Cinta 2 Negara

Cinta 2 Negara
Sebuah Filla


__ADS_3

Kay membawa Farah ke sebuah vila terpencil, di pulau Jeju. Villa itu milik almarhum kakeknya Kay, ayah dari ibunya. Kay berniat membunuh Farah dan bayi yang dia kandung dihadapan Jimin.


" appa.. Farah tiba-tiba menghilang, kami sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ketemu.. " ucap jin kepada ayahnya


" apa.. kenapa bisa menghilang, apa dia di culik.. ??


" entahlah appa.. semua barangnya masih ada, ponsel pun tidak dia bawa appa.. ottokke..???


" appa akan coba menyewa detektif untuk mencari adikmu, kalau ada kabar cepat beri tahu appa."


" iya appa.." jawab jin


" apa yang sebenarnya terjadi.." pikir tuan Kim.. " apa ada hubungan dengan keluarga Jimin..?? gumamnya


Tuan Kim segera menyelidiki masalah ini, dia menyewa beberapa detektif untuk mencari Farah.


Di Hannam the hills


Jimin tak henti-hentinya bermain dengan ponselnya, dia sangat khawatir dengan Farah yang mengandung anaknya.


" belum selesai masalah keluarga ku sekarang Farah menghilang, aku yakin dia di culik.." kata Jimin, dan tak lama kemudian ponselnya berdering, dia melihat nomor yang tidak dikenal di layar ponselnya,


" hallo.. " ucap Jimin


" Hay Jiminsiii.. apa kabar..??? apa kau kehilangan sesuatu..?? ucap seseorang di telpon


" siapa kau..?? apa yang kau maksud Farah.. kau menculik Farah..??


Jin merebut ponsel Jimin dan menggertak,


" hai kau.. apa kau menculik Farah.. katakan..?? ku bunuh kau.. kalau sampai adikku kenapa-kenapa.." maki jin


" kau tenang.. aku hanya ingin Jimin hancur, aku ingin karirnya hancur dan aku ingin Jimin dan seluruh keluarga nya sujud minta maaf kepadaku.. "


" Kay.. kau Kay bukan.. aku akan lakukan apapun.. asal kau bebaskan Farah, dia sama sekali tidak bersalah dalam hal ini.. " ucap Jimin merebut ponsel nya dari jin.


" benarkah..?? kau akan melakukan apa yang aku minta, berarti kau setuju kalau akun membunuh kekasihmu ini yang sedang mengandung anakmu.." ucap Kay


" jangan.. aku mohon.. katakan kau dimana katakan..??? Jimin makin murka, dia berteriak sejadinya.


Kay mematikan telpon nya, itu membuat Jimin semakin kesal. Jimin keluar dengan mobilnya, dia mencari Farah dengan mencoba datang ke rumah rose untuk mencari informasi.


" appa.. Farah di culik sama Kay, entahlah dimana appa aku tidak tahu.. aku akan bertanya pada neneknya, nanti aku telpon lagi." ucap jin pada appanya


" appa sudah akan mencari informasi, pelacakan ponsel milik Kay, kamu jangan khawatir kita akan secepatnya menemukan Farah." kata appanya.. kemudian mematikan ponsel.


Jin pergi ke rumah nenek nya Kay. dia berharap nenek Kay mengetahui keberadaan Kay saat ini.


Jimin sampai apartemen rose, dia mendekati rose hanya ingin tahu informasi tentang Farah.


" oppa.. " kata rose kaget dengan kedatangan Jimin.


Jimin tersenyum dan rose mempersilahkan nya masuk.


" apa kabar oppa..?? ucap rose sambil memeluk Jimin.


Jimin duduk dan mulai bertanya pada rose, " kedatangan ku kemari hanya ingin tahu apa sebenarnya terjadi antara kau dan Kay..?? tanya Jimin


" Kay..?? kenapa tiba-tiba bertanya tentang Kay..?? kata rose

__ADS_1


" jawab saja.. " ucap Jimin


" aku dan Kay sudah tidak ada hubungan apa-apa oppa.." jawab rose


" berarti kau pernah berhubungan dengannya..??


" maksudku..!! ucap rose terbata-bata


" aku hanya ingin kau berkata jujur rose.. " pinta Jimin kali ini dengan ekspresi wajah marah


" okey.. aku akan katakan semua, dulu cintaku tulus padamu Jim, tapi apa.. hinaan yang aku dapatkan dari ibumu, berkali-kali ibumu menghinaku. dan setelah aku sukses bersama blackpink kita bertemu lagi, kita jatuh cinta lagi bukan.. di saat itu.. aku mulai menjalin hubungan dengan Kay " jelas rose


" dan kalian ingin menghancurkan aku.. saat kau ke LA.. itu juga bagian dari rencana jahatmu itu..??


" iya.. kenapa.. sekarang kau ingin marah padaku..??


" katakan dimana Kay menyembunyikan Farah..???


" ohh jadi karena perempuan kampungan itu..??


" setidaknya dia tidak pernah menyakiti ku seperti ini..


" aku tidak tahu.. "


" aku tidak percaya.. " ucap Jimin sambil menarik lengan rose sampai rose kesakitan


" kau menyakitiku Jimin.. aku benar-benar tidak tahu.. Kay tidak mengatakan apapun padaku.. " ucap rose


Jimin melepaskan cengkraman nya dan pergi meninggalkan apartemen rose.


