Cerita Ghea & Dylan

Cerita Ghea & Dylan
BAGIAN 8: bukan pencuri


__ADS_3

Takdir adalah hal yang baik untuk diterima ketika itu berjalan sesuai keinginan Anda. Jika tidak, jangan menyebutnya takdir; sebut saja ketidakadilan, pengkhianatan, atau nasib buruk yang sederhana." - Joseph Heller


Ghea pergi ke kantor dan membawa dokumen yang harus dibawa, handphone Ghea berdering ternyata itu dari CEO


"kemarin saya tidak sengaja memarahimu, apa kamu bawa dokumennya untuk rapat sekarang?" (telepon dari CEO)


"iya pak, saya segera berangkat pak" (jawab Ghea)


Ghea bingung sampai sampai dia berfikir bahwa CEO memiliki kepribadian ganda,


"kemarin karena saya terlalu mengkhawatirkan nenek jadi saya lupa kalo rapat dengan direktur Ezra bukan hari kemarin" (merasa bersalah tapi masih tetap santai)


"loh saya kan gak bilang akan ada rapat dengan pak Ezra pak" (heran)


"saya, saya tidak tau pokoknya saya lupa, yaudah sekarang kamu udah siapin notulen yang kamu siapkan kemarin? jam berapa rapat nya?"


"ah saya sudah siap pak tinggal berangkat kekantir, kalo soal rapat nanti jam 10:25 pak"


"yasudah" (tutt Tut tutt mati)


"ih ini CEO gak jelas banget kenapa sih"


(ngomong sendiri)


ternyata kenapa CEO kemarin marah marah sama Ghea itu dia disinggung oleh neneknya kapan menikah, hal yang paling dibenci CEO meskipun dia mempunyai kekasih namun nenek nya tidak merestui nya karena neneknya itu menilai kurang baik terhadap kekasihnya, pekerjaan pun jadi tidak fokus itulah alasannya.


saat Ghea menunggu taxi ada seorang wanita cantik lewat dengan seorang pria namun saat melewati Ghea gelang yang dia pakai terjatuh


dan Ghea memungut nya, saat kedua orang itu akan naik mobil Ghea meneriakinya sampai mereka berhenti dan menoleh pada Ghea,


"apasih?!" (ujar wanita itu)


"ah ini tadi terjatuh," (jawab Ghea)


"oh kamu mau mencuri ya, gimana bagus makanya kamu berani ngambil?" (menuduh Ghea)


"eh mbak saya niat nolong loh udah bagus saya kasih ke embak nya" (tak terima)


"eh udahlah sini, sirik aja" (pergi tanpa terimakasih)


Ghea berfikir kenapa setiap kejadian seperti ini niat Ghea menolong malah dituduh yang nggak nggak Ghea malah seperti de Javu, ah iya bukankah saat itu CEO pun seperti itu.


lalu taxi datang Ghea tidak ingin ribet dengan hal yang terjadi sekarang, Ghea teringat saat pagi, Ghea menghitung uangnya yang telah dia tabung, dan memberikannya pada ibunya untuk pergi ke dokter, dan sebagian untuk membayar kerentenir, Ghea tidak ingin hal buruk terjadi dan membuat ibunya kesulitan, untungnya Ghea selalu rajin menabung.


lalu tak terasa Ghea sampai dikantor, dan Ghea melihat wanita yang tadi masuk kedalam, Ghea tidak ingin ambil pusing dia masuk lalu Riri memeluk Ghea,


"liatin noh aku kira CEO gak punya pacar eh baru pertama kali dia bawa cewek huh, mana sok sexy banget lagi" (julid mode on)


"hiih RI udah ke berisik biarin aja tau bukan urusan kita," (sambil menutup mulut Riri)


"tapi kan waktu itu aku Muja Muja dia dan pernah cerita kekamu kalo dia belum pernah pacaran tapi aku salah" (jawab Riri )


"mau iya atau tidak bukan urusan kita ri, dah ya aku keruangan dulu"


