
"Kau mengenalku?" tanya Alex pada sang perempuan yang masih berdiri tegak di depannya.
Dengan tatapan sendu dan penuh kerinduan, wajah melankolis yang amat lembut serta paras sempurna bagaikan bidadari yang turun dari khayangan. Visual yang terlalu indah untuk diabaikan seorang lelaki normal yang matang seperti Alex.
"Tentu saja, aku kenal kamu!" kata wanita itu lagi.
Langkah kaki Alex maju perlahan, tetapi netranya tak pernah lepas dari sosok bidadari cantik di depannya.
Melihat gadis itu tak menunjukkan perlawanan apa pun, Alex semakin mendekati gadis itu.
'Apa ini mimpi lagi' tanya Alex saat melihat manik mata coklat indah milik sang wanita.
"Bisakah kau menolongku, sekali lagi?" tanya wanita itu.
"Lagi, memang kita pernah bertemu??? Dimana?" Alex masih kebingungan.
"Jangan tinggalkan desa ini. Tetaplah di sini dan cari dimana aku!" kata wanita itu.
Giliran sang wanita yang berjalan ke arah Alex dengan langkah yang lembut. Alex merasakan tubuhnya tak bisa bergerak sama sekali, padahal dia ingin menjaga jarak dari wanita aneh di depannya.
Tangan dingin tapi indah itu membelai wajah Alex yang basah karena air hujan, kelembutan semu tetapi sangat dinikmati oleh Alex.
"Kau pasti bisa menemukanku, karena kita sudah ditakdirkan bersama selamanya!" gadis itu berjinjit dan menarik tengkuk Alex.
Kecupan mesra dia torehkan di atas bibir Alex yang hampir membeku.
Alex terbelalak kaget, ini adalah ciuman pertamanya dan dia mungkin sedang melakukan ciuman sakral ini dengan seorang hantu.
__ADS_1
Tetapi Alex tak bisa berbuat banyak, seperti kata kebanyakan orang. Jika bertemu hantu pasti membeku tak bisa beegerak ataupun teriak.
Meski sungkan dan sedikit merasa ngeri, Alex menikmati kecupan-kecupan dingin dari bibir wanita cantik tersebut tanpa membalas. Karena dia tak punya jalan untuk kabur, tubuhnya benar-benar tak bisa dia gerakkan.
"Lex!!! Woyyyy gila lu yaaa!!!" teriak Bayu kelojotan karena melihat temannya tertidur di tempat yang tak seharusnya.
"Bangun bego!!!" Bayu dengan rasa khawatir dan bercampur marah segera keluar dari rumah Sandi melewati pintu depan.
"Ada apa Bay?" Jihan langsung menghalau langkah berlari Bayu menuju teras, tempatnya bersantai bersama Amran.
"Alex ada di luar jendela kamarnya, keknya dia pingsan!" kata Bayu.
"Masa???" Jihan yang sudah berdiri di dekat Bayu segera mengikuti langkah berlari sahabatnya itu ke arah samping kanan rumah Sandi.
"Kenapa ni anak bisa sampai sini coba?" tanya Bayu, lelaki Jawa itu segera merengkuh tubuh Alex yang berbaring di atas tanah dengan air hujan yang masih berjatuhan.
"Allll!!! ALEX!!!" Bayu berteriak sambil mndudukkan tubuh Alex yang tergeletak terlentang.
"Bangsat lu, becanda biasa aja napa?!" ujar Bayu sedikit terisak.
"Mewek lu Bay?" tanya Alex masih didalam kebingungannya.
"Bener-bener iblis, dajal lu akhhhh!!!" Bayu segera berdiri, dia tak jadi menolong Alex yang sudah sadar dari pingsannya.
"Gila lo Al, tidur di kebon! Mana lagi hujan gini! Yang lain jadi ikut basah nihhh!" Jihan juga marah kepada Alex yang celingak-celinguk sendiri.
Siapa yang tak marah jika di posisi Jihan dan Bayu, kambing saja akan marah jika dipermainkan seperti ini.
__ADS_1
'Gue mimpi lagi??? Buset dahhh!' gumam Alex di dalam hati. 'Napa gue nyungsep di kebon begini, anjirrrr!'.
Amran hanya berdiri di teras, dari tempatnya berdiri dia bisa melihat dengan jelas kondisi dan keadaan Alex. Terlihat Amran sedang memikirkan sesuatu, tetapi raut wajahnya tak menunjukkan dia terkejut.
Harusnya Amran yang paling terkejut saat melihat Alex, lelaki dari Ibu Kota itu terbaring di luar rumah saat hari sedang hujan. Bukankah hal itu cukup aneh bagi Amran, meski Amran hanyalah orang yang tinggal di dekat Desa Air Keruh.
Gelagatnya sangat mencurigakan, tapi Bayu, Jihan dan Alex sama sekali tak sempat mencurigai Amran. Mereka sibuk dengan diri mereka masing-masing, karena kejadian ini mereka bertiga mengalami guncangan jiwa yang tak bisa mereka lukiskan dengan kata-kata.
"Bener-bener udah gila lu, Al!" Bayu masih marah, padahal mereka bertiga sudah di dalam rumah dan berganti baju.
"Maaf dah!" ujar Alex.
Alex tak mau menakuti para sahabatnya, dengan mengatakan bahwa dia tak tau kalau dia tertidur di kebon. Sahabatnya bisa-bisa ketakutan semua dan mengajak Alex pulang.
Sedangkan Alex saat ini malah sedang penasaran dengan dua gadis yang muncul di mimpinya. Gadis muslimah yang manja sore tadi dan gadis bidadari yang menemuinya di mimpinya barusan, benar-benar telah membuat Alex lupa diri dan tujuan awalnya dia memasuki Desa ini.
"Elu sengaja ngerjain kami?" tanya Jihan pada Alex, gadis itu juga masih merasa kesal pada Alex yang membuatnya hampir jantungan.
"Gue nggak nyangka kalian akan seheboh itu!Hhaaaaachimmm!" Alex bersin.
"Nahhh loh pilek kan lu!!! Rasain!" Bayu malah menyumpahin sahabat karipnya itu.
"Gue bawa banyak obat-obatan kok!" Jihan segera masuk kedalam kamarnya.
Saat ini keempat Tim Alex sedang duduk-duduk di ruang tamu rumah Sandi. Empat cangkir kopi dan dua piring pisang goreng di depan, juga sudah berpindah tempat.
"Nihhhh!" Jihan memberikan obat flu kepada Alex, wanita itu juga berinisiatif mengambilkan air minum untuk Alex di dapur.
__ADS_1
"Untung ada Jihan, kalau kagak bisa kelimpungan kita!" ujar Bayu.
Tetapi pandangan Alex tertuju ke arah Amran yang duduk tepat di hadapannya. Alex merasakan ada sesuatu yang janggal dari diri Amran.