Di filla milik Kay


" Kay.. ahhh.." ucap Farah sambil meringis memegang kepalanya.


Kay tersenyum mendekati Farah yang masih berada di atas tempat tidur.


" kau mau apa..??? aku lapar Kay.." ucap Farah


" ohh my baby.. kau kelaparan..???


" Kay.. mundur.. aku mohon jangan sentuh aku.." ucap Farah sambil mendorong tubuh Kay yang merangkak diatas tubuh Farah yang lemas.


" tenang lah baby.. aku nggak akan memperkosa mu.. aku tahu kau hamil anaknya Jimin. "


" aku lapar, tolong.. ?? kata farah yang benar-benar lemas kelaparan.


Kay bangkit dari tempat tidur dan keluar menuju dapur. dia memasak sesuatu untuk Farah. Kay sangat membenci Jimin dan ayahnya, namun dia tidak Setega itu pada seorang wanita yang sedang hamil, apalagi dia tahu Farah wanita yang baik dan Farah hanya dia jadi kan umpan untuk memancing kemarahan Jimin..


Tuan Kim sudah mendapatkan jejak Kay, dari seorang detektif yang dia sewa untuk melacak lewat ponsel Kay.


" detektif appa sudah share lock ke kamu kan..!! tanya tuan Kim


" sudah appa, jin sudah dijalan menuju kesana appa.." ucap jin


" bagus.. appa juga jalan ke sana.." kata appa


Jin mematikan telpon dan lanjut menelpon Jimin.


" hallo.. Jim.. kau di mana..??

__ADS_1


" aku di jalan jin Hyung.. aku nggak tau mau cari Farah kemana lagi..


" share lock tempatmu sekarang ke aku, aku sudah temukan keberadaan Farah, kita pergi kesana sama.." kata jin


Jimin mendengar kabar baik dari jin, seperti mendapat kembali angin segar.


Jimin sudah kirim share lock nya ke jin, dia masih menunggu kedatangan jin.


Jin dan Jimin menuju ke lokasi dimana Farah di sekap sama Kay. Jin sudah menelpon polisi untuk segera menangkap Kay.


Setelah 1 jam 10 menit Jimin dan jin sampai di sebuah Filla di tengah hutan. Mereka memutuskan untuk jalan kaki, karena Medan sangat sulit untuk dilalui mobil.


Ponsel Jimin berdering.


" hallo.. jiminsii kau sudah datang rupanya..??? tanya Kay


" mana Farah.. tempatmu sudah terkepung.. sebaiknya kau menyerah saja..!!


" menyerah kau bilang.. aku tidak semudah itu menyerah, sebelum melihatmu menderita. " ucap Kay.


Jimin mematikan ponselnya, dia dan jin masuk ke dalam. Banyak penjaga di sana jin dan Jimin berkelahi dengan mereka.


Perkelahian semakin sengit, untung Jimin dan jin jago dalam beladiri, jadi mereka bisa mengalahkan para penjaga dengan mudah.


Plokk.. plookkk.., terdengar suara tepuk tangan dari atas. Jimin dan jin menoleh ke arah lantai 2, ya.. benar, itu Kay..


" Selamat datang tuan Jimin yang terhormat, selamat datang calon kakak ipar ku yang tersayang..!! ucap Kay


Jimin langsung berjalan menuju Kay, dengan amarah yang meledak-ledak Jimin menarik tangan Kay dan memukulnya.


" brengsek kau mana Farah.. Katakan..?? kata Jimin.


Jin langsung lari keatas memeriksa setiap kamar. Sementara itu Jimin masih sibuk berkelahi dengan Kay.


"Farah.. apa kau didalam..?? ucap jin sambil menguping di semua kamar yang ada di filla itu.


" eeemmmmhhh... " suara dari salah satu kamar. Ada juga bunyi barang jatuh.


Jin mendekati kamar itu dan memanggil nama Farah. Masih suara yang sama dari dalam kamar itu.


Jin mendobrak pintu kamar dengan keras..


Brruuuaaagggghhh.. suara pintu kamar terpental.


" Farah.. " ucap jin berlari mendekap adiknya yang terikat tak berdaya..


Jin melepas semua ikatan di kaki dan tangan Farah, membuka lakban di bibirnya juga.


" bisa jalan.. kau kuat...??? tanya jin.


Farah mengangguk.


mereka berdua turun ke bawah, tiba-tiba jin di serang dari belakang dan mereka berdua jatuh bersama. Jin dan Farah berusaha bangun, dan Farah melihat Jimin yang berdarah-darah sedang berkelahi dengan Kay.


Kay mengeluarkan senjata tajam dari balik bajunya, dan siap untuk menghunuskan nya. Kay menghunuskan pisau nya tepat ke arah Jimin, namun tiba-tiba Farah lari memeluk Jimin dan aaaarrrgggghhhh... pisau itu tertancap dipunggung Farah.


Saat itu tepat tuan Kim datang bersama polisi.


Kay yang ketakutan karena sudah menusuk Farah, dia lari, namun polisi mengejarnya. Salah satu polisi berhasil menembak salah satu kaki Kay. Kay terjatuh dan akhirnya tertangkap.

__ADS_1


__ADS_2