
Wisnu sudah sampai apartemen nya, setelah sebelumnya mengantar bitna ke kontrakan nya. Wisnu mengantar mamanya ke kamar yang sudah dipersiapkan.
" mama langsung istirahat ya.. mama capek.." ucap mama
" iya ma.. Wisnu ke kamar dulu." jawab Wisnu
Setelah menyelesaikan makan malamnya, Jimin langsung tidur. Farah membersihkan sisa makanan dan piring kotor bekas makan mereka di dapur.
" nona.. apa yang kau lakukan.. kenapa tidak memanggil kami, " ucap salah satu pembantu di sana.
Sambil merebut piring yang akan dibersihkan Farah pembantu itu bilang, " jangan buat saya kehilangan pekerjaan saya nona.. " ucapnya
" maaf ahjuma.. saya cuma tidak ingin mengganggu waktu istirahatmu. " kata Farah
" dengan membiarkan majikan kami membantu pekerjaan kami, itu berarti kami harus siap kehilangan pekerjaan nona.." ucap pembantu itu lagi.
" baiklah.. saya tidak akan membantu apapun.. saya kembali ke kamar ya.." kata Farah dan pergi.
Dalam benaknya Farah berfikir apa yang dikatakan ahjuma tadi itu aneh, masak majikan nggak boleh bantu sihh..
Di kamar, Farah melihat Jimin tertidur pulas. Farah mendekatinya, menatap wajah pria yang akan menjadi suaminya. Lama Farah menatap wajah tampan Jimin, tampak senyuman di wajah cantiknya.
" kau pasti lelah kan bee.. I love you so much, your my love in my life. " bisik Farah ditelinga Jimin,, sembari mengusap lembut rambut pria disampingnya itu.
Jimin memegang tangan Farah sesaat setelah Farah mengusap rambutnya. Menarik tangan Farah pelan membawa tubuh Farah mendekat pada tubuhnya. Jimin menindih tubuh Farah, senyum Jimin tersungging di bibirnya membuat Farah terbuai.
" aku merindukanmu bee.. " ucap Jimin di telinga Farah dan kemudian menggigitnya dengan penuh cinta.
" geli oppa.." kata Farah
" kok oppa lagi.. ayolah bee.. aku menginginkannya sekarang.. boleh kan.. bee..?? ucap Jimin
Farah mengangguk mengiyakan kemauan Jimin.
Jimin mulai mencium lembut bibir Farah dan..
Mereka melakukan adegan panas..
s k i p
author pikirannya udah kemana-mana nih reader.
Adegan selesai.
Jimin yang kelelahan masih tertidur pulas diatas ranjangnya, Farah selesai mandi dan menerima telpon dari appa nya.
" iya appa.. kita akan segera pulang. ini Jimin masih tidur." kata Farah
" baik-baik ya sayang.. " ucap tuan Kim
Farah menutup telponnya.
" bee.. bangunlah.. kita harus balik ke Seoul kan..!! kata Farah membangunkan Jimin.
Jimin masih tetap pulas, tidak ada pergerakan sama sekali. Saat tidur Jimin memang paling susah dibangunkan.
__ADS_1
" jiminaa.. ireona.." teriak Farah.
" bee.. " ucap Jimin masih setengah sadar, " bentar lagi.." ucapnya lagi.
" nggak.. bee.. ayo cepat bangun.. "kata Farah sambil menarik tangan Jimin sampai dia terduduk.
" bee.. aku masih telanjang.. kau mau lihat junior aku lagi..?? ucap Jimin
Farah melepaskan tangannya dan turun dari ranjang, " cepatlah mandi bee.." pinta Farah.
Jimin pun bangun dan bergegas ke kamar mandi.
" Temani aku mandi bee.." bisik Jimin di telinga Farah
" nggak ahh.. aku sudah mandi bee.." kata Farah.
Jimin mencium pipi Farah dan pergi ke kamar mandi.
" oppa.." teriak Farah
Persiapan pernikahan sudah hampir selesai, dan pelaksanaannya besok malam pukul 19.00. Setelah bersiap Jimin dan Farah pulang ke Seoul sore ini.
" oppa kita nanti mampir ke toko kue dulu ya, nanti bitna sama Wisnu akan datang," pinta Farah
" okey bee.. bagaimana dengan Tante Ratri, kapan dia datang..?? kita akan menikah besok.." tanya Jimin
" entahlah bee.. aku telpon nggak diangkat, aku SMS juga nggak di balas.
" mungkin masih sibuk, kita hubungi nanti lagi, setelah kita sampai rumah." ucap Jimin.
S k i p perjalanan menuju Seoul
" bee.. kita sudah sampai..!! ucap Jimin membangunkan Farah.
