Channel Teror

Channel Teror
Part 2


__ADS_3

Semoga Bang Tara bisa ditemukan.


Serem yaaa, lihat vidio ini aja aku udah merinding!!! Apa lagi ke sana langsung. Bisa-bisa pingsan saya.


Aku mau cerita dikit tentang pengalamanku, dulu aku pernah tersesat di hutan. Pas perjalanan liburan gitu...ehhhh tau-tau aku sama keluarga aku masuk ke jalur hutan gitu...padahal pas berangkat kita nggak lewat hutan sama sekali...untung kami punya nomor telepon Pak Ustad, jadi mama aku nelvon tuh Pak Ustad. Kita diarahin dan akhirnya bisa balik.


Jika senjata anda kurang panjang, dan cepat letoy...Oles saja, minyak Paklus!!!


Dijamin senjata anda akan lebih besar dan tahan lama...


Mari puaskan istri dan selingkuhan anda sampai mereka minta ampun!!!


Baru beberapa detik vidio Alex diunggahnya di story Instagram sudah banyak komentar yang menghiasi postingan tersebut.


Kepopuleranya memang lagi di atas awan, meski dia mendapatkan kepopulerannya dengan cara yang tak sopan. Memanfaatkan kesedihan keluarganya karena kehilangan kakaknya. Tetapi Alex sudah tak bisa mundur meski hanya selangkah, dia masih ingin di atas angin, dielu-elukan sebagai pemuda yang pemberani dan tak lari dari tanggung jawab. Meski sebenarnya dia tak ingin melakukan hal ini.


"Ya udah, emang apa yang bisa terjadi ama kita?" tanya Bayu dengan nada santai.


Begitulah sifat pria jawa dengan tubuh atletis serta bulu-bulu jambang yang hampir meratai setiap senti kulit di tubuhnya itu. Terlalu santai dan seperti tak punya rasa takut.


Hanya Bayu yang pantas dan masuk kriteria sebagai Youtuber Pemecah Misteri di sini. Kameramen itu memang selalu berada di garis depan setiap saat.


Bahkan tentang penggunggahan vidio terakhir Tara, itu adalah ide Bayu.

__ADS_1


Amran selaku sopir bayaran yang tidak akan dibayar jika tak menyetir, melangkah duluan ke arah mobil. Pemuda keturunan asli Lubuk Linggau itu segera masuk dan menguasai bagian depan kemudi.


Diikuti oleh Bayu yang masih menenteng kamera besarnya, dia baru saja merekam beberapa Spot untuk nanti dia unggah sebagai pembukaan konten vidio mendatang.


Jihan dengan wajah putus asa, terpaksa tak bisa membantah. Sebagai penulis sekenario dia tak bisa apa-apa.


Awalnya Jihan begitu antusias dan penasaran tentang tragedi yang menimpa kakaknya Alex yaitu Tara. Tapi setelah melihat kondisi Medan TKP yang begitu mengerikan, nyali Jihan seketika menciut.


Alex yang sudah tak punya pilihan lain hanya menghela nafas panjang, lalu ikut masuk juga ke dalam mobil.


Mobil SUV merah keluaran merek Jepang itu melaju cepat memasuki wilayah Desa Air Keruh.


Dibalik kabut putih yang mengepul, masih di tempat rombongan Alex berdiri munculah sesosok perempuan cantik dengan gaun merah panjang. Rambutnya hitam legam dengan wajah oriental yang cantik, kulitnya putih bersih. Namun senyum yang tersungging di bibirnya terlihat menyeramkan dan penuh misteri.


.


.


.


.


"Kita akan menempati rumah Sandi, dia teman baikku!" ujar Amran tanpa melepas fokusnya ke arah depan. Lelaki yang bertampang kasar itu masih mengemudi, dia tak ingin celaka.

__ADS_1


Sebab jika sampai dia tak memperhatikan jalan yang sedang dipenuhi oleh kabut di depannya, mereka semua bisa celaka sebelum sampai di tempat tujuan.


Jarak pandang yang hanya 5 meter membuat hati Amran sedikit was-was. Kabut di desa ini memang selalu ada, tapi tak pernah setebal sekarang. Firasatnya mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan nantinya.


"Ran, kamu yakin kita akan dapat konten yang bagus nantinya?" tanya Alex pada sopir sewaannya.


"Desa ini penuh misteri, seperti yang kuceritakan tadi! Kalian pasti akan merekam beberapa penampakan hantu atau siluman, jika betah di sini!" ujar Amran dengan nada antusias.


Expresi Amran membuat Alex bergidik, pemuda itu terlalu antusias sehingga membuat Alex merasa curiga. Bagaimana jika ia malah dipancing ke sini, untuk tumbal! Seperti perkataan kakaknya di Vidio terakhirnya?!.


"Tapi kamu yakin--kan? Masalah tumbal itu udah nggak ada?!" tanya Alex, dia harus mendengar pengakuan Amran lagi. Agar dia lebih yakin.


"Jika pun ada, mereka ndak bisa menumbalkan orang luar!" ujar Amran, wajah glowingnya masih sangat antusias. "Pokoknya kalian aman, asal nurut sama perkataanku!" lanjut Amran, persis seperti lanjutan perkataanya di awal pembicaraan mereka di bandara tadi.


Alex merasa lega, meski tak 100%. Perkataan Amran sepertinya benar, karena di Vidio Tara. Polisi Khusus itu mengatakan bahwa, warga sekitar menumbalkan gadis-gadis dan pemuda-pemuda dari desa itu secara bergiliran.


Tara tak pernah mengatakan ada tumbal dari luar desa, tetapi kenapa Tara dan Timnya hilang begitu saja saat itu.


Mungkin kelakuan kakak Alex yang sok tau dan sok jadi pahlawan yang menyebabkan dia hilang. Pemikiran Alex tak bisa menebak hal lain.


Alex sangat mengenal kakaknya Tara, meski mereka jarang sekali ngobrol atau bertatap muka. Selain karena Tara angota Polisi yang sibuk, Alex juga sangat tak menyukai kakaknya itu.


Alex selalu saja menghindari kakaknya di berbagai macam kesempatan.

__ADS_1


__ADS_2