Cinta 2 Negara

Cinta 2 Negara
Aku Jatuh cinta Padanya


__ADS_3

Jimin masih diatas ranjangnya, badannya masih enggan meninggalkan kasurnya yang empuk.


Baru masuk ruang tamu aja Farah sudah ternganga melihat kemewahan apartemen itu, tidak ada apa-apanya dengan apartemen yang dia tempati.


RM meminta Farah masuk ke kamar Jimin.


" mwo.. saya masuk.. sendiri.." tanya Farah tak percaya dengan ucapan RM yang memintanya masuk kedalam.


" iya,, masuklah.. tidak apa-apa.!! ucap RM sekali lagi.


Farah membuka pintu kamar Jimin perlahan, gugup panik campur aduk dalam hatinya. Dia melihat Jimin masih tertidur dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Perlahan dia melangkahkan kakinya mendekati ranjang.


" kreetttt.. " suara pintu kamar terbuka, taehyung masuk kamar dengan nampan ditangannya, membawakan makanan untuk Jimin.


" tolong kamu suapin ya.. dari kemaren belum makan apapun.." kata taehyung sambil memberikan nampan itu ke Farah.


Farah menerima nampan itu dan berkata," ne.."


Taehyung berjalan mendekati Jimin, duduk ditepi ranjang dan mencoba membangunkan Jimin. Perlahan Jimin membuka matanya, " taehyungaa.. ada apa.. kepalaku masih berat.." ucapnya terbata-bata.


" lihat siapa yang datang, bangunlah aku dan lihatlah kejutan dariku.." ucap taehyung sembari membantu Jimin duduk.


Jimin kaget melihat siapa yang datang, seutas senyum tersungging di bibirnya yang pucat.


Farah pun tersenyum dan mendekati Jimin kemudian duduk disamping Jimin.


" makan ya.. saya suapin.." ujarnya dengan lembut.


" kenapa kamu ada disini.. pasti kalian kan mengganggu farahsii malam-malam seperti ini.. " keluh Jimin menatap taehyung.


" maaf jiminsii.. aku masih ada pekerjaan, Farah.. tolong ya.. pastikan makanan Jimin habis." ucapnya dengan gayanya dan mengedipkan sebelah matanya.


Jimin tersenyum sangat manis, dan hampir bersamaan dengan Farah yang juga tersenyum.


Jimin terus menatap wajah Farah saat Farah menyuapinya. Membuat wajah Farah merah menahan malu karna tatapannya. Mendadak suasana menjadi hening, karna diantara mereka masih canggung satu sama lain.


" apa kabar.. " tanya Jimin singkat


" saya baik jiminsii" jawab Farah menaruh piring kosong diatas nakes


" jangan panggil aku tuan, oppa aja. kedengarannya lebih akrab bukan.." katanya


Farah membalas dengan senyuman. Hatinya berteriak girang, mendengar ucapan Jimin.


" Kenapa.. kamu malu" tanya Jimin lagi seraya memegang tangan Farah.

__ADS_1


" ini seperti mimpi bagiku jiminsii.. maksud ku Jimin oppa.. " jawab Farah tertunduk.


" aku menyukaimu Farah, sejak pertemuan kita waktu itu.." ucap Jimin penuh harap.


Farah yang kaget dengan apa yang dia dengar, mencoba mengumpulkan kesadaran nya. Dia seperti hampir pingsan karna tidak percaya, dia ditembak seorang park Jimin.


Farah menatap wajah Jimin, kini wajah mereka sangat dekat semakin dekat. Jimin mencoba mencium Farah, mendekatkan bibirnya pada bibir Farah.


Farah hanya terdiam, tidak membalas ciuman itu, Farah masih diam setelah beberapa saat Jimin pun menjauhkan wajahnya.


" mianhae.. kamu pasti kaget dan belum siap, pertemuan kita singkat, dan memang secepat itu kamu sudah membuat aku jatuh cinta, " ucap Jimin dengan menatap wajah Farah yang semakin malu


" Kamu sudah menghabiskan makananmu, dan ini sudah sangat malam. saya harus pulang." kata Farah seraya berdiri dan berpamitan


Jimin menarik tangan Farah dan membuat langkahnya terhenti. " aku akan menunggu jawaban itu, jangan lama-lama.. " ucap Jimin tersenyum manis.


Farah menganggukkan kepala tanda nya di menyetujui ucapn Jimin. Farah keluar kamar Jimin dengan perasaan bingung tak karuan.


" farahsii.. kamu mau pulang.. ini sudah malam, apa nggak sebaiknya kamu menginap disini saja. " kata seokjin mengejutkan Farah


" saya pulang saja seokjinsii.. nanti kalau ada kesempatan saya akan datang lagi kesini." jawab Farah


" araso.. aku akan mengantarmu.." ucap jin


" gumawo seokjinsii.. " Ucap Farah


" panggil aku oppa, kita lebih pantas menjadi kakak adik kan.. " kata jin sambil menunjukkan wajah kiyowonya..


