
pagi telah tiba saat Ghea dan Riri bangun , ada harum makanan lezat, Ghea dan Riri siap siap, saat mereka ke meja makan ternyata ibu Ghea sudah menyiapkan sarapan untuk mereka
"wah ibu Andin aku kangen banget sama ibu masakan ibu, boleh aku mencicipi makanannya?" (teringat kepada ibunya yg selalu sibuk bekerja,)
"oh boleh boleh, emang ibu sengaja nyiapin ini buat kalian kok" (sambil mengambil teko isi yg berisi susu)
"jadi ibu nyiapin nya buat mereka berdua doang? aku?" (ujar Boby sembari manyun)
"iya kamu juga sarapan ya sebelum berangkat sekolah" (mengelus kepala Boby)
"kenapa semua orang selalu mengelus kepalaku sih" (pekik Boby)
"berisik anak kecil , " (dengus Ghea)
"udah udah kalian ini kayak kucing sama tikus aja sih"
mereka akhirnya selesai sarapan lalu pamit bekerja pada ibu Ghea,
mereka menunggu taxi lewat sementara Galang datang mengagetkan mereka
"Ghea kamu mau kemana tuh? sini aku antar!" (ujar Galang sembari melirik Riri)
"**nggak ah Galang ,aku berangkat bareng Riri,"
"udah jangan dipikirin cewek galak itu biarin aja jalan sendiri** " (sembari menjulurkan lidah mengejek Riri)
"heh idiot, sana pergi Ghea udah sama aku duluan mau naik angkot" (memasang wajah malas)
"kalian jangan berantem lagi dong, aku kan teman kalian jadi kalian berdua juga artinya berteman" (mencoba melerai )
karena Ghea sudah berkata seperti itu mereka hanya diam, saling melotot dan menjulurkan lidah saling mengejek,
Ghea membiarkan mereka
namun tak selang beberapa menit ada taxi
Ghea pamit kepada Galang,Riri hanya memutarkan kedua bola matanya sambil masuk kedalam taxi,
jendela mobil dibuka lalu Riri menjulurkan lidah
"dah idiot (sembari pergi)
"**ri udah nanti kamu berjodoh sama Galang loh, berantem terus"
"terus kamu juga bakal berjodoh dong sama CEO**? (pekik Riri)
"apa hubungannya denganku?" (sambil menggeleng gelengkan kepala)
"iya lah kan kamu juga sama CEO dari awal ketemu Samapi saat ini berantem terus hehe" (Riri menjawab sembari cengengesan)
"ih nggak ya mana mungkin, udahlah terserah kamu ri mau berantem lagi sama Galang kek mau ngajak kek terserah"(Ghea jadi kepikiran masalah kemarin bersama CEO)
eh ri gimana kalo aku kesana langsung diusir? haaaaah gimana dong ri ?!"
(nepuk nepuk jidat sendiri)
"aku punya pirasat sih kamu gak bakalan dipecat" (mencoba menenangkan Ghea)
akhirnya mereka sampai di kantor Wiratama , mereka melihat CEO Dylan sedang berada didepan kantor entah apa yang dia tunggu
__ADS_1
Ghea sangat gugup bagaimana menghadapi CEO
Ghea turun dari mobil dan mendapati pandangan dingin dari CEO Dylan
lalu Ghea menundukan kepala memberi salam pada CEO entah kenapa Ghea pergi begitu saja setelah memberi salam pada CEO, terdapat wajah CEO yg keheranan.
disusul Riri dan menyapa CEO
"anu CEO, maaf kalo saya lancang, apa CEO udah nemuin pengganti alm . sekretaris Devina?" (dengan penuh keberanian)
"kenapa kamu tanyakan hal ini, apa hubungannya dengan mu?!" (membalas dengan wajah datar)
"eumm gini, saya tau mencari sekretaris seperti alm.devina memang sulit, tapi saya bakal rekomendasikan orang yang cocok untuk jadi sekretaris nya CEO!"
itu, a anu Ghea orang nya pintar dia juga bisa berbagai macam bahasa asing jadi..(dalam hati Riri astaga lancangnya aku )
CEO hanya terdiam dengan wajah datarnya,dan membuat Riri ketakutan tidak melanjutkan perkataannya lalu ijin masuk ke kantor.
"oh maaf saya sudah lancang, permisi CEO!"
CEO pergi kedalam dan saat CEO lewat semua pegawai panik dan menundukan kepala, lalu CEO pergi ke ruangan pribadinya,seseorang yang masuk dan mberitahukan CEO
akan ada CEO LEE SEOJUN dari perusahaan Korea dan rapat, meskipun CEO Dylan orang yg sangat pintar namun dia juga membutuhkan seorang sekretaris, CEO khawatir karena sampai saat ini belum menemukan sekretaris untuk pengganti Devina, namun dalam pikirannya CEO teringat dari perkataan Riri bahwa Ghea orang yang sangat pintar dan fasih dalam beberapa bahasa asing
saat itu terpikirkan CEO Dylan menyuruh pegawai itu memanggil Ghea
"eumm Ghea kamu dipanggil CEO keruangannya"
Ghea hanya mengangguk walau dipikirannya Ghea pekerjaannya ini akan berakhir hari ini
saat akan masuk keruangan nya Ghea melirik Riri seperti memberi isyarat "bagaimana ini?"
lalu Ghea masuk dan menundukan kepala
belum sempat CEO berkata apapun Ghea langsung berkata
"CEO saya tau saya salah tolong maafkan saya , saya tidak tau kalo orang yg bertengkar dengan saya adalah CEO tolong untuk dimaafkan, tapi sungguh saya sangat kesal bila bertemu orang lain pun saya akan seperti itu karena saat itu CEO sangat menjengkelkan...
