
Tangis haru diantara mereka pecah seketika. Berkali-kali lelaki separuh baya itu memeluk putrinya, mencium kening dan mencium pucuk kepala Farah.
" maafkan ayahmu anakku.. " tangis tuan Kim
" ibu tidak pernah bercerita tentangmu sedikitpun, bahkan setiap kali aku bertanya dia tidak menjawab dengan benar, hampir setiap malam semenjak ibu sakit, saya sering melihat ibu menangis sambil memeluk sebuah foto. entah itu foto siapa.." ucap Farah..
" appa mau kamu pulang bersama appa, tinggallah bersama appa.." ujar tuan Kim
Seokjin tiba-tiba datang untuk menjemput ayahnya. Dia terkejut dengan keberadaan Farah, terlebih lagi ayahnya sedang memeluk Farah dengan berlinangan air mata.
" ada apa ini appa..??? kenapa kau menangis..?? tanya seokjin
" seokjin,, appa sudah menemukan adik kandungmu nak.. !! ucap ayahnya sambil menunjukkan Farah kearah seokjin
" mwoo.. dia.. adik kandungku.. ??? appa nggak salah..?? tanya jin kaget
" dia sudah menunjukan semua bukti ini pada appa.." ucap tuan Kim menunjukkan sebuah kotak pada jin.
seokjin menerima kotak itu dan membukanya, dia membaca satu persatu surat serta diary milik ibunya.
" apa benar ini punya ibu.." gumam jin
Farah hanya diam, dia takut seokjin tidak menerima nya sebagai adik kandungnya.
" Kita harus lakukan tes DNA, mungkin saja dia memanipulasi kita appa.." ucap seokjin
" apa kau bilang.. manipulasi..?? kau pikir aku berbohong, begitu..!! ucap Farah dengan nada kecewa.
" bisa jadi kan.." ucap jin
Farah mengambil semua isi kotak, dan keluar dari ruangan tuan Kim.
" tunggu Farah... " ujar tuan dengan berlari mengejar Farah.
Seokjin ikut mengejar, sampai halaman rumah sakit.
" Anakku.. dengarkan appa.." ucap tuan Kim
langkahnya terhenti mendengar panggilan tuan Kim, " maafkan aq tuan..
" maaf untuk apa.. ?? kau tidak bersalah sayang, akulah yang bersalah, sudah membiarkan mu dan ibumu terlantar."
Dengan terpaksa Farah menyetujui ajakan tuan Kim untuk pulang kerumahnya.
" maaf appa aku pulang ke mension bts, jangan lupa tes DNA dulu, bukannya apa-apa, takutnya ada yang salah." kata seokjin dalam telpon.
__ADS_1
Jimin sudah sampai mension dan langsung ke kamarnya ditemani rose. Sedangkan ibu dan ayahnya kembali kerumah mereka.
" oppa.. kau mau makan apa, biar aku pesankan.." tanya Farah.
" aku tidak lapar rose, kau saja yang pesan, aku mau langsung tidur. " ucap Jimin
" baiklah oppa.. tidurlah " ujar rose sambil menutupi tubuh Jimin dengan selimut.
Rose berjalan kedapur, mencari sesuatu untuk dimakan,
" kau belum tidur rose..??? tanya Suga yang sedang memasak sesuatu bersama JK dan Lisa
" aku lapar.. apa ada makanan.." kata rose yang memegang perutnya karena kelaparan.
" kami sedang masak tteokbokki sama kimchi, kau tunggu sebentar lagi matang." ucap Suga
JK merasa tidak senang dengan keberadaan rose, selesai memasak JK dan Lisa membawa masakan mereka ke kamar, dan meninggalkan Suga dan rose makan berdua di dapur.
" cagiya... kau masih marah sama rose..??? tanya Lisa
" aku tidak marah hanya saja benci melihatnya, rose yang sekarang beda dibanding rose yang dulu, yang sekarang lebih egois dan kekanak-kanakan,," jawab JK
" entahlah kami sendiri yang temanya saja, masih bingung, apa sebenarnya yang dia cari saat ini. popularitas atau materi.." kata Lisa
" aku harap jimin secepatnya mendapatkan ingatannya kembali, kasian Farah.." ucap JK
" jin-aaa kau mabuk.. aisshh.. ada apa kau ini.." kata taehyung yang kebetulan ada diruang tamu.
