
Hari ini Jimin dan teman-teman nya member bts melakukan konser. Mereka sudah berangkat ke bandara Incheon dan akan melakukan penerbangan ke LV Amerika.
s k i p
Satu Minggu kemudian konser selesai, para member dan kru mempersiapkan diri dan berkemas untuk persiapan pulang ke Korea besok sore.
" senangnya yang mau menikah, " ucap JK menggoda Jimin.
" calon pengantin tidak boleh marah saat digoda temannya, bukan begitu jin Hyung, calon kakak ipar." kata j hope
Jimin tampak malu, " apaan sih kalian.. " ucapnya.
Perjalanan pulang menuju ke Korea.
s k i p sampai Korea.
Di bandara farah sudah menunggu kedatangan Jimin. Dan yang ditunggu sudah menampakkan batang hidungnya. Bangtan sudah terlihat berjalan keluar, masih banyak awak media memotret dan mengabadikan kedatangan mereka. Farah masih tetap berdiri menatap kekasihnya, sampai akhirnya Jimin menyadari sesosok wanita anggun yang sedang berdiri memandangnya. Jimin melambaikan tangannya kearah Farah, terlihat senyumnya yang hangat namun agak sedikit lelah.
Jimin menghampiri Farah dan masih dalam pengawalan kru.
" aku merindukanmu bee.." ucapnya sambil memeluk farah, " I love you bee.." ucapnya lagi, memeluk Farah semakin erat.
" banyak yang melihat kita oppa, " ucap Farah mencoba melepas pelukan Jimin.
" biarkan saja, aku sangat merindukan calon istriku ini, " kata Jimin masih memeluk Farah malah semakin erat.
" uhuk.. uhuk.. " Farah terbatuk karena pelukan Jimin semakin erat padanya, " aku nggak bisa bernafas opo.." kata Farah.
" panggil aku bee.. aku ingin kau memanggilku seperti aku memanggilmu bee.." pinta Jimin melepas pelukannya dan menatap wajah Farah lekat.
" I Miss you bee.. " ucap Farah berbisik di telinga Jimin, dan berlari menjauh dari Jimin, dan memeluk jin kakaknya.
Jimin mengejar Farah dan ingin memeluknya lagi, namun jin menghalanginya dengan memeluk Farah. Jin memandang wajah jin dengan kedipan matanya.
" awas saja nanti " ucap Jimin dalam hatinya.
Member Bangtan masuk mobil yang sudah dipersiapkan untuk mereka masing-masing. Kecuali Jimin yang tiba-tiba masuk ke mobil Farah, di samping Farah.
" oppa kau sedang apa..??? "
" panggil bee..
" what..
Jimin menatap Farah, tatapannya penuh cinta yang membuat Farah salah tingkah. Farah menunduk karna tatapan maut Jimin membuat jantungnya berdebar kencang. Jimin mengangkat dagu Farah dan mendekatkan ke wajahnya, kini wajah Farah sejajar dengan wajah Jimin. Bibir mereka menempel, mereka hampir berciuman, namun tidak jadi karena kedatangan pak nam, supir Farah yang tiba-tiba masuk mobil.
Jimin yang kelabakan, menggeser duduknya agak jauh dari Farah.
" pak nam.. boleh aku aja yang bawa mobilnya..?? tanya Jimin.
" tentu tuan.. silahkan.." jawab pak nam
" oppa.. bukanya kita harus pulang, oppa harus istirahat kan..??? tanya Farah.
Jimin tidak menjawab, dia langsung turun setelah pak nam keluar dari mobil. Jimin pindah ke depan, menggantikan pak nam membawa mobil milik Farah.
" kamu nggak pindah disamping aku bee..?? ucap Jimin sambil tersenyum.
__ADS_1
Farah menuruti kata Jimin, dan pindah duduk disamping pangeran tampannya itu.
" kita mau kemana sihh oppa..?? tanya Farah, " pernikahan kita tinggal 3 hari lagi Lo.. aku takut kamu.." Farah belum selesai bicara Jimin menyumpal mulut Farah dengan ciuman yang tadi nggak jadi. Jimin menc*um Farah dengan sangat lembut.
S k i p mereka sampai di suatu tempat yang masih asing bagi Farah.
" kita dimana oppa.. ??" tanya farah
" ayo kita masuk bee.." pinta Jimin sembari menggandeng tangan Farah dengan mesra
Farah menurut.
" ini villa milikku.. dan akan jadi milik kita bee.." ucap Jimin
" oppa.. aku tidak butuh semua ini, cukup kau mencintaiku dengan tulus itu sudah cukup bagiku," tutur Farah.
Jimin masuk ke dalam, didalam sudah ada 2 orang pelayan dan seorang penjaga.
