
saat Ghea sibuk dikantor CEO datang dan melihat Ghea,
"pak omma baik baik saja kan?" (cemas)
"kamu hari ini pulang saja" (tiba tiba)
"loh kenapa pak salah saya apa,? saya dipecatkah?" tolong ya pak saya masih ingin kerja disini saya berjanji akan lebih terampil lagi pak" (memohon karena takut di pecat)
"saya gak mecat kamu, tapi kembali kerumah mu saja dulu hari ini tidak ada jadwal" (ujarnya)
sebenarnya niat CEO ingun memberi tahu ghea bahwa ibunya juga sedang berada dirumah sakit mawar, CEO tidak pandai memberitahu secara teran terangan, karena kelihatannya Ghea seperti tidak mengetahuinya,
lalu Ghea pun pamit kepada sang CEO walau dipikiran Ghea itu bukankah meskipun tidak ada jadwal meeting rapat ataupun apa itu tetap harus bekerja? biasanya CEO akan marah jika melihat pegawainya malas
saat Ghea pamit, dan akan keluar Riri memberhentikan Ghea
"Ghea kamu mau kemana? " (mengerutkan kening)
"aku suruh pulang CEO,"
"loh kok disuruh pulang?! kamu dipecat?" (heran )
"nggak ri tapi itu katanya gak ada jadwal apapun jadinya aku boleh keluar, tapi ah dengan begini kan aku bisa pulang menemui ibuku takut belum ke dokter" ( ujar Ghea)
"hari ini ibu kamu harus kedokter,? yaudah sana pulang Ghea kasian ibu kamu mumpung kamu di suruh pulang sama CEO kaan lagi coba"
"iya, makasih ya ri aku pulang duluan" (melambaikan tangan)
saat Ghea berada ditaxi menuju rumah, Boby tiba tiba menelpon Ghea
"kak kenapa ibu lama banget ya, gak pulang pulang aku khawatir nih, tadi aku mau anterin tapi aku harus sekolah" (ujar Boby mengkhawatirkan ibunya)
"ibu belum pulang?," (terkejut)
Ghea teringat bahwa dokter yang selalu menangani ibunya dan disetiap jadwal check up adalah dokter Chandrawinata dari rumah sakit mawar, lalu Ghea menyuruh pengemudi taxi pergi ke rumah sakit mawar
"Boby kamu tunggu dirumah kakak pergi dulu cari ibu "
saat tiba di rumah sakit Ghea lalu pergi menanyakan ibunya, ternyata benar ibu Ghea harus dirawat inap, tapi Ghea kecewa kenapa ibunya tidak bilang bilang.
"ibu, ibu kenapa gak bilang bilang ke Ghea kalo ibu harus rawat inap, " (sambil memeluk ibunya)
"ibu awalnya cuma mau check up doang tapi badan ibu kayak meriang gini jadi pak dokter menahan ibu katanya harus rawat inap sementara,"
"terus gimana katanya Bu hasil dari dokter soal kanker ibu?"
"ah katanya sih mulai membaik, meskipun kanker stadium III udah agak membesar namun kan belum menyebar ke seluruh organ jadi masih bisa ditangani, Ghea kamu udah terlalu cape ya maafin ibu, ibu merepotkan kmu, apalagi kamu sampai buka tabungan kamu demi ibu" (menangis)
"ibu, ibu ini bilang apasih , jika anak ibu sendiri sakit bukankah ibu juga akan melakukan hal yang sama?! " (hampir menangis)
__ADS_1
"Ghea, ibu gak perlu berobat , check up atau apapun itu ya, kamu saja sekarang udah repot apalagi bayar kerentenir" (terisak Isak)
"biarpun aku kerja banting tulang demi ibu aku lakuin Bu, aku hanya gak mau ibu meminjam kerentenir lagi apalagi hanya untuk membuat aku dan Boby merasa senang saja"
"iya Ghea ,maafin ibu ya" (memeluk Ghea)
saat itu percakapan mereka didenger oleh nenek Jennifer, dalam benaknya Ghea memang gadis yang baik, berbakti kepada kedua orang tuanya memang ini gak dibuat buat,
dalam hati nenek Jennifer berkata aku waktu itu menyuruh Dwei menikah dengan Ghea tapi kata Dwei malah bilang banyak orang yang seperti itu didepan nya saja terlihat baik tapi kebanyakan realita tidak sepenuhnya seperti itu, huh Dwei memang payah cari calon istri , kenapa mau sama ulet bulu sih padahal Icha itu bukan wanita yang baik jelas jelas pilihanku ini yang baik
ibu Ghea baru tersadar bahwa diruangan itu bukan hanya ada Ghea dan ibunya tapi juga nenek Jennifer juga, sontak ibu Ghea melotot
namun saat Ghea melihat ruangan nenek Jennifer terlihat sedang lagi tidur (padahal cuma pura pura)
dalam hati Ghea syukurlah,
ibu Ghea tertidur lalu Ghea membuka handphone dia terdapat banyak notifikasi dari Galang dan Riri namun karena Ghea tidak membalas pesan dari mereka Riri dan Galang menelponnya secara bersamaan,Ghea bingung harus mana dulu yang dia respon, dalam hati Ghea kenapa mereka bisa kompak seperti ini sih, karena bingung Ghea menghubungi mereka lewat panggilan video secara digabungkan, riri Samapi terkejut kenapa ada wajah Galang,
"loh Ghea aku mau nelpon kamu berdua aja kenapa ada makhluk ini sih? (Riri menyinggung Galang)
"heh aku duluan yang berteman sama Ghea, sana kamu" (wajah julid)
"kamu yang akfh-#:_(28'....
