
"Jadi mereka hilang di desa ini dua tahun yang lalu. Lalu tahun kemarin, Tim Bang Tara hilang juga di desa ini!" kata Alex. Lelaki itu masih belum bisa menebak, apa yang sebenarnya terjadi di desa ini.
Alex, Bayu dan Jihan memandang ke arah Sandi sangat intens. Sehingga mereka tidak sadar Amran memperhatikan ekspresi di wajah ketiganya dengan tatapan yang tajam dan mendalam.
"Jadi misteri orang hilang itu, pertama kali terjadi dua tahun yang lalu?" tanya Bayu.
"Bener mas!" Sandi terlihat begitu sangat terbuka pada kelompok Alex.
"Dua tahun yang lalu, temen baik saya juga ikut hilang, mas!" ujar Sandi. Wajahnya yang sudah sayu, bertambah memyedihkan.
"Teman baik kamu?" Jihan ikut menimpali.
"Iya mbak. Hampir separuh penduduk desa ini hilang saat kejadian Hujan Teluh malam itu!" kata Sandi.
"Hujan Teluh?!" Alex, Bayu dan Jihan mengatakan kalimat itu secara bersamaan. Karena mereka semua sama-sama kaget saat mendengar istilah itu.
"Jadi dulu sekali, saat Desa ini baru dibangun. Terjadi perselisihan antara Desa Air Keruh, yang dihuni oleh orang-orang Jawa yang bertransmigrasi ke tempat ini dengan penduduk asli daerah ini.
"Karena orang-orang asli daerah ini menganut hukum rimba, terjadilah bentrok senjata di perbatasan Desa ini dan Desa Pilip milik warga asli.
"Hal itu mengakibatkan beberapa orang dari Desa Air Keruh terbunuh.
"Karena Dendam yang tak berkesudahan. Warga Desa Air Keruh bersekutu dengan Siluman dan membunuh sebagian besar penghuni Desa Pilip dengan ilmu TELUH.
__ADS_1
"Itulah kenapa kejadian itu disebut dengan tragedi HUJAN TELUH!" jelas Sandi panjang lebar kepada Tim Alex.
Sementara itu Amran hanya mengamati ekspresi dan gerak-gerik setiap orang yang berada di sana.
"Lalu HUJAN TELUH yang kalian maksut itu, apakah menimbulkan karma lain?" tanya Jihan. "Bagaimanapun, Teluh adalah termasuk aliran ilmu hitam. Dan mengunakan ilmu hitam secara brutal seperti itu, pasti ada harga yang harus dibayar sang penguna!" lanjut Jihan.
"Kurasa hilangnya setengah dari penduduk Desa dua tahun yang lalu, serta Rombongan Pak Tara di tahun berikutnya," Sandi tak berani memandang mata ketiga saat mengatakan hal ini. "Adalah harga yang harus dibayar oleh Desa ini!" ucap Sandi.
"Abang gue dan rekan-rekannya nggak ada hubungannya dengan HUJAN TELUH itu, kenapa jadi ikut ilang?" Alex sangat kesal.
Baru kali ini dia terlihat amat kesal saat membicarakan hilangnya kakaknya. Padahal dia selalu bilang, dia merasa bahagia karena kakaknya sudah menghilang dari muka bumi ini.
Semua terdiam tak mau mengatakan apa pun. Alex memang terlihat seperti pemuda yang polos dan tidak suka berkelahi. Tetapi siapa yang menyangka jika Alex sangat mengerikan ketika sudah terpancing emosi.
Ayah dan ibunya memaksanya berlatih karate karena kakaknya pandai beladiri. Padahal Alex adalah orang yang sama sekali tidak tertarik dengan olahraga apa pun.
Alex lebih senang duduk di rumah, bermain game atau menyelesaikan soal-soal matematika yang sangat disukai.
Tetapi kedua orang tuanya selalu mendesak Alex supaya Alex bisa menjadi seperti kakaknya yang super sempurna.
Ganteng, berwibawa, jenius dan sangat pandai bela diri. Tentu saja Tara sangat pandai melakukan bela diri, karena lelaki itu bekerja di badan keamanan negara.
Tak masuk akal jika Alex yang hanya berpangkat, rakyat biasa terlunta-lunta itu. Harus menguasai ilmu beladiri setingkat kakaknya, untuk apa?
__ADS_1
Hanya membikin lelah tubuhnya saja!
'Jadi sebenarnya siapa yang menculik Bang Tara yang kuat itu?!' tanya Alex dalam hati. 'Apa benar, makhluk yang udah nyulik abang gue. Bukankah manusia?'.
'Atau jangan-jangan dua gadis yang muncul di mimpi gue! Ada hubungannya dengan hilangnya kakak gue satu tahun yang lalu!'
Alex mencoba mengingat-ingat dengan detail isi mimpinya siang tadi. Mimpinya saat ia berteduh dengan gadis belia yang imut dan syari.
Ia masih terbaring dengan mata terbuka, wajahnya lurus memandang ke arah plapon langit-langit kamarnya. Alex semakin yakin, jika kata-kata gadis berhijab yang ia temui di tengah hujan saat ia bermimpi, pastilah benar.
'Nggak mungkin ada hantu memakan manusia-kan??? Kalau memang hantu bisa memakan manusia, pasti manusia di bumi ini sudah punah sejak lama!' batin Alex. 'Gue yakin Bang Tara sama anggota timnya pasti masih hidup! Dan menemukan mereka adalah tugas gue sekarang!'.
Alex menghela nafasnya panjang, lalu memiringkan badannya untuk melihat aktivitas yang dilakukan oleh Bayu.
Saat ini Bayu sedang duduk di pojok kamar, di atas kursi satu-satunya di kamar itu. Lelaki Jawa itu sedang mengamati layar laptopnya yang sedang memutar sebuah video.
"Lagi lihat apa kamu, Bay?" tanya Alex.
"Rekaman tadi sore pas hujan itu!!! Kelihatannya bisa kita gunakan sih, bagus Anglenya!" ujar Bayu tanpa mengalihkan fokus pandangannya dari laptop di depannya.
Jam menunjukkan pukul sebelas malam, Sandi dan Amran sudah tidur di kasur lantai yang di pasang dadakan di ruang tengah. Sandi tidak bisa pulang ke rumahnya, karena dia takut jika harus pulang dari sana, di saat hari sudah sangat malam. Sementara Jihan menempati kamar depan, Bayu dan Alex berada di kamar kedua rumah itu.
"Pause bentar deh, Bay!" kata Alex tiba-tiba.
__ADS_1
Karena Alex melihat sosok bayangan gadis berjilbab yang muncul didalam mimpinya siang tadi.