Cinta 2 Negara

Cinta 2 Negara
Awal penderitaan farrah


__ADS_3

sejak saat itu hidupnya sangat menderita, dia harus banting tulang untuk kebutuhan hidupnya sehari, dia juga harus membayar hutang2 ayahnya.


Siang itu Farrah merasa lelah, dia pulang kerumah untuk beristirahat sejenak, entah kenapa.. matanya melihat sebuah kotak kecil dibawah almari baju ibunya.


"apa ini.. " ucapnya dalam hati sambil membuka sebuah kotak kecil itu. Didalamnya terdapat foto lama yang bertuliskan nama KIM TAE HEE dan beberapa surat dan sebuah buku harian. "siapa foto ini.. kenapa ibu menyimpannya..?? ucapnya lirih sembari membuka buku harian yang sepertinya itu milik ibunya. Perlahan dia membaca buku harian itu, tak terasa air matanya mengalir, dia tidak menyangka betapa tersiksanya ibunya selama menikah dengan totok ayah tirinya itu.


" FARRAHHH.. dimana kamu.. sini cepat, aku lapar.. " teriak ayahnya yang baru pulang dalam keadaan mabuk


" iya.. sebentar pak.." katanya sambil menutup kotak itu dan menyimpan kembali didalam almarinya.


Farrah berjalan menuju dapur, memasak sesuatu untuk dimakan ayahnya.


"lama banget.. aku ini sudah lapar.. dasar anak tidak tau diri." umpat sang ayah yang kelaparan.


setelah melayani ayahnya, dia kembali kekamar dan melanjutkan membaca buku harian milik ibunya itu.. di halaman terakhir, ibunya menulis sebuah cerita yang mengejutkannya. " anakku Farrah mungkin ini sudah saatnya engkau mengetahui ini sayang, kebenaran tentang ayah kandungmu, sejak kecil kau selalu menanyakan siapa ayah kandungmu, ibu selalu menyangkal keberadaannya. tp tidak untuk saat ini nak. ibu merasa umur ibu tidak akan lama lagi. sebenarnya ayah kandungmu berkebangsaan Korea, ibu berhubung dengannya saat ibu bekerja disana sebagai pembantu, iya sayang.. dia lelaki baik yang pernah ibu temui selama dikorea, dia yang ada difoto itu, KIM TAE HEE seorang tuan muda yg baik dan tampan. Dia ayahmu, lelaki yg menyayangi ibumu dng tulus apa adanya. Namun takdir memisahkan kita karna kasta dan derajat kita berbeda, majikan ibu mengusir ibu dan terpaksa ibu harus kembali ke Indonesia. saat itu ibu sedang mengandung mu Farrah. Carilah ayahmu nak, entah dia masih hidup atau sudah tiada, foto ada dikotak beserta surat2 darinya, disitu tertera nama dan alamat ayahmu. carilah dia nak.. tinggalkan ayah tirimu dan maafkan ibu "


" ibu... " tangis Farrah, " aku merindukanmu Bu.. bagaimana caraku mencari ayah Bu.. untuk mencari makan sehari2 saja susah.. " keluhnya sambil memeluk foto ibunya.


Malam itu terasa sangat dingin, karena habis hujan. Farrah berjalan menyusuri jalan setapak menuju rumahnya setelah pulang dari tempatnya bekerja.


sesampainya di rumah, Farrah disambut dengan wajah garang sang ayah, " kenapa malam sekali pulangnya.. Sampek jamuran aku nunggu kamu, ayo.. cepat bagi uang.." maki ayahnya dengan memukul kepala Farrah layaknya anak kecil yang bandel


" Farrah nggak punya uang pak.."


" ahhh.. bohong kamu.. " gertaknya sembari merebut tas yang dipakai Farah


" jangan pak, aku mohon.. itu untuk makan besok pak.."


" aku nggak peduli,, " katanya sambil pergi meninggalkan Farah yang menangis.


" ya Tuhan.. kenapa hidupku seperti ini, dari mana aku bisa ke Korea cari ayah coba kalau seperti ini.." keluhnya lagi..


