
Sampai di mansion Jimin langsung masuk dan berjalan ke lantai atas menuju kamarnya, saat Jimin melewati depan kamar Farah, kebetulan Farah juga pas mau keluar kamarnya.
" oppa.. bisa kita bicara sebentar, ada yang ingin aku bicarakan padamu," tanya Farah
" bicara saja.. " ucap Jimin
" kita ke kamar ya.. " pinta Farah
Jimin mengiyakan kemauan Farah, mereka bicara di dalam kamar Farah dengan posisi pintu masih terbuka sedikit. JK yang tadi mengikuti jimin dengan sengaja ingin mendengar percakapan antara Jimin dan Farah.
" cepat katakan, aku tidak punya banyak waktu," ucap Jimin.
Farah tidak berkata apay, dia hanya memberikan amplop berwarna coklat pemberian dokter pada Jimin.
" apa ini..???
" kau baca sendiri oppa..
Jimin membuka amplop itu dan membacanya, " kau hamil..???
Farah mengangguk..
" kenapa kau mengatakan nya padaku..?? bukannya bayi itu milik Kay..??
" apa maksudmu oppa..?? apa kau sadar dengan apa yang kau katakan oppa..??
" aku sadar, setelah melihat Vidio dan foto murahan kamu itu.. aku menyadari kalau kau tidak lebih dari seorang penipu dan pengkhianat." ucap Jimin
" serendah itu kau menilai ku oppa..
" aku harus menilai kamu seperti apa..
" jiminsii.. ini anak kamu bukan anaknya Kay, aku hamil karena kamu.." teriak Farah
" apa kau pikir aku akan percaya dengan terikanmu..?? ucap Jimin sambil meninggalkan Farah.
JK masih bersembunyi dibalik tembok samping kamar Farah, dia melihat Jimin yang meninggalkan kan Farah yang tersungkur lemas karena penolakan Jimin.
" Farahsii.. kau baik-baik saja..??? tanya JK
Farah menghapus air matanya, dan berdiri.
" JK oppa.. kau disini.. aku siap-siap dulu sebentar lagi aku turun." ucap Farah sambil berjalan ke kamar mandi.
JK menarik tangan Farah dan memeluknya.
" kau sudah seperti adik bagiku, aku sudah mendengar semuanya tadi, kau yang sabar ya..." ujar JK yang masih memeluk Farah.
Farah semakin terisak menahan pedih dihatinya.
Farah mendorong tubuh JK pelan, " terimakasih oppa, kau tidak usah khawatir aku baik-baik saja." ucap Farah tersenyum melepaskan pelukan JK.
JK tersenyum, dia mengacak lembut rambut Farah kemudian berjalan keluar kamar Farah.
Di Kediaman Jimin, tuan Park ayahnya Jimin sedang menerima telpon dari pelayan restoran miliknya,
" apa.. semua supplier kita menghentikan pasokannya.. ?? tapi kenapa..?? tanya tuan Park pada seseorang yang menelpon nya
" mereka bilang harga yang kita berikan tidak sesuai pak, dan mereka mengalami kerugian, mereka menghentikan pasokannya dan beralih ke rumah makan Kay Foodism," kata pelayannya itu.
" baiklah aku akan mencoba cari supplier lain." kata tuan Park
Tuan Park semakin kebingungan, sejak seminggu terakhir ini restoran yang dia kelola mengalami banyak masalah. Kemaren lusa ada yang mengalami sakit perut setelah makan di restoran nya, ada juga mengancam melakukan uji laboratorium makanan yang ada di restoran nya.
__ADS_1
Tak lama berselang, pintu rumahnya ada yang mengetuk dan l nyonya Park membuka nya, " ada yang bisa saya bantu..?? Anda mencari siapa..??
" apa tuan Park ada.. ??? tanya salah satu dari mereka
" ada.. anda siapa..?? ada apa mencari suami saya..??
" kami dari kepolisian, ada laporan mengenai uji klinik laboratorium tentang makanan yang ada di restoran milik suami anda nyonya." ucap seorang lagi
" apa.. yeobo.. " teriak nyonya Park
Sesaat kemudian tuan Park turun dari lantai atas menemui istri nya.
" ada apa kau berteriak..?? tanya tuan Park
" apa anda tuan Park.. ??
" iya benar, anda siapa..??
" kami dari kepolisian, kami minta pernyataan pada tentang uji laboratorium makanan yang anda perjual belikan. " kata seorang detektif.
" untuk sementara restoran anda kami tutup sampai kasus ini selesai." ucap seorang lagi
" ini tidak benar pak, selama ini restoran kami baik-baik saja, tidak mungkin mengandung bahan yang berbahaya, " ucap tuan Park
" Anda bisa menjelaskannya di kantor" kata salah satu dari mereka.
" yeobo.. bagaimana ini..??? tangis nyonya Park
" kau tidak perlu khawatir yeobo, cepat telpon Jimin ya.." kata tuan Park.
Mereka membawa tuan Park ke kantor polisi.
Dari jauh Kay memandang dengan tatapan senang, akhirnya dendam nya terbalas, namun tidak cukup sampai di sini, dia masih ingin melihat keluarga Jimin lebih hancur lagi.
Jimin yang masih tidur, akhirnya terbangun karena suara bising ponselnya yang dari tadi berbunyi.
" Jimin.. ini omma sayang.. kamu pulang ya.. appamu di bawa ke kantor polisi nak.." kata ibunya dengan menangis
Jimin langsung bangun dan akan pulang ke rumah.
