Cinta 2 Negara

Cinta 2 Negara
Bertemu Ayah Kandung


__ADS_3

Setelah beberapa jam akhirnya, Farah siuman. Kepalanya masih sangat pusing.


" tuan.. sepertinya nona itu sudah siuman, apa kau mau melihatnya.. ??


Tuan Kim langsung masuk ke dalam ruangan Farah, tanpa berkata sepatah katapun.


" agasi.. kau baik-baik saja.." ujarnya dengan tersenyum ramah..


" Saya tidak apa-apa tuan, saya pulang saja..!! jawab Farah.


" tunggu.. aku panggil dokter dulu.. atau kau bisa menghubungi keluargamu agar mereka tidak panik mencarimu.." ucap nya lagi


" saya sendiri di sini.." kata Farah


" benarkah..?? tunggu sampai besok pagi, kalau kau benar-benar membaik aku akan mengantarmu pulang." katanya lagi setelah itu meninggalkan Farah.


Tuan Kim meminta supirnya untuk tetap di rumah sakit menjaga Farah, sementara dirinya pulang kerumah.


Dalam perjalanan nya pulang, tuan Kim merasa tidak asing dengan gadis yang hampir di tabraknya itu.


" kenapa wajah nya sangat mirip dengan Ratna, " gumamnya dalam hati, Ratna adalah wanita yang di cintainya 22 tahun lalu.


Wisnu masih bingung tentang keberadaan Farah, berkali-kali dia menelpon nya, namun ponsel Farah masih belum aktif.


" sebenarnya kamu kemana sihh.." gumamnya lirih


Malam ini Wisnu tidur di ruang kerjanya, dia membiarkan bitna yang mabuk berat tidur di kamarnya. Sambil mengutak-atik laktop miliknya, Wisnu bergumam dalam hatinya, " kenapa harus Farah yang dicintainya, kenapa bukan bitna..?? perempuan yang jelas mencintainya. " gumam Wisnu dalam hatinya.


Pagi itu Farah berjalan keluar kamar, dia berharap berada dirumah sakit yang sama dengan Jimin. Setelah keluar dia menyadari kalau ternyata benar, ini rumah sakit yang sama tempat Jimin dirawat.


Farah berjalan menuju kamar Jimin, sebelum sampai di ruangan Jimin, Farah melihat rose menuntun Jimin keluar kamar. Sepertinya mereka akan berjalan-jalan ditaman.


Tanpa mereka ketahui Farah mengikutinya dari belakang. Jujur, dalam hati nya merasa cemburu.


" aku merindukanmu oppa.." gumamnya dalam hati, " kenapa kau harus melupakan kenangan kita.." katanya dalam hati, tanpa dia sadari air matanya berlinang.


" nona.. ada yang ingin bertemu dengan anda, dia menunggumu di kamarmu," ucap seorang perawat meminta Farah untuk segera kembali ke kamarnya


" baiklah.. terimakasih suster.." kata Farah sembari menghapus air matanya.


Didalam sudah ada 2 orang yang sedang menunggu Farah, " permisi.. tuan mencari saya.. ??? tanya Farah.


" kamu sudah baikan..?? ucap tuan Kim bertanya pada Farah.


" Alhamdulillah.. saya baik tuan, perkenalkan saya Farah.. !! jawab Farah mengulurkan tangannya


" saya Kim Tae hee, panggil saya tuan Kim saja.." kata tuan Kim kembali dengan senyuman

__ADS_1


" Kim Tae hee.. nama anda Kim Tae hee.. ??? tanya Farah heran.


" iya benar.. ada sesuatu yang..." ucapnya terpotong oleh perkataan Farah, " saya sedang mencari keberadaan ayah saya, yang juga bernama Kim Tae Hee." kata Farah


" mencari ayah mu..?? tanya tuan Kim


" saya ada foto dan surat2 yang ditulis ayah untuk ibu dulu, tapi itu dirumah." ucap Farah agak terbata karena merasa takut.


" siapa nama ibumu,,???


" Ratna Sari.." ucapnya


" apa dia orang Indonesia.???


" iya.. kami dari Indonesia, ibu hilang ayahku masih hidup, dia tinggal dikorea, namanya sama persis dengan nama anda.." jelas Farah


Mendengar perkataan Farah, tuan Kim sangat keget dan hampir pingsan, untung sopirnya langsung menangkap tubuhnya.


Sang sopir segera berteriak memanggil dokter, " dokter tolong.."pekik nya


Farah pun berlari keluar memanggil dokter di ruangan nya. Tak berselang lama dokter dan beberapa perawat datang dan memeriksa tuan Kim.