Ghea baru tersadar apa yang telah dia ucap dalam hati Ghea "bodoh, bodoh apa yang kamu ucapkan Ghea ,apa ini yg dimaksud minta maaf"
lalu CEO mendekati Ghea,
"kau ini bodoh ya?! **bisa bisanya kamu meminta maaf pada seseorang seperti itu, menurut mu aku akan memaafkanmu jika perminta maafanmu seperti itu?!
kamu juga terlalu berani berbicara terlebih dahulu dariku!"
"huft maaf CEO saya salah berbicara seperti itu"
"menurutmu apa hukuman yang pantas untukmu**?" (ujar CEO membuat Ghea melotot)
"a anu apa saja tapi tolong jangan pecat saya,"(menunduk tidak berani menatap CEO)
"kamu lupa ya aku pernah berkata jika berbicara dengan seseorang itu kau harus melihat wajah nya jangan menunduk karena orang yg berbicara dengan mu itu berada di hadapanmu bukan dibawah" (menjelaskan dengan sangat tegas)
"**maafkan saya,"
"baik kalau begitu bahasa apa yang kau bisa**?"
pertanyaan CEO yang membuat Ghea merasa heran!
__ADS_1
"sa saya bisa bahasa Inggris, Kanada,Korea, China dan sedikit bisa Italia juga ?"
CEO terkejut lumayan juga bahasa yg Ghea bisa itu, lalu CEO hanya mengangguk anggukan kepala
"kalo begitu nanti kmu pergi bersamaku di apartemen x&x untuk rapat bersama CEO lee Seojun yang berasal dari korea,
semetara kamu jadi sekretaris saya"
perkataan CEO membuat Ghea bingung, kenapa bisa jadi seperti ini ternyata apa yang dipikirkan Ghea sebelumnya belum tentu benar
Ghea keluar dari ruangan dan berjalan menuju Riri
"ri masa iya aku sementara jadi sekretaris nya CEO aku kira aku akan di pecat ri aku selamat huhu" (memeluk Riri)
"aku kan udah bilang apa Ghea kamu gak usah takut"
tak selang beberapa waktu CEO memanggil Ghea untuk pergi ke apartemen x&x
bersamanya, Ghea sangat gugup ,Ghea menjadi pusat perhatian pegawai lain karena iri kepada Ghea yang secepat itu bisa jadi sekretaris sementara CEO
CEO menyuruh Ghea masuk ke mobil dan disana CEO menjelaskan apa yg harus di lakukan Ghea di rapat tersebut
"kamu gugup?
tugas kamu yang sesungguhnya bertanggung jawab membantuku untuk hal yang berhubungan dengan bidang administratif, mengatur agendaku dan menata dokumen dan menjadi penghubung dengan pihak esternal,
aku tau meski aku tak beritahupun kamu tau tugas sekretaris kan?
****jadi mohon bantuan dan kerjasamanya ghea****"
penjelasan CEO melihat Ghea yang sedang gugup
akhirnya Ghea tersadar bahwa CEO yang dingin ini tidak sedingin yang dia kenal CEO memberi penjelasan apa yang harus Ghea lakukan dirapat itu, walau bagi Ghea ini yang pertama kalinya dari dulu Ghea ingin menjadi seorang sekretaris
lalu mereka sampai di apartemen x&x
rapat dimulai dan singkatnya waktu berlalu hingga berada di pembahasan produk/itmes
"**sebelum saya membuat laporan saya ingin mendapatkan beberapa ide dari anda semua bagaimana perasaan anda tentang penjualan pedesaan di kabupaten penjualan anda?"
"menurut pendapat saya kami telah berfokus terlalu banyak pada pelanggan perkotaan dan kebutuhan mereka, dari apa yang saya lihat, kita perlu kbali ke basis pedesaan kami dengan mengembangkan kampanye iklan untuk fokus pada kebutuhan khusus mereka"
"maaf jika saya kasih saran, saya tidak bisa setuju dengan anda, saya pikir pelanggan pedesaan ingin merasa sama pentingnya dengan pelanggan kami yang tinggal di kota kota, saya sarankan kita memberikan tim penjualan pedesaan kita bantu lebih lanjut dengan melaporkan infomasi pelanggan**." (tiba tiba Ghea menyela)
entah apa yang membuat Ghea luas padahal ini rapat dadakan bagi ghea
Ghea begitu mahir sampai semua orang bangga padanya, ditambah CEO sangat puas dengan kinerjanya Ghea ,
saat rapat sudah selesai CEO mengatakan dengan sangat jelas
"Ghea mulai hari ini kamu jadi personal assistant saya" (dengan tiba tiba)
karena aku rasa kinerjamu cukup baik.
Ghea tidak percaya semudah itu kah menjadi asistennya ?, bukankah personal assistant itu
hanya melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan urusan CEO itu sendiri, mulai dari urusan yang bersifat pribadi atau menyangkut pekerjaan.
"astaga itu berarti aku akan selalu berada di sisinya dong" (dalam hati Ghea)
__ADS_1
walau Ghea merasa ini seperti mimpi namun kenyataan sudah didepan mata Ghea mulai hari ini bukan hanya asisten biasa, namun menjadi personal assistant?