"eh tapikan ada cewek nyabtuh..(belum sempat lanjutin ngomong)


triiing tinggi handphone Ghea berdering dari CEO


"Ghea cepat masuk ada hal yang harus kamu kerjakan" (ujar CEO memerintah)


"b baik pak saya masuk"

__ADS_1


saat Ghea mengetuk pintu dan membuka Ghea melihat wanita tadi yang menuduhnya sedang melihat kearah Ghea seperti akan marah


"kamu kan wanita pencuri itu?!" (suara lantang dan menuduh yang tidak tidak)


Ghea tidak memperdulikannya, lalu berjalan kearah CEO, terlihat CEO hanya diam saja dan tidak merespon apa yang dikatakan kekasihnya, walau Ghea tidak mengerti jika ini memang kekasihnya tapi kenapa duduknya seperti antara bos dan tamu,?!


"pak kenapa ya, oh iya pak rapatnya gak jadi katanya soalnya ada urusan mendadak mungkin besok" (sopan Ghea)


" yasudah, ini peroposal yang kemarin, secepat itu ya kamu mengerjakannya?"


"oh iya pak" (menunduk)


"yasudah kamu boleh pergi dulu"


ini CEO mengusir Ghea atau gimana dia bertanya hanya seperti itu? membuang waktu Ghea , lalu saat Ghea akan melangkah kaki keluar wanita itu menarik Ghea,


"oh sayang kamu mempekerjakan dia sebagai sekretaris kamu? lebih baik jangan deh dia itu pencuri" (ngomong seenaknya)


Ghea membiarkannya dan ingin pergi namun dia masih menahan tangan Ghea,


"kamu tuh ya, belagak jadi sekretaris handal tapi aslinya tukang nyuri"


dalam hati ghea pantesan mereka nampak mirip orang mereka sejodoh toh


"maaf ya siapa nama anda?" (saking kesalnya)


"eh kamu berani nanya nama saya dengan wajah seperti itu? sayang liat nih dia ngelunjak banget"


namun CEO hanya terdiam dan mengatakan


"Ica, udah sih ini tempat kerja kalo kamu ada urusan sama dia nanti aja kalo dia lagi diluar"


"ih kamu kok gitu sih sayang, kmu tau nggak sih aku kan baru kesini karena kamu awalnya larang aku Mulu, gimana aku bisa semangat kamu tuh ujung ujungnya kayak nenek kamu tau nggak" (ngomel ngomel)


"bisa lepaskan saya?, saya mau lanjut kerja, kamu emang gak malu bilang kayak gitu sama pacar apalagi dikantornya, terus ada pegawainya lagi ?" (merinding)


"heh kamu berani bnget ya saya itu pacarnya bos kamu harusnya hormat sama saya dong" (nunjuk nunjuk)


"oh pacarnya ya, buat apa saya kan kerja buat CEO digaji juga sama CEO bukan kamu kan yang gaji? dan satu lagi saya bukan pencuri saya niat kbalikan gelang kamu yang jatuh bisa berterimakasih gak? setidaknya jangan tuduh".(nambah kesal apalagi keinget juga saat bersama CEO waktu itu)


"Ica udah kamu jangan seenaknya ini dikantor" (marah)


lalu Ghea keluar, risih dengan pacar CEO. author tau pasti readers mau bilang oh pacarnya ya, kenalin nih calon pacarnya hehe


Riri bertanya,


"kenapa lama banget Ghea gak apa apa kan? eh pacarnya ramah gak, aku liat dari wajah nya sih sangar banget ya" (belagak tau)


"hiih kesel banget tau...." (menjelaskan apa yang terjadi)


"kenapa kamu gak adu jotos aja sih Ghea kesel banget dengernya"


saat Ghea dan Riri asik mengobrol, tiba tiba datang nenek CEO dengan kawalan bodyguard nya,nenek nya melirik kearah Ghea


dan menghampirinya


"eh si cantik kok ada disini?" (sambil meluk meluk sok akrab)


"a anu o omma Ghea kan sekretaris nya CEO" (ujar Ghea)