" selamat datang tuan muda.. " ucap tuan ahn Ji young, dia penjaga villa milik Jimin.
" siang pak ahn.. apa kabar?? Ucap Jimin
" baik tuan.. ini calon istri tuan Jimin.." tanya tuan ahn
" iya.. benar, ini Farah.. kami akan menikah 3 hari lagi, dan malam ini kami akan menginap di sini, tolong dipersiapkan semua kebutuhan kami ya..
" Siap tuan muda.." jawab semua assisten rumah tangga dan para pekerja lainnya.
Jimin memperlihatkan kamar mereka diatas.
" oppa.. !! " kata Farah tiba-tiba setelah masuk kamar
" kita tidur satu kamar.. apa tidak ada kamar lain..?? tanya Farah kembali
" memangnya kenapa..?? kita pernah melakukannya kan bee..
" iya aku tahu.. tapi itu kan dulu oppa, aku malu lah..
" apa be..?? kamu malu sama aku..?? tanya Jimin sambil tertawa..
" kok ketawa sihh..
" ya iyalah.. pasti aku tertawa, kamu tuh lucu, gemes tau nggak.." kata Jimin menggelengkan kepala.
" oppa..?? panggil Farah lagi, kali ini dengan suara manja.
" ehhmmm..
Sambil memeluk Jimin dari belakang Farah membisikkan sesuatu ke telinga Jimin, " aku lapar.." katanya.
" ya ampun.. bee.. kau ini.. aku pikir kamu minta yang lain bee.." ucap Jimin sambil menggigit bibinya yang bawah
" wajah kamu mesuk oppa.." ucap Farah dengan merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Disusul Jimin yang kemudian merebahkan tubuhnya di samping Farah. Jimin menelpon assisten rumah tangga nya untuk mengantarar makanan ke kamar mereka.
Tak lama kemudian makanan datang.
tok.. tok.. tok.. suara seseorang mengetuk pintu kamar Jimin.
__ADS_1
" iya masuk.. " ucap Jimin dari dalam
Seorang pelayan masuk sambil mendorong kereta berisi makanan lengkap dengan minumannya.
" terimakasih ahjuma.. " kata Farah.
" sama-sama nona, silahkan menikmati tuan muda, nona.. saya permisi.." ucap pelayan itu
Farah mengangguk dan tersenyum, sementara Jimin masih sibuk dengan ponselnya.
" oppa.. ayo kita makan.." pinta Farah
" aku ingin kamu aja be.." ucapnya dengan tetap memainkan ponselnya.
" oppa.. kau sedang apa sihh..???
" iya sayangku.. boleh aku makan kamu..???
" oppa..
Jimin tertawa karena sudah berhasil menggoda Farah, dan membuat Farah cemberut.
Dan mereka makan bersama.
Di kediaman tuan Kim Tae hee
Tuan Kim dan seokjin masih sibuk dengan persiapan menjelang pernikahan Farah. Tanpa sepengetahuan Farah tuan Kim dan seokjin merahasiakan kedatangan ibu Ratna, ibu angkat farah. Ibu Ratna pun sudah hampir sampai di bandara Incheon.
Wisnu dan bitna yang menjemput nya di bandara.
" oppa.. kapan kita menikah..?? tanya bitna
" kau harus bertemu dengan mama ku dulu, baru kita memutuskan untuk langkah selanjutnya." ucap Wisnu
" omma sama appaku sudah tidak sabar ingin kau segera melamarku." ucap bitna lagi.
" bitna.. kau segalanya buat ku, aku sangat mencintaimu.." ungkap Wisnu memegang tangan bitna dan menciumnya.
Wisnu dan bitna sudah sampai di bandara, mereka menuju ruang tunggu untuk menunggu kedatangan ibu Ratna.
tak lama kemudian datang, Wisnu melambaikan tangannya menyapa mamanya.
" mama.. " ucap Wisnu sambil memeluk mamanya, sudah hampir 2 tahun sejak kedatangan Farah pertama kali kekorea dulu dia tidak bertemu ibunya.
" Wisnu anak mama.. " ucap Bu Ratna sambil mencium wajah anak semata wayangnya itu.
" ma.. ada yang mau meluk mama.. calon menantu mama.." kata Wisnu
Ibu Ratna melihat bitna dengan tersenyum, " ini bitna.. " memeluk bitna dengan penuh kasih sayang.
" lebih cantik aslinya ya.. dari pada di telpon.. " ucapnya lagi.
" terimakasih imo.. " ucap bitna menunduk karena malu.
" kita pulang yuk ma.. Wisnu sudah lapar.. " kata Wisnu..
s k i p perjalanan pulang ke apartemen Wisnu.
__ADS_1
** to be continue **