagia ada orang kaya serendah hati dan sebaik nenek Jennifer,


"Oma Ghea berharap tidak mengecewakan Oma"


"jika kamu masih tidak enak hati setelah menikah pun kamu boleh bekerja sebagai asisten Oma, bodyguard Oma jadi Oma gak perlu si otot besar itu melihat tampangnya saja Oma sudah takut duluan" cekikikan


nenek Jennifer mempersilahkan Ghea masuk dan membiarkan Ghea menikmati apa yang sudah di persiapkannya seperti makanan ringan dan minuman.


"kamu makan sesuatu yang Oma buat ya, terserah kamu mau bekerja apa atau apa yang mau kamu kerjakan, kamu ada disamping Oma saja itu sudah disebut bekerja" mengusap puncak kepala Ghea


hingga Ghea merasa tak enak hati karena ini baginya berlebihan


"ah Oma aku mau ngepel lantai aja ya" nawar


"eh ada asisten rumah tangga yang lain kok gausah nanti tangan kamu lecet" ujarnya serius


karena Ghea tidak bisa berkata kata Ghea terlebih dahulu melayani nenek Jennifer seperti memberi obat, memijat supaya nenek cepat beristirahat dan tidur agar dia bisa bekerja yang lain nya.


saat nenek Jennifer sudah terlelap tidur ,Ghea bersiap untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, hingga merebut pekerjaan asisten lainnya yang ingin mengepel lantai


dan saat Ghea mengepel setengahnya, tiba tiba ada seorang yang sedang bernyanyi dan menari nari sehabis mandi.


dan yang membuat Ghea sangat terkejut dia adalah Dylan yang sedang memakai celana kolor dan atasannya yang bergambar beruang kutub hingga membuat Ghea teringat akan mimpi saat itu (ada di eps awal "hal tak terduga)


Dylan sangat terperangah tidak bisa berkata kata karena imagenya yang selama ini dia jaga seketika hancur didepan saat melihat Ghea.


"kamu? " teringat bahwa hari ini Ghea bekerja sebelumnya dia lupa akan hal itu.


sungguh Ghea sangat ingin tertawa namun dia menahan nya dan tidak bisa berkata kata


untuk menjawab pun susah


"ah aku kan mulai bekerja, kenapa kamu ada dirumah bukannya dikantor?" belagak tegas padahal ingin tertawa terbahak bahak


"haiss" pergi karena setelah melihat Ghea berbicara namun dengan pandangan pada kolor yang dipake Dylan hingga membuat dia sangat malu

__ADS_1


saat Dylan lari terbirit birit Ghea akhirnya bisa tertawa tanpa beban


"hahaha apaan itu, adakah CEO yang dingin galak dan dermawan ternyata seperti itu saat dirumah?" cekikikan sampai menangis


__ADS_2