" emmmhhhhmm,,, sudah sampai bee..??
" bisa turun sendiri atau mau aku gendong..??
" aku jalan sendiri aja bee..
Farah berjalan dengan sedikit sempoyongan, karena memang masih mengantuk.
Setelah masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan tuan Kim, Jimin langsung berpamitan untuk pulang. Seluruh keluarga Jimin sudah ada di Seoul, mereka tinggal di Hannam the hills untuk sementara selama pernikahan Jimin.
Jimin sampai apartemen sudah sangat malam,
" baru pulang.. kamu sudah makan..?? tanya ommanya Jimin
Jimin terkejut, " omma.. Jimin pikir siapa.. Jimin langsung ke kamar aja omma, mau langsung tidur, capek.." ucap jimin.
" tidur yang nyenyak anak omma.. " kata ommanya sambil memeluk Jimin dengan penuh kasih
Jimin naik ke atas ke kamarnya.
Pagi harinya, pintu kamar Farah ada yang mengetuk. Setengah sadar farah membukakan pintu, betapa kagetnya dia melihat sosok yang sangat dirindukannya.
__ADS_1
" ibu.. " panggil Farah sembari memeluk ibu angkatnya. Tersungging senyum di bibir wanita setengah baya itu. Senyuman yang selam 2 tahun terakhir ini dia rindukan.
" ibu kapan datang, kenapa nggak ngabarin aku..?? tanya Farah.
" banyak omong lu.. kita sudah lapar ini.. mana makanannya..?? ucap Wisnu yang tiba-tiba menyela pembicaraan mereka.
" Wisnu.. bitna mana..?? kata Farah melepas pelukannya pada Bu Ratri.
" di dapur tadi dia bilang tadi lapar." ucap Wisnu.
" calon pengantin ibu, makin cantik.. " ucap ibu Ratri.
Mereka bertiga berbicara menggunakan bahasa Indonesia, sambil bercanda. Terpancar kebahagiaan di wajah cantik Farah. Walaupun tidak mengerti sama sekali apa yang dibicarakan, namun tuan Kim ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan putri semata wayangnya itu.
" anyonghaseo.. " sapa bitna
" Hay.. apa kabar..?? tanya Farah
Mereka melanjutkan obrolan dan canda tawa lagi. Semua keluarga dan kerabat banyak yang datang. Sementara member bts dalam perjalanan kecuali taehyung, Jimin dan keluarga nya.
Jimin merasa kesal, dari tadi dia menghubungi Farah namun tidak ada jawaban.
Jimin membanting ponsel nya di atas sofa. Taehyung tertawa melihat tingkah Jimin yang uring-uringan.
" kau kenapa Hyung..?? tanya taehyung diikuti tawa ayahnya jimin dan yang lainnya juga.
Jimin hanya diam dan masuk ke kamarnya, tanpa mengambil ponsel yang sudah dibuangnya tadi.
Taehyung mengambil ponsel itu dan melihat siapa yang ditelpon Hyungnya tadi.
" ohh.. ternyata calon pengantin wanitanya enggan berbicara dengan nya Tante.. pantas tingkahnya aneh.." ucap taehyung dengan nada keras, dia sengaja untuk menggoda Jimin Hyung.
" tutup mulutmu taehyungaa.." ucap jimin teriak
Terdengar tawa taehyung terkekeh.
" sudah-sudah taehyungaa.. jangan kau goda lagi anak Tante.. " ucap mama Jimin sambil naik keatas menuju kamar Jimin
" ampun tante.." ucap taehyung.
Omma Jimin masuk ke kamar Jimin yang memang tidak dikunci.
" sayang.. kau ini kenapa.. kesal karena Farah nggak jawab vidcall kamu..?? sayang.. mungkin dia masih sibuk, kan kamu tahu sendiri keluarga pengantin perempuan biasanya lebih sibuk dari pada keluarga pengantin pria." bujuk omma sambil berjalan mendekati baju pengantin pria Yang akan dikenakan Jimin nanti.
Jimin tetap diam tidak berkata apapun.
" wah... jiminaa.. ini baju pengantin mu.. nak.. anak omma pasti akan terlihat gagah saat memakainya." ucap mama dengan bangganya.
Tiba-tiba Jimin memeluk ommanya dari samping,
" seharusnya dia tahu aku merindukan nya omma, " ucap Jimin
Mamanya tersenyum, membelai rambut Jimin dengan lembut dan mencium kening nya.
" omma tahu.. dulu appamu juga seperti itu, namun sayangnya dulu belum ada ponsel." ucap omma tertawa
__ADS_1
Dan mereka tertawa bersama.
** to be continue. **