"oh iya ya omma lupa, kamu ada waktu? nanti sehabis kerja omma mengundang kamu ya makan dirumah omma" (ajakan untuk Ghea)

__ADS_1


karena Ghea tidak berani menolakaknya Ghea mengiyakan nya


"b baik omma"


"ini teman kamu? kamu bisa pergi bareng temanmu loh"


Riri terkejut tidak menyangka nenek CEO sebaik itu apalagi sama Ghea. nenek CEO pergi pamit keruangan CEO Riri dan Ghea melotot karena baru sadar dalam ruangan CEO ada Icha


nenek mengetuk pintu namun apa yang terjadi Icha membuka dengan wajah kesal


"apa sih bisa nanti aja gak.... (terkejut melihat nenek CEO) maaf kan saya nek saya gak tau itu nenek "


nenek Jennifer melihat Icha dari bawah sampai atas seperti tidak suka


"jika saya pegawai Dwei apa kamu juga akan seperti itu? bisa bisanya kamu datang ketempat kerja Dwei membuang waktu saja"


(marah marah)


"nenek kenapa kesini kok gak bilang bilang ?" (agak terkejut)


"kamu nenek kan bilang nenek gak suka wanita seperti dia, lihat prilakunya......(terhenti karena sakit jantung)


"nek nek , bangun tolong bangun" (Dylan yang ketakutan )


lalu Dylan membawa nenek ke rumah sakit mawar yang dimana rumah sakit itu ibu Ghea sedang berkunjung berobat, dan harus rawat inap juga , dengan kebetulan nenek Jennifer dan ibunya Ghea satu ruangan, mau kamar VIP namun sudah sangat penuh karena saat itu demam berdarah sedang melunjak.


saat keduanya terbaring namun ibu Ghea terasa tidak asing melihat Dylan dia bertanya


"apa ini pak CEO Dylan Dwei dari perusahaan wiratama?"


sontak Dylan ica dan neneknya terkejut dengan pertanyaannya,


"kamu kenal cucu saya" (tanya nenek)


"ah iya saya kenal, karena anak saya yang bernama Ghea juga bekerja jadi sekretaris pribadinya Pak CEO wah tampan sekali ya" (terpesona melihat CEO)


"wah kamu ibunya, pantas saja Ghea cantik ternyata ibunya juga secantik ini ya" (asik ngobrol)


Icha ingin sekali marah kepada ibunya Ghea namun masih menahannya karena ada nenek Dylan, dilanjut tatapan tajam nenek kepada Icha


"kamu kenapa masih disini? Dwei kalo kamu gak putusin dia sekarang juga nenek bersumpah umur nenek cukup sampai disini saja"


"nenek jangan bilang seperti itu, oke Dylan keluar dulu mau bicara sama Icha "


(menarik Icha keluar)


"Icha kamu bisa dulu putus denganku?"


"kamu tuh ya selama ini kamu tuh sibuk kerja terus, gak pernah sentuh aku katanya kamu mau sentuh aku setelah menikah tapi sekarang malah bilang putus cuma gara gara nenek kamu doang? mana perjuangan kamu buat aku Dylan" (suara lantang)


"kamu bisa berisik gak nanti nenek denger, yaudah setidaknya hanya pura pura putus gimana?" (ujar Dylan)


"tapi janji ya ini cuma pura pura doang" (manyun)


lalu Icha pergi dan Dylan masuk kembali keruangan neneknya,


"gimana kamu udah putusin dia?"


"iya udah nenek sekarang jangan pikirkan apa apa ya, aku harus kembali kekantor karena ada rapat bisnis" (ijin pergi kembali ke kantor)


walau begitu CEO melihat ibu Ghea dan menundukan kepala tanda hormat kepada orang yang lebih tua dan memberi senyum yang manis, ibu Ghea terpana dalam hatinya

__ADS_1


seandainya Ghea menikah dengan pria setampan itu akan seperti apa anak nya pasti sangat tampan dan cantik


__ADS_2