" okey seokjin oppa.." jawab Farah


Mobil seokjin menjauh meninggalkan apartemen Farah, kembali ke Mensionnya.


Sesampainya dia kamar, Farah langsung membersihkan badannya. Kembali teringat ucapan Jimin dipikirannya. Sebenarnya Farah juga mulai menyukai Jimin, dia berusaha memendam perasaannya karena Jimin seorang artis besar. Baginya akan sangat tidak mungkin baginya untuk mencintai Jimin.


Tapi ini diluar pemikirannya, ternyata Jimin juga mencintai nya.


" ahhh..." ucap Farah kesal


Farah kembali teringat kata bitna, tadi siang. " Dengan aku dekat dengan salah satu member bts akan membuka jalanku untuk menemukan ayah kandungku" gumam Farah dalam hati." Dan itu artinya aku memanfaatkan mereka dong" gumamnya lagi..


" aahhh tau aahh gelap.. " ucapnya sembari membenamkan wajahnya di bantal.


skipp..


Pagi itu seperti biasa Farah berangkat kerja, dan melakukan pekerjaan dengan baik. Menyapa temannya, sarapan bersama dengan Wisnu dikantin seperti biasa.

__ADS_1


Di mansion tempat para member bts


" ehemmm.. eheemmm.. ada yang seneng nihh.." ledek JK saat Jimin melintas didapur mencari sesuatu untuk dimakan.


" sepertinya tebakan kita benar dehh, V.. kalau semalam mereka sudah jadian...." ucap Suga meledek Jimin


Jimin hanya tersenyum mendengar para Hyung dan adeknya meledek dirinya.


Para member berkumpul didapur untuk sarapan. Hanya RM yang memilih untuk membawa sarapanya keatas, ke kamarnya. Dia merasa tidak suka dengan sikap Jimin, yang dengan mudahnya melupakan rose dan mulai menyukai gadis lain. Iya.. rose adalah sepupu RM, dan RM sangat mendukung hubungan Jimin dan rose.


Handphone Farah berdering, dan dia segera menjawabnya, " yeoboseyo.. ini siapa.. ?? tanya Farah


" ini aku.. park Jimin.. " ucap seseorang ditelpon yang ternyata itu Jimin, " boleh aq vc kamu.. sejak semalam aku merindukanmu Farah, " ucapnya lagi


Farah memindah mode vc pada handphone nya.


" kamu tau dari mana nomor handphone aku..?? tanya Farah.


" untuk hal seperti ini tidak sulit bagiku untuk mencari tau, ini sangat mudah Farah.. " jawabnya


Farah tersenyum mendengar ucapan Jimin yang merayu dirinya. Yang membuat Farah semakin salah tingkah.


" Kau masih sibuk, apa tuan Park membuatmu sesibuk itu, saat kau menjadi pacarku nanti aku akan membuatmu sibuk memperhatikanku," ucap Jimin gombal


" hentikan Jimin oppa jangan menggodaku lagi, aku masih harus bekerja, jadi aku matikan dulu ya.." pinta Farah.


" tunggu Farah.. aku hanya ingin tau jawabanmu untuk pertanyaanku kemarin.. " ucap Jimin serius


" untuk jawaban itu, sebaiknya kita bicarakan langsung saja, tidak enak kalau harus via telpon.. " jelas Farah.


" okey, kalau begitu.. bagaimana kalau kita dinner malam ini setelah kamu pulang kerja.. bagaimana..??


" jangan nanti malam Jimin, aku sedikit tidak enak badan,. aku akan pulang lebih awal malam ini. " jelasnya lagi, " nanti aku kabarin lagi setelah aku enakkan.." kata Farah meyakinkan Jimin.


" kamu sakit.. apa aku harus kesana.." ucap Jimin sedikit panik.


" anniyo.. tidak perlu Jimin oppa.. Wisnu yang akan mengantarku pulang, kamu Baru sembuh dan masih butuh istirahat kan.. " ujar Farah


" Wisnu teman kamu itu.. aku sudah baikan, aku tidak keberatan kalau aku harus menjemput dan mengantar mu pulang." ucap Jimin


" Jimin oppa.. aku dan Wisnu cuman berteman, dia sudah seperti kakak buatku. ibunya sangat baik mengangkat ku menjadi putrinya." jelas Farah


Mendengar ucapan Farah hati Jimin lega, ternyata Farah dan Wisnu hanyalah berteman, tidak lebih.


Farah menutup telponnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


__ADS_2