
Alasannya tepat sekali, karena sifat dan kelakuan kakaknya yang tidak disukainya.
Tara lebih berani dari Alex, lebih kuat, lebih cakap, lebih pintar serta lebih tampan. Siapa yang mau berada di dekat orang sesempurna Tara untuk waktu yang lama.
Alex hanya merasa kecil dan tak berharga saat disandingkan dengan kakaknya. Dirinya seolah adalah noda minyak yang ada di kerah kemeja putih, hanya semacam kotoran yang mengganggu.
Apa lagi karisma dan juga kewibawaan kakaknya, tak bisa disetarakan dengan apa pun. Rektor di kampus Alex bahkan tak bisa menandinggi hal itu.
Tara itu ibarat malaikat dan Alex adalah iblis. Semua kebaikan ada di Tara dan kejelekannya di Alex. Dia selalu iri pada kakaknya, karena dia tak bisa seperti kakaknya yang sangat luar biasa di mata semua orang.
"Kita sudah sampai!" ujar Amran.
Lelaki berwajah oriental itu langsung turun dan membuka bagasi mobil yang berada di belakang. Alex masih dengan wajah kecutnya yang malas, dia sama sekali tak punya semangat juang. Meski saat ini dia sedang berencana mencari hilangnya sang kakak.
"Ayo Lex! Turun!" ajak Bayu.
Alex memandang ke arah Bayu yang duduk di kursi belakang tanpa Jihan.Ternyata Jihan sudah turun duluan, wanita tomboy itu sepertinya sudah kehilangan rasa takutnya.
"Gue sebenarnya kagak yakin, Bay!" ujar Alex.
"Elu pikir gue juga yakin?" tanya Bayu balik. "Ini cuma demi Noron, chanel kita! Penghasilan kita!" ujar Bayu dengan nada menggurui.
"Gue tau!!!" Alex menghempaskan nafasnya dengan berat. Berkali-kali dia telah melontarkan alasan ini pada Bayu, tapi sahabat karibnya itu tak pernah mau mengerti. "Gue nggak mau Bang Tara sampai ketemu!" ujar Alex tegas.
"Kita ke sini nggak nyari Bang Tara!" ujar Bayu dengan nada yang lebih tegas dari Alex.
__ADS_1
Alex menunduk lesu, puluhan kali juga Alex mendengar kalimat itu dari mulut Bayu.
"Kita hanya pura-pura. Ini hanya gimik. Seperti Youtuber-Youtuber lain!!!" Bayu mencoba meyakinkan Alex.
"Elu yakin gue bisa?" tanya Alex.
"Gue yakin!!! Tadi elu bagus banget pas bikin story. Elu pasti bisa Lex! Percaya sama gue!"
Alex masih menunduk tak percaya diri, selama ini konten yang dia buat di Youtube mengusung tema tanpa gimik dan juga penipuan. Benar-banar menyajikan ke aslian setiap tempat-tempat horor yang mereka telusuri.
Kemistisan dan cerita-cerita horor yang ditayangkan di chanel Youtube Alex, selalu didasari oleh unsur yang tak mengada-ada.
Bahkan chanel Noron dibuat untuk mengulik dan membahas tentang keaslian vidio ataupun cerita horor yang beredar di internet.
Wajah penuh brewok tipisnya sangat antusias sekali. Lelaki yang lahir di Jakarta Selatan tapi nggak jadi anak gaul Jaksel itu, sudah membayangkan pengikut kanal Youtube Alex akan bertambah derastis setelah dia berhasil menayangkan vidio pencarian Bang Tara di desa mistis ini.
Harapanya benar-benar sangat besar kali ini, cita-cita menjadi Youtuber paling sukses di Indonesia mungkin akan segera terwujut.
Bayu yang penuh semangat langsung keluar dari mobil meninggalkan Alex yang masih tak tau harus berbuat apa.
Kegundahannya tak bisa dilukiskan dengan kata-kata mutiara. Alex merasa kesalahan besar jika berbohong pada pemirsa yang sudah setia mengikuti chanel horornya.
"Nggak turun?" tanya Amran pada Alex yang kembali ke kursi kemudi.
Tampaknya lelaki berkulit cerah itu sudah selesai memindahkan isi bagasi mobil yang rombongan Alex bawa.
__ADS_1
Alex pun turun, dia tak punya pilihan lain. Bagaimanapun chanel Youtubenya bukan miliknya sendiri. Dia hanya berperan sebagai presenter yang bicara di depan layar. Yang mempunyai ide cerita untuk isi konten dan yang merekam semua adalah Jihan dan Bayu.
Alex tak bisa berbohong pada penontonnya, namun dia lebih tak bisa jika harus membuat kedua sahabatnya kecewa.
"Kita bisa mulai dari sini Bay!" ujar Jihan pada Bayu.
Mereka berdua tampak sangat antusias dengan pemandangan sekitar yang menurut Alex biasa saja.
Seperti perkampungan pinggiran pada umumnya, tak ada yang istimewa. Hanya saja jalan di Desa Air Keruh ini masih berupa bebatuan kecil belum di aspal.
Serta letak rumah warga yang tak serapat perkampungan lainnya. Desa ini luas, namun jumlah Kartu Keluarga di Desa ini hanya sekitar 200 lembar.
Artinya manusia yang tinggal di Desa yang dipimpin oleh Kapala Desa yang bernama Pak Robi ini tak lebih dari 1000 jiwa.
"Ini rumah yang akan kita tempati nanti!" ujar Amran.
Alhasil Bayu dan Jihan yang sedang asik mencari spot untuk direkam. Segera menoleh ke arah Amran yang sibuk menenteng kedua tas besar, tak lain dan tak bukan adalah barang bawaanya sendiri.
Bayu dan Jihan segera berjalan ke arah mobil dan mengikuti langkah Amran memasuki pelataran sebuah rumah sederhana.
"Keknya kosong ni rumah!" ujar Bayu.
Rumah yang sekarang berada di hadapan mereka tampak begitu sunyi, meski terawat dengan baik. Wajar jika Bayu bilang rumah ini kosong, karena satu lubang pintu atau jendela saja tak ada yang terbuka padahal hari masih terang benderang saat ini.
Rumah dipedesaan harusnya tak mengandalkan AC untuk sirkulasi udara. Rumah di depan rombongan Alex ini tampak begitu mencurigakan.
__ADS_1