Farrah masuk kedalam rumah, membersihkan badannya dan tidur. Saat pagi tiba, Farrah kaget bukan kepalang. Tiba2 ayah tirinya masuk kamar dan menyeret tubuh Farah sampai jatuh tersungkur.


" bapak ada apa ini..?? tanya nya


" sudah ayoo ikut bapak, ada yang ingin bertemu denganmu, ayoo cepat bangun trus mandi, bapak tunggu.." ucapnya


Farrah menuruti perkataan ayahnya itu, dan kemudian keluar kamar menuju ruang tamu. " ternyata ada tamu, saya buatkan kopi dulu ya pak.." ucap Farrah sopan


sambil tersenyum lelaki itu menggangguk cepat.


tak berselang lama, Farah keluar dengan nampan ditangannya. " anakmu manis juga ya tok.. boleh juga, kamu mau berapa.. ?? tanya pria setengah tua itu pada totok ayah tiri Farrah.


" syukurlah kalau bos suka, masalah permintaan saya,, nanti saja saya ketempat bos sendiri sambil membawanya," jawab totok


Mendengar percakapan ayah dan tamunya itu, perasaan Farah tidak enak. Dia langsung masuk kamar dan berkemas, dia takut kejadian setahun yg lalu terulang kembali. Dimana dia dipaksa ayahnya untuk melayani teman judi ayahnya karna kalah dalam perjudian. Dan saat itu menjadi hari terkelam Farah, yang membuat Farah harus kehilangan ibunya.


tiba- tiba pintu kamarnya dibuka, " kamu sedang apa.. mau kabur..?? tanya totok berkacak pinggang


" mau kabur lagi, kali ini kamu tidak akan bisa lolos.. bosku tadi mau menjadikanmu istri ke 3 nya, dia menjanjikan aku uang yang banyak, besok kau harus menikah dengannya.. mengerti.. !! gertaknya


" Farah nggak mau pak, nggak akan mau..!! bantah Farah

__ADS_1


Plakk.. sebuah tamparan mendarat dipipi mulus Farah, ya ayah tirinya itu menampar, memukul Farah hingga Farah pingsan.


Saat Farah tak sadarkan diri, totok mengurungnya dalam kamar terkunci.Dia khawatir anak tirinya itu akan melarikan diri seperti dulu. Sambil tertawa terbahak- bahak dia pergi meninggalkan rumah dan pergi ke bar untuk minum-minum


Semalaman Farah tak sadarkan diri, pagi itu dia bangun dan merasakan badannya sakit dan sedikit pusing. Farah berusaha bangun dengan segenap tenaga, dia menghampiri pintu " busyet.. kenapa dikunci.. " katanya sambil memegang gagang pintu.


" pak.. tolong buka pak.. Farah janji.. nggak akan kabur, Farah mohon.. buka pak.." teriaknya merengek


Setelah capek menggedor- gedor pintu, akhirnya Farah menyerah, dia kelelahan dan merasa lapar, dari kemaren siang dia tidak makan apapun.


Sejenak dia terdiam, lalu bangkit.. Farah mengambil kembali tasnya dan memasukkan kotak milik ibunya kedalam tas itu. " aku harus kabur dari sini, kalau tidak bapak sialan itu akan menjualku," ucapnya dalam hati.


Dengan segenap tenaga dia mencari benda yang keras untuk memecahkan kaca jendelanya, karna dia. yakin ayahnya tidak ada dirumah, ini kesempatan baginya untuk segera melarikan diri.


" ketemu... " ucapnya dengan tersenyum lalu mengayunkan benda yang ada ditangannya itu ke arah jendela.


pyaarrrr... Farah memecahkan kaca jendela kamarnya dengan palu yang dia temukan dibawah kolong mejanya.


Dengan sangat cepat Farah memanjat dan akhirnya..


Bruggghhh.. dia terjatuh tepat disamping rumahnya, dengan sisa tenaganya dia berlari menjauh dari rumah itu.


sesampainya diujung jalan, tidak disengaja dia berpapasan dengan ayah tirinya, " farahhh.. mau kaburrr kemaanaaa kamuuu..??? teriak totok sambil berlari mengejar Farah..


