
Alex mengaruk bagian belakang kepalanya, padahal tak gatal sama sekali. Alex bingung, jawaban apa yang akan dia berikan pada gadis belia di depannya.
"Nggak penting-penting banget, kan kak?" tanya Indri lagi.
Raut wajah gadis belia itu menunjukkan ketakutan yang nyata, sehingga Alex merasa gelagepan saat ingin mengatakan alasannya.
"Gue harus nyari abang gue!" akhirnya Alex mengutarakan isi hatinya kepada Indri, keinginan terpendam yang tak bisa dia bicarakan dengan kedua sahabatnya, bisa dengan lancar ia katakan kepada gadis belia itu.
"Jangan-jangan...!" Indri mengangkat kedua tangannya, dia mengunakan kedua telapak tangannya untuk menutupi mulutnya yang sedang menggangga lebar karena terkejut.
"Kakak ini ada hubungannya sama para petugas polisi yang hilang tahun lalu?" tanya Indri, gadis belia itu menekan rasa terkejutnya.
Alex menjawab dengan anggukan, dan Indri menjadi semakin tak tau arah.
"Nggak usah dicari, kak!" Indri merengek, entah apa yang gadis belia itu pikirkan.
Dia baru saja mengenal Alex beberapa menit yang lalu, tetapi gadis itu sudah berani bersikap manja seperti itu pada Alex.
"Saya mohon kakak pulang dulu saat ini, bulan depan kakak bisa kesini lagi!" ujar Indri.
Alex tertegun juga dengan rengekan Indri, lelaki itu sudah menghadapi puluhan wanita dengan berbagai macam sifat sebelumnya, namun Alex bisa dengan mudah mengabaikan setiap wanita itu. Tetapi kali ini dia merasa harus menuruti perintah Indri, yang didasari oleh alasan yang tak masuk akal ini.
Mata mereka saling bertautan pandangan, Indri dengan wajah manis yang memelas ingin permintaanya dituruti oleh Alex. Sementara Alex dengan mata yang bersinar takjub karena ekspresi Indri yang seperti itu membuat wajah Indri semakin cantik dan unik.
__ADS_1
"Tapi gue..."
"Saya mohon kak, percaya sama saya!" Indri masih meyakinkan Alex.
Alex terdiam dengan pandangan yang masih tak mau lepas dari manik mata Indri di depannya.
"Kakak bisa ke sini saat bulan April!" ujar Indri.
Tangan mungil yang hangat Indri meraih salah satu telapak tangan Alex. Indri menggenggam tangan Alex, memberi kehangatan dan keyakinan pada lelaki tampan itu.
'Apa gue harus balik?' tanya Alex dalam hatinya. 'Kenapa gue merasa, perkataan gadis ini ada benarnya?".
"Memangnya apa yang akan terjadi jika bulan merah itu muncul?" tanya Alex.
Alasan Indri adalah, jika Bulan Merah muncul maka akan terjadi bencana di desa ini. Alhasil Alex sangat penasaran kenapa bisa ada Bulan Merah, kayak di serial kartun Naruto saja.
"Jika saat itu tiba, para tetua desa akan menghilang sementara di malam Bulan Merah.
"Biasanya akan ada satu gadis di desa ini yang hilang di malam Bulan Merah itu.
"Saya tak tau apa yang terjadi dengan gadis yang hilang itu, sebab saya tau hal itu karena ibu saya menggatakan hal itu pada saya. Saya sendiri sihhh, nggak pernah mengalaminya secara langsung," Jelas Indri.
Hujan deras dengan angin yang lumayan kencang sedikit mereda, suara Indri yang sedang bicara juga semakin terdengar jelas di telinga Alex.
__ADS_1
"Tetapi dua tahun terakhir, Bulan Merah muncul setiap tahun di bulan Maret! Dan saya menyaksikan semuanya sendiri!" kata Indri, mimik wajahnya yang tadinya menyedihkan semakin terlihat memelas.
Kejadian Bulan Merah seolah telah merenggut sesuatu yang amat berharga darinya.
"Bulan Maret 2020, aku kehilangan Ayah dan Ibuku!" ujar Indri, manik matanya mengeluarkan butiran air bening begitu saja.
"Lalu tahun berikutnya, ada tiga orang luar yang hilang," kata Indri, kesedihan diwajahnya berubah menjadi ekspresi ketakutan. "Lalu ada tiga warga desa yang hilang di tahun 2020, kembali lagi ke desa ini.
"Tanpa luka apa pun, tetapi mereka tidak mengingat ingatan ketika mereka menghilang dari desa!".
"Karena kejadian itu, para warga desa menyembunyikan orang-orang luar yang datang ke sini.
"Mereka mengumpulkan sebanyak mungkin. Lalu ketika Bulan Merah muncul, para orang luar itu akan dibawa ke Benteng yang berada di ujung desa ini.
"Para warga desa berharap bisa mengembalikan seluruh warga yang hilang di tahun 2020!"
Alex bahkan tak mampu berkedip saat Indri menjelaskan. Karena penjelasan Indri, sama sekali tak bisa ia terima di akal sehatnya. Tetapi penjelasan Indri ini, sudah bisa menjadi bukti. Bahwa orang-orang yang dikabarkan menghilang setelah mengunjungi desa Air Keruh, hilang bukan karena hal-hal mistis. Tetapi para warga desa yang telah menyembunyikan orang-orang itu.
"Sebaiknya kakak pergi dari sini sebelum gelap!" ujar Indri.
Alex segera memeriksa arloji di tangannya. Jam digital merek Adidas itu menunjukkan angka 17:30, ia hanya punya waktu sekitar setengah jam untuk membujuk Jihan dan Bayu.
Alex tak bisa berpikir tentang hal lain, lelaki itu segera pergi dari pos kampling. Dia meninggalkan Indri tanpa pamit ataupun trimakasih.
__ADS_1
Alex berlari menembus hujan, dia tak peduli lagi jika setelah ini dia akan jatuh sakit. Padahal tubuh kekarnya itu sangat sensitif terhadap air hujan, tetapi Alex masih saja memaksakan dirinya berlari menembus rintikan tanggisan bumi sore ini.
Dia harus segera sampai di rumah Sandi dan membawa kedua sahabatnya pergi dari desa terkutuk ini.