" taehyungaa kau bisa bantu aku.. antar aku pulang sekarang, appa ku di bawa polisi, omma tadi telpon sambil menangis. " ucap Jimin panik
" kenapa bisa di tangkap polisi, memangnya ada masalah apa..?? tanya taehyung
" siapa yang ditangkap polisi Jim.." tanya jin tiba-tiba karena mendengar percakapan antara Jimin dan taehyung.
" appa ku Hyung.. aku harus pulang sekarang." ucap Jimin.
" okey.. kau yang sabar ya.. semoga masalahnya cepat selesai." ucap jin
" Ini pasti ulah kay.. aku harus menemui nya malam ini juga." gumam Farah yang tidak sengaja mendengan percakapan mereka.
Di tempat lain, Rose dan Kay merayakan keberhasilan mereka dengan berpesta di sebuah diskotik ternama di Seoul.
Malam itu Farah pergi menemui Kay dirumahnya, dia sengaja tidak memberitahu jin karena takut nanti oppa nya itu akan khawatir dan tidak mengijinkannya pergi.
Sampai dirumah Kay, seorang penjaga mengatakan bahwa Kay sedang tidak ada dirumah dan dia juga tidak tahu Kay berada dimana.
Farah memutuskan untuk menunggu Kay sampai dia pulang.
Sampai tengah malam Jay baru pulang, dia pulang dengan keadaan mabuk.
" wow.. siapa ini yang datang..?? farahsii.. kau rupanya.."
__ADS_1
ucap Kay
" Kay aku mohon.. hentikan semua ini. Salah apa Jimin sama kamu.. jangan membuatnya lebih menderita lagi.. aku mohon.." pinta Farah
" oo... kau kesini memohon kepadaku atas nama Jimin..?? bukannya dia sudah mencampakkan mu..???
" Kay.. aku mohon...!!
" pergi.. pergi kau dari rumahku... " teriak Kay sambil mendorong Farah hingga terjatuh.
" ahhh... Kay.. Kay..." ucap Farah mengaduh sambil terus memanggil Kay.
Kay meninggalkan Farah yang masih di luar rumahnya. Kay tidak peduli dengan kondisi Farah yang kehujanan diluar rumahnya.
" Kay.. sepertinya wanita itu masih diluar.. apa sebaiknya kita suruh dia masuk saja, diluar hujan semakin deras nak.. " kata halmoni, nenek Kay
" biarkan saja dia halmoni."
Tiba-tiba penjaga rumah Kay masuk dan berkata, " maaf tuan Kay, nona di luar pingsan." ucap nya.
" apa.. kenapa menyusahkan sekali sihh.._" kata Kay yang masih dalam mode mabuk.
Kay tidak menghiraukan perkataan penjaga nya,.dia masih asyik rebahan.
" Cepat bawa masuk, bawa dia ke kamar tamu ajusi.." pinta halmoni.
" Baik nyonya besar.." kata pak penjaga.
Pak penjaga mengangkat tubuh Farah yang tidak sadarkan diri, dan membawanya kedalam. Halmoni mengganti pakaian Farah dengan baju yang kering, milik mendiang ibunya Kay.
Setelah beberapa menit kemudian Farah tersadar dari pingsannya. Dia masih pucat karena tubuhnya demam setelah sejam kehujanan.
" aku ada dimana..?? ucap Farah sambil memegang kepala nya karena masih pusing.
" kau ada di rumah halmoni, namamu siap nona cantik.." kata halmoni
" Maaf halmoni..???
" aku nenenknya Kay, kau tadi pingsan, ayo minum ini dulu.. tidak baik wanita yang sedang hamil kehujanan sampai badannya demam." ucap halmoni
" minuman apa ini halmoni..??
" ini tonik, khusus untuk ibu hamil, kamu habis kehujanan, ayo minum.. " ucap halmoni
Farah meminum ramuan tonik buatan nenek Kay.
" terimakasih halmoni.. apa boleh saya bertanya pada halmoni tentang Kay..???
" tentu.. apa itu..?? apa hubungan kamu sama Kay.. setahu halmoni Kay dekat dengan rose.." ucap halmoni
Farah menceritakan semua kejadian dengan detail pada halmoni, dia ingin tahu apa sebenarnya motif di balik balas dendam Kay kepada keluarga nya Jimin.
Dan halmoni menjawab semua pertanyaan Farah, dan menceritakan semua akar permasalahan yang ada.
Dengan derai air mata nenek Kay bercerita tentang riwayat ibu Kay yang sangat menderita, saat ditinggal ayah jimin tanpa kabar dan tanpa uang sepeser pun.
Tuan Park tidak pernah memberi kabar atau bertanya kabar pada ibu Kay, bahkan saat ibu Kay hamil Kay pun tuan Park sama sekali tidak tahu.
Tuan Park tidak pernah datang lagi walau hanyaenengok sebentar saja tidak pernah, sampai ibu Kay gila dan akhirnya meninggal karena sakit keras setelah melahirkan Kay.
Selama hidupnya Kay hanya melihat penderita ibunya. Sampai sekarang kebencian terhadap tuan Park semakin besar.
** to be continue **
__ADS_1
Assalamualaikum.. selamat menjelang ibadah puasa Buat umat muslim di seluruh dunia yang menjalankannya.
terimakasih sudah membaca semoga selalu terhibur..