Farah berlari sejauh mungkin.. sejauh yang dia mampu.


Dalam pelariannya yang tanpa arah, Farah merasa sangat kelelahan, dia masih berlari, padahal totok sudah sangat jauh tertinggal dibelakang. Perasaannya takut yang menyelimuti nya semakin besar, hingga tak sengaja dia menabrak seorang perempuan cantik setengah baya, kira-kira berumur 50 tahunan.


wanita itu hanya diam dan menatap Farrah dengan tatapan heran.


sambil tersenyum dia berkata, " tidak apa-apa.. kamu kenapa.. seperti dikejar-kejar orang.. ayo masuk kemobil saya.


Tanpa berfikir panjang Farah pun masuk ke mobil itu.


" saya Ratri.. saya pemilik restoran tadi.. sepertinya kamu sedang dalam masalah.. kalau kamu mau cerita silahkan, kalau tidak saya tidak memaksa," ucapnya dengan lembut. Sejenak Farah teringat ibunya, dia menangis, mencurahkan segala isi hatinya pada bu Ratri, wanita yang baru saja dia kenal.


Totok sangat marah karna kehilangan jejak Farah, " bangsatt.. dasar gadis tolol.. " umpatnya


" kok bisa-bisanya dia kabur, gagal semua rencana ku, gagal aku mendapatkan uang dari bos Tejo.. kuranga ajar Farah.. awas saja kalau ketemu, aku bunuh dia." umpatnya sambil membanting pintu.


Akhirnya Farah sampai dirumah ibu Ratri, rumah mewah dihadapannya membuatnya tercengang dan bergumam, " astaga ibu.. ini rumah ibu.. ibu tinggal sendirian disnit.. dirumah sebesar ini.." ucapnya bertanya pada bu Ratri.


sambil tertersenyum simpul Bu Ratri menjawab, " kamu ini.. jangan terlalu memuji saya, ayo masuk.. " sambil menggandeng tangan Farah layaknya mereka sudah lama saling kenal.


Waktu di mobil mereka banyak bercerita satu sama lain, ibu Ratri seorang janda 1 anak, almarhum suaminya meninggalkannya banyak harta termasuk restoran yang dikelolanya saat ini, anak semata wayangnya sekolah di korea, dia tinggal sendiri dan hanya ditemani pembantu-pembantu dirumah.


" makanlah.. setelah itu mandi dan tidur ya, kita lanjutkan obrolan kita besok pagi.. " ujarnya pada dan membelai rambut Farah dengan lembut


" terimakasih banyak Bu Ratri sudah sangat baik sama saya.. " ucap Farah tersenyum, dan dibalas senyum pula sama Bu Ratri.


Malam itu Farah tidur dengan nyaman di rumah mewah milik Bu Ratri, kamarnya luas, bersih dan wangi dengan kamar mandi berada didalamnya. Tersungging senyum dibibir manisnya pertanda dia sangat bahagia terlepas dari ayah tiri yang kejam yang ingin menjualnya.


Malam berlalu dan digantikan pagi dengan sinar matahari yang menghangatkan. Pagi itu Farah bangun, dia menuju dapur setelah membersihkan badannya. Farah merasa tidak enak kalau hanya tiduran, dia berusaha mencari pekerjaan didapur.

__ADS_1


" pagi.. bi.. saya Farah.. Bu Ratri yang membawa saya semalam.. ada yang mungkin bisa saya bantu..??? tanya nya pada salah satu pembantu di rumah itu


" saya bi Inah mbak.. dan ini Yati adik saya, kami berdua kebetulan bekerja bersama di sini, kalau mau potong sayur boleh, itu dimeja, silahkan.. " ujar bi Inah


" gadis secantik kamu kenapa pergi dari rumah.. " tanya bi Yati penasaran.


" ceritanya panjang bi.. nanti ka..." ucap Farah terpotong karena tiba-tiba Bu Ratri menyapa mereka semua yang ada di dapur.