" tuan Kim tiba-tiba pingsan tuan muda, " ucap sang sopir dalam telponnya


Tidak lama seokjin datang, " bagaimana kondisi ayah pak nam..??? tanya seokjin


" masih diperiksa dokter tuan muda, " ucap sang sopir, yang bernama nam Ki Joon


" farahsii.. " teriak jin


" seokjin oppa, kenapa kau disini..??? tanya Farah


" seharusnya aku yang bertanya bukan, kenapa kau disini..??? bentak seokjin kemudian meninggalkan Farah dan masuk ke kamar ayahnya.


" tuan muda seokjin adalah putra tunggal tuan Kim nona.." jelas tuan nam sopir pribadi ayah seokjin.


" putra tunggal tunggal tuan Kim..??? tanya Farah kaget


" benar nona, " jawab pak nam


Sepanjang perjalanan pulang Farah hanya memikirkan tentang tuan Kim, ada apa sebenarnya?? kenapa dia mendadak pingsan saat mendengar nama ibunya. Apa benar dia ayah kandungnya yang selama ini dia cari..??


Dari cerita diary ibunya, disebutkan bahwa dia punya kakak laki-laki, dan ibunya sangat merindukan kakak laki-laki nya itu.


Sampai apartemen, Farah sudah ditodong dengan berbagai pertanyaan oleh Wisnu.


" Kau dari mana.. 3 hari menghilang tanpa kabar..

__ADS_1


" maafkan aku..


" apa.. hanya maaf saja tidak cukup menghilangkan kecemasana dihatiku tau..


" aku mengalami kecelakaan Wisnu, dan aku dirawat dirumah sakit..


" apa.. kenapa kamu nggak ngabari aku, terus sekarang bagaimana, kau baik-baik saja, " tanya Wisnu sambil memeriksa tubuh Farah


" aku tidak apa-apa Wisnu, aku mau tidur capek.." ucap Farah dan meninggalkan Wisnu sendiri di ruang tahu


Setelah beberapa hari akhirnya Jimin diperbolehkan pulang. Bersama ayah dan ibunya beserta teman-temannya Jimin pulang menuju rumahnya. rose juga ikut menjemput dan mengantar Jimin ke rumahnya.


" aku senang akhirnya kau bisa pulang Cagya.." ucap rose menggandeng lengan Jimin


" aku senang kau tidak jadi pergi ke LA rose.. Aku tau kau pasti akan memilih tetap bersamaku .. " ucap Jimin bahagia


Dari arah lain sepasang mata menatap kemesraan Jimin dan rose dengan hati yang terluka.


Benar.. hari itu Farah datang kerumah sakit karena mendapatkan telpon dari tuan Kim, dan memintanya datang dengan membawa kotak surat milik ibunya.


Farah tidak menyangka dia akan kehilangan Jimin secepat ini. lagi-lagi dia meneteskan air matanya dan menyekanya, dia sudah pasrah. Farah sudah tidak mencoba mengikhlaskan semuanya walau sebenarnya sangat berat. Dia mencoba berdamai dengan hatinya kalau memang Jimin bukanlah miliknya.


Baginya yang terpenting saat ini adalah segera menemukan ayah kandungnya dan hidup bahagia.


" Assalamualaikum.. permisi tuan Kim.. " ucap Farah saat memasuki ruangan tuan Kim


" kau sudah datang.. ??? jawab tuan Kim,


Farah menggagukan kepala nya dan berjalan mendekati tuan kim, memberikan kotak surat yang dibawanya Kepada tuan Kim.


Tuan Kim membuka kotak itu dan mulai membaca satu persatu isi surat dan buku harian milik ibunya Farah.


tak terasa s air matanya menetes.


" Ratnayaa.. " ucapnya dengan mengelus foto lama ibu nya Farah.


" tuan gwaenchanayo.. " tanya Farah cemas..


" sekarang ibumu ada dimana farahsii..?? tany tuan Kim


" ibu sudah meninggal tuan 4 tahun yang lalu.." ucap Farah.


" apa.. kenapa.. apa dia sakit..??? tanya tuan Kim dengan mata melotot.


" ibu sakit tuan dia merindukan anak laki-lakinya dan ibu sering mendapatkan perlakuan buruk dari ayah tiri ku." jelas Farah


" apa.. ayah tirimu..?? ibumu sudah menikah lagi" tanya tuan Kim

__ADS_1


" iya.. ibu menikah saat aku berusia 5tahun." jawab Farah


Dengan deraian air mata tuan Kim memeluk Farah, sembari berucap " a n a k k u "


__ADS_2