"kamu tuh si hdh-"+28_6";:-.....
merak malah ribut ribut membuat Ghea pusing, akan seperti apa jika mereka berhadapan secara langsung,
mereka berdua sangat kaget, merasa bersalah
"kamu lagi dirumah sakit? Tante Andin dirumah sakit? ke apa kamu gak bilang sih Ghea (ujar Galang)
"iya, aku juga baru kesini soalnya ini mendadak, " (jawab Ghea)
"loh katanya cuma mau bertemu sama dokter nya aja check up atau apa lah tadi kamu bilang!" (Riri heran)
"iya tadi itu kata ibuku bilang niatnya memang begitu ,tapi karena badan ibuku gak lagi fit makanya ibu ditahan dokter katanya harus dirawat dulu sementara,"
"Giman hasil dari kanker nya Ghea apa ada kabar membaik?" (tanya Riri dan Galang bersamaan )
"kata dokter memang membaik sih, udah pokoknya kalian jangan banyak bicara kalo kalian penasaran jenguk aja sini, aku kan gak puny keluarga lagi, jadi boleh kan kalo aku anggap kalian keluargaku" (merasa sedih )
"oke oke, aku kesana" (jawab Riri dan Galang kompak lagi)
"oiya Ghea, aku habis dipecat gara gara orang yang pernah aku pukul itu ternyata anak boss aku, kamu ada lowongan kerja gak papa kalo jadi tukang supir apalah aku kerjain daripada nganggur T^T" (Galang merengek pada Ghea)
"lagian kamu kenapa sih mukul anak orang, eh lagian kan kamu anak orang kaya kenapa masih mau kerja sih?" (cetus Ghea)
"biarin aja orang tua aku sibuk Mulu, loh kamu juga sama.... " (gak dilanjutin)
__ADS_1
hingga membuat Ghea terdiam ,
"hayoo kmu mau bilang apa Galang, nanti aku cariin deh" (pekik Ghea)
"eh gila gimana kalo kamu kerja jadi supir pribadinya ayah aku mau gak?" (tanya Riri)
"serius ada, yaudah mau mulai kapan tuh..."
percakapan mereka lewat panggilan video panjang lebar , dan akhirnya Galang bekerja jadi supir pribadi ayahnya riri
saat Ghea ingin pergi keluar untuk mencari makanan, tak sadar Ghea menjatuhkan selembar kertas yang berisi puisi dibuat saat semalam, saat Ghea pergi CEO masuk untuk menjenguk sang nenek namun pandangan CEO tertuju pada sebuah kertas dilantai.
kertas puisi itu yang berisi
Aku akan terus melangkah
Berjuang menggapai harapan
Tak peduli anggapan maupun cercaan
Terus bergerak tidak ada keraguan
Terpeleset jatuh
Tergores luka
Bangkit tuk melangkah
Tak pernah sudi untuk menyerah
Hidup itu sulit
Bagi mereka yang tak mau mencoba
Hidup itu menyebalkan
Bagi mereka yang lemah dan berputus asa
Tetapkan tujuan untuk sebuah pergerakan
Perbanyak pikiran untuk perluas wawasan
Jangan lemah ketika terjatuh
__ADS_1
Bangkit lagi teruskan langkah kehidupan
Agar kelak kita sampai juga di tempat tujuan.