" selamat pagi semuanya, ngobrol apa kok seru sekali, kedengeran Lo Sampai ruang tengah." ujarnya sambil tertawa.. " maaf nyonya besar, kami berisik ya" ucap Yati sambil bergumam dan menggerutu " tuh kan mbakyu.. nyonya kebrisikan sama suaramu.." ucapnya lagi..


Seketika semua yang ada didapur tertawa dibuatnya.


Setelah sarapan, Bu Ratri mencoba berbicara pada Farah, " farah.. apa benar kamu mau pergi kekorea.. mencari ayah kandungmu..??? tanya Bu Ratri


" saya sangat ingin pergi Bu, tp uang saya belum cukup untuk itu.." ujarnya " saya masih harus cari pekerjaan dulu" tambahnya..


" kalau kamu memang benar-benar mau, saya bisa bantu, saya akan hubungi Wisnu anak saya, dia pasti bisa bantu kamu disana nanti" kata Bu Ratri


" benarkah Bu.. benarkah ibu mau membiayai saya pergi Korea.." tanya Farah tidak percaya..


" iya.. ibu serius.. itu kalau kamu mau.. " ucapnya " kamu anak baik Farah, dan ibu percaya kalau kamu pasti akan menemukan ayah kandungmu.. " ucapnya sambil memeluk Farah..


Tanpa sadar air mata Farrah jatuh tak tertahankan. Tangisan bahagia, serta secercah harapan untuk bertemu dengan ayah kandung nya seperti didepan mata.


Berangkat ke Korea


Dengan bantuan ibu Ratri dan putranya wisnu, akhirnya Farrah bisa berangkat ke Korea.


" Hati2 ya Farrah.. sampaikan salam ku pada Wisnu, jangan lupa Sampai disana segera telpon ibu.. okey.." pesan Bu Ratri pada Farrah.


" terima kasih Bu.. saya akan segera mengabari setelah sampai sana.." ucap Farah sembari memeluk ibu Ratri.


Setelah beberapa jam, Farrah sampai di bandara Incheon, disana sudah ada Wisnu yang sedari tadi menunggunya. Dengan selembar karton bertuliskan nama Farah yang dia bawa agar Farrah mengenalinya, dia menentengkannya keatas tepat didepan kepalanya.


" Hay.. Wisnu kan.. " tanya Farah dengan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


" Farah kan.. ?? jawabnya singkat


Mereka pun berjabat tangan, karna memang itu pertemuan pertama mereka. Wisnu mengantar Farrah ke apartemen yang memang sudah dipersiapkan Bu Ratri untuk tempat tinggal Farrah selama dikorea. Apartemen tempat Farah tinggal tidak jauh dari apartemen Wisnu. Wisnu seorang mahasiswa di sebuah kampus di Seoul dengan jurusan seni dan sastra Korea. Dan kebetulan dia bekerja di sebuah perusahaan agensi ternama dikorea, BigHit Interteiment.


Sesampainya di apartemen, " terimakasih banyak Wisnu, aku telpon ibumu dulu ya.. takutnya dia cemas." ucap Farrah.


" silahkan.. katakan kalau aku baik-baik saja " kata Wisnu meyakinkan " aku balik dulu ya, kalau butuh apaw jangan sungkan telpun aku," ucapnya lagi sebelum meninggalkan apartemen Farrah.


Setelah lima hari dikorea Farah merasa bosan dan bingung harus apa dan bagaimana cara mencari ayahnya. Farrah meminta Wisnu mencarika pekerjaan ditempat Wisnu bekerja, dan hari ini wawancara pekerjaan. Farah sudah bersiap dan rapi, tak lama kemudian Wisnu datang menjputnya.


" are you ready.." tanya Wisnu menggoda Farah yang gugup


" insyaallah sudah siap wis.. " jawabnya Farah penuh keyakinan.


Mereka berdua berangkat kekantor, tidak jauh jarak apartemen ke kantor, hanya 15 menit sudah sampai.


" ayo.. kita turun.. " pinta wisnu

__ADS_1


__ADS_2