" dia mau menipuku dan appaku V.." gerutunya.
V tidak menghiraukan ucapan jin yang semakin kacau. Dia membawa jin ke kamarnya.
Di kediaman tuan Kim Tae hee
" Kemarilah Farah.. untuk sementara kau menempati kamar tamu dulu ya.. besok appa akan meminta seseorang untuk merenovasi kamar untukmu" ucap Tuen kim
" terima kasih tuan.. sebenarnya saya sudah punya apartemen sendiri seseorang yang baik sudah memberikan saya itu semua, dan membawa saya pada anda " jawab farah
" siapa seseorang itu..??
" dia ibu Ratri.. tuan dia yang menolong saya sewaktu ayah mau menjual saya. "
" o.. anakku ternyata kau sangat menderita selama ini.. maafkan appamu ini nak.. " ucap tuan Kim penuh penyesalan yang mendalam.
Farah tertunduk dan meneteskan air mata
__ADS_1
" belajarlah memanggilku appa ya.. jangan panggi aq tuan.. sekarang istirahat lah.. kau pasti lelah.."
Farah menganggungkan kepala tanpa menjawab sepatah katapun.
Pagi itu matahari sudah mulai memancarkan panasnya, tapi masih belum ada tanda-tanda kehidupan di mension para member bts, karena hari itu cuaca memang sedang dingin.
Hari itu tuan kim bangun lebih pagi, dia mencium aroma yang sama seperti 22 tahun yang lalu, ketika Ratna masih berada di sisinya.
Aroma wangi masakan itu semakin kuat ketika dia melewati dapur, di lihatnya seorang perempuan cantik sedang sibuk di sana. Sesungging senyum terpapar dibibir tuanya, " Selamat pagi.. kau sedang memasak apa .." tanya tuan Kim mengagetkan Farah.
" oh.. pagi appa.. bibi bilang appa sangat suka masakan Padang yang kental dan pedas, Farah coba buatkan untuk appa.." jawab Farah
" kau tau.. appa seperti Kembali ke 22 tahun lalu saat menghirup aroma sedap masakan mu, sungguh sangat mirip aroma masakan ibumu dulu. "
" benarkah.. ??? tanya Farah tersenyum lebar. " baiklah mari kita coba appa.." ujarnya lagi
Meraka berdua sarapan bersama, bibi Shin merasa bahagia melihatnya, sudah lama tuan nya itu tidak sebahagia ini. Sejak saat itu Tuan Kim jarang makan dirumah, bahkan dia tidak menikah lagi.
Sudah bertahun-tahun tuan Kim hanya gila kerja dan menjaga seokjin saja.
Kini senyum dan kebahagiaannya kembali berkat putrinya yang kini telah kembali.
Jimin baru saja bangun dari tidurnya, dia duduk dimeja kerjanya sembari membuka laktop miliknya. Sesaat setelah melihat wallpaper di laktopnya Jimin merasa heran, siapakah perempuan yang dipeluknya dalam foto itu..?? pikir Jimin dalam benaknya.
Dia mencoba mengingat nya lagi.. " bukankah dia perempuan yang mengunjungikundi rumah sakit waktu itu.. bukannya dia yang bertanya kepadaku apakah aku mengingatnya. " gumamnya.
" apa hubungan ku dengan nya.. kami terlihat seperti sepasang kekasih di foto itu.. apa aku ada hungan dengannya..??? ucap Jimin semakin bingung.
" cagiya.. kau sedang apa.. " kata rose yang tiba-tiba masuk ke kamar Jimin..
" o.. kau.. aku barusan bangun, dan baru main game. " jawab Jimin sedikit terkejut sembari menutup laktopnya.
" ayo makan.. JK sudah masak dia memintaku untuk memanggilmu.." ucap Farah menarik tangan Jimin.
Jimin bangkit dari duduknya dan berjalan disamping rose menuju dapur untuk sarapan.
Sepertinya Wisnu sudah terbiasa di kantor tanpa Farