Cerita Ghea & Dylan

Cerita Ghea & Dylan
BAGIAN 22: Oma mempercayaiku untuk menjagamu


__ADS_3

"Ghea kamu udah pulang diamana Dwei kok gak bareng sama kamu?" tanya nenek Jennifer saat Ghea masuk rumah tanpa bersama Dylan


"ah anu Oma tadi Dylan ada urusan mendadak jadi Ghea pulang duluan deh" mencari alasan


"loh kok Oma rapi gini mau kemana?" tambahnya karena melihat nenek Jennifer terlihat rapih


"Oma mau keluar dulu kamu baik baik dirumah ya" ujar nenek Jennifer


"mau ghea anter? Ghea siap siap dulu ya Oma jangan keluar sendirian" ujar Ghea walau cape tetap khawatir


"gak usah Oma keluar sama bodyguard Oma kamu istirahat aja dirumah tunggu Dwei pulang ya" nenek Jennifer lebih khawatir terhadap Ghea sambil mengusap puncak kepala Ghea dengan penuh kasih sayang


"yaudah kalo ada apa apa Oma jangan lupa hubungi Ghea ya" sekali lagi memastikan


"iya iya kamu bawel juga ya" sembari mencubit pipi Ghea


Ghea pergi kekamar dia merasa hari ini sangat melelahkan lalu dia ingin mencari udara segar dan melihat lihat sekeliling rumah karena sebelumnya dia belum pernah melihat kesemua area rumah megah itu, Ghea berjalan kearah balkon yang belum pernah dia pijak namun ternyata dia tidak menyadarinya bahwa balkon yang dia pijak adalah tempatnya Dylan istirahat lebih tepat nya balkon pribadi,


Ghea melihat sekeliling nampak rumah ini seperti sangat sangat megah dan mewah dia baru menyadari sekarang, entah sebelumnya dia tidak ingin tau ataupun tidak menyadarinya



karena suasana rumah sedang sepi dia mulai merasa sedikit tenang dia mulai menari nari dan menyanyikan lagu dari suara merdunya dengan berpakaian sedikit terlihat paha karena dirasa Dylan akan lama pulang, namun sebelum dia memikirkan hal itu justru Dylan sudah berada dalam rumah dan mendengar nyanyian yang merdu dan suasana yang sepi


dia penasaran dan mencari diaman suara itu berasal dia terus berjalan melewati satu persatu anak tangga dan Dylan menemukan Ghea yang sedang menari riang dan bernyanyi, Ghea tak sadar hingga saat putaran terakhir dia membalikan badang hingga badannya tersandung kaki Dylan yang sedang duduk memperhatikannya


Dylan mencengkram tangan Ghea dan sedikit memeluk agar Ghea tidak terjatuh


"dasar beruang kutub gila mesum lepasin aku gak" ujar Ghea memberontak hingga Dylan melepasnya dan membuat ghea terjatuh


"aw kamu jahat banget sakit tau" sembari mengusap lutut nya yang sedikit kesakitan


"kamu bilang lepas ya aku lepas lah" pergi tanpa melihat kearah ghea


Dylan menuju kamar lalu menutup pintu dibalik pintu dia mengusap wajahnya dengan satu tangan


"baju apa yang dikenakan dia sama sekali gak cocok tuh"


kembali ke Ghea..


Ghea sedikit malu namun juga kesal karena Dylan telah membuat nya terjatuh


Ghea kembali kekamar dia tau bahwa Dylan sedang mandi karena itulah dia cepat cepat ingin tidur sebelum Dylan selesai mandi


sementara Dylan keluar dengan rambut yang basah kuyup dia melihat Ghea sedang tertidur pulas karena malam ini adalah dimana bagian Dylan tidur diranjang dan Ghea tidur disofa


namun dylan sedikit tidak tega melihat Ghea sedikit kecapean


"apasih tidur sok imut" grutuknya dalam hati namun dia memaksa tidur disofa dan pada akhirnya terlelap


"Ghea Kebahagiaan adalah kesenangan yang dicapai oleh manusia menurut kehendak masing-masing jadi berbahagialah sesuai kehendakmu


Dalam kacamata filsafat dialektika, tidak ada yang dibangun untuk sebuah keabadian, tidak ada yang absolut dan suci"


Ghea terbangun dia tersadar bahwa dirinya sedang bermimpi dan mengulang kembali filsafat yang ayahnya ajari kepadanya saat dulu sampai dia sedikit meneteskan air mata saat Ghea membalikan badan dia tersadar bahwa malam ini dia bagian tidur disofa


"kenapa dia gak bangunin sih sok soan baik dasar beruang kutub"


saat Ghea terbangun akan mimpi, Dylan tiba tiba berkeringat basah dan ekspresi tidurnya seperti ketakutan


"tidak, jangan tinggalkan aku,


jangan, tinggalkan aku"


mengigau hingga Ghea mendekat karena sedikit khawatir sepertinya tidurnya terganggu karena mimpi buruk, Ghea mendekat dan duduk disofa saat Ghea mengecek suhu dikening Dylan


Dylan malah menarik Ghea dan memeluknya


"jangan meninggal demi anak sepertiku yang pembawa sial ibu ayah tolong kembalilah"

__ADS_1


masih memeluk Ghea dan belum tersadar


"hei bangun! Dylan " berusaha membangunkan


akhirnya Dylan sadar dia tengah memeluk Ghea dengan keringat yang mengalir deras namun dia masih terdiam tidak berbicara sedikitpun pada Ghea


"jangan mengigau seperti itu, kamu jelek" ujar Ghea memecah keheningan antara mereka berdua


Dylan pergi kekamar mandi untuk membasuh wajah nya dia menatap cermin mengingat dan mengulang ngulang kejadian saat kedua orang tuanya terbakar dihadapannya


setelah beberapa menit didalam Ghea sedikit kasihan karena menurutnya ini serius dan menyakitkan untuk Dylan


"Dylan, Dylan" memanggil sembari mengetuk pintu


"jawab aku kalo enggak aku dobrak nih" ujar Ghea ingin memastikan


lalu Dylan keluar dan menatap kearah Ghea


Ghea sedikit ketakutan karena mata Dylan memerah, lalu Dylan membaringkan tubuhnya disofa


"sekarang kan giliran kamu yang tidur diranjang, kamu jangan tidur disofa aku aja yang tidur disofa" ujar Ghea namun sepertinya Dylan tertidur


Orang yang paling sempurna bukanlah orang dengan otak yang sempurna, melainkan orang yang dapat mempergunakan sebaiknya-baiknya dari bagian otaknya yang kurang sempurna. -


pagi telah tiba Ghea menggeliat dan melihat kearah jendela dia bangun lalu melihat kearah Dylan yang masih tertidur dan terlihat sedikit menggigil Ghea mengecek nya ternyata Dylan demam tinggi


Ghea menelepon manager kelvin untuk memberitahunya bahwa Dylan sakit dan menyuruh manager Kelvin untuk mengurus kantor


mau tidak mau Ghea juga tidak bisa datang kekantor karena tidak mungkin


untuk meninggalkan Dylan yang sedang sakit


"Dwei kamu panas sekali, apa Oma nanti aja berangkat ke China setelah kamu sembuh?" sudah siap berangkat namun cemas terhadap cucunya


"ayo kerumah sakit aja rawat inap" ujar nenek Jennifer


"aku tidak mau ke rumah sakit biar dokter saja yang kemari" ujar Dylan yang anti bau bau rumah sakit


"apa kamu gak apa apa nenek tinggal?"


"gak apa apa aku sudah punya isteri yang jagain, nanti nenek berangkat kebandara bersama Ghea ya" ujar Dylan


namun nenek Jennifer menolak untuk pergi dan memilih dikawal bersama bodyguard nya


Ghea memeluk nenek Jennifer sebelum nenek berangkat Ghea sempat menitihkan air mata karena sedih orang yang begitu menyayanginya selain ibu Ghea adalah nenek Jennifer


"kalian baik baik ya nak maaf Oma tinggal sementara"


pergi walau khawatir akan Ghea dan Dylan


Ghea berdoa didalam hati


"Tuhan jagalah Oma dimanapun dia berada"


ghea kembali melihat kearah Dylan yang sedang menggigil karena panasnya suhu tubuhnya, Ghea pergi kedapur untuk mengambil air untuk mengompresnya


meski dia tau pernikahan yang dia jalani hanyalah sebuah kebohongan baginya tapi baginya seorang isteri harus menjalankan kewajibannya


"kantor.." hanya terdengar sebuah kata kantor


"aku udah bilang sama manager Kelvin kamu gak usah khawatir istirahatlah dulu" ujar Ghea


"cepatlah sembuh kamu tau ini merepotkan" memalingkan wajah


Ghea menyiapkan bubur yang dia buat dan menyuapi Dylan awalnya Dylan tidak mau namun Ghea memaksa setelah makan Dylan dilanjutkan dengan istirahat


selesai itu Ghea menelpon kembali dokter karena tak kunjung datang


baru saja menelpon dokter entah siapa yang membunyikan bel serasa tidak mungkin itu dokter Ghea mengerutkan kening karena dibawah tidak ada siapa siapa asisten rumah tangga pun meminta izin untuk pulang kampung

__ADS_1


Ghea turun kebawah untuk membuka pintu


siapa yang dia lihat?


ternyata itu adalah Dita lalu kenapa dia ada disini?


membuat Ghea semakin kebingungan


saat keduanya saling berhadapan dan menatap satu sama lain Dita menatap Ghea tidak suka


" Ghea? lama tidak berjumpa" dengan tatapan agak sinis sambil melihat kesekeliling


"kamu asisten rumah tangga disini ya, dimana Dwei?" tanya nya membuat Ghea semakin mengerutkan kedua halisnya


tanpa pikir panjang Dita masuk tanpa permisi dan menuju kekamar Dylan


tanpa mengetuk pintu pula Dita langsung membuka pintu kamarnya


"Dylan, oh Dylan sini dong peluk aku" ujar Dita yang sedang diikuti Ghea dari belakang


Ghea melihat Dylan namun Dylan seperti tidak peduli


"ih Dylan kamu tuh ya gak bahagia apa liat aku kembali ke Indonesia? aku kembali kesini karena demi kamu loh" sembari memeluk Dylan meski Dylan seperti ingin menghindar namun nampak dia terbujur lemas tidak bisa menghindar hanya sedikit melihat kearah Ghea namun Ghea tidak peduli dan tidak ingin tau meski begitu Ghea juga sedikit penasaran ada hubungan apa Dylan dan Dita sehingga seakrab itu


sementara bel rumah memecah suasana yang membuat Ghea kebingungan


Ghea segera kembali ke awah dan membukakan pintu ternyata itu dokter


segeralah mereka kembali kekamar untuk memeriksa Dylan


"saya minta pengertian terhadap anda karena tuan lagi sakit jadi jangan membuat dia semakin lelah" ujar dokter sedikit membuat Ghea puas


Dita tak suka dengan apa yang dikatakan dokter, saat dokter memeriksa Dylan Dita malah mengajak Ghea untuk pergi berbicara sebentar


"gimana kabar kamu, enak bisa bekerja dirumahnya Dylan?" ujar Dita agak membuat Ghea tidak suka dengan pernyataannya


namun Ghea hanya terdiam


"kamu kok bisa kenal sama tuan?" tanya Ghea yang dimaksud tuan adalah Dylan namun Ghea tidak ingin secara langsung memberitahukannya bahwa dia adalah isteri Dylan


"oh kamu baru ya kerja disini, aku itu pacarnya Dylan saat dichina dulu dia kembali ke Indonesia namun aku menetap di China ikut bersama pamanku, tapi kebetulan juga aku kangen sama Dylan jadi aku kembali kesini" ujarnya panjang lebar namun membuat Ghea masih mengerutkan dahinya


"dasar buaya" ujarnya dalam hatinya


"oh iya gimana dulu kamu sempat pacaran sama Erlangga?" membuat Ghea melotot


"aku nggak..." terpotong


"maaf nyonya bisa kemari sebentar" menyuruh Ghea untuk berbicara bersama dokter namun Dita merasa heran karena Ghea dipanggil nyonya oleh dokter, mungkin Dita mengira bahwa dokternya salah mengira


"demamnya sangat tinggi tolong nyonya kasih obat yang ini terlebih dahulu atau sebelum makan, jangan biarkan tuan bekerja untuk beberapa hari....." menjelaskan panjang lebar setelah itu Ghea kembali kekamar untuk memberi obat


"ini minum dulu obatnya, tadikan kamu udah makan jadi setelah minum obat kamu bisa tidur, istirahatlah Oma mempercayaiku untuk menjagamu, untuk kekasihmu tolong jangan buat keributan " ketus Ghea sembari meninggalkan Dylan begitu saja


saat Ghea keluar kamar Dita menghentikan langkah ghea


"Ghea apa Dylan udah tidur?" tanya Dita


"tuan lagi istirahat, jika ada sesuatu yang ingin kau sampaikan bisa nanti saja?" ucap Ghea tanpa menoleh kearah Dita


membuat Dita kesal


"cih ******" ujar nya dalam hati


disaat tadi maupun setelahnya Dylan bisa mendengar dan jengkel ketika Ghea berbicara bahwa Dita adalah kekasihnya


"kenapa ada wanita sebodoh kamu" ujar Dylan dalam hati sambil membaringkan tubuhnya dengan posisi yang diinginkannya


Sangat bosan dengan semua omong kosong dalam hidup ini bagaimana orang hanya mengingatmu ketika mereka membutuhkanmu.

__ADS_1


Di dalam percintaan hanya permulaan yang menarik, itulah sebab banyak orang yang sering memulai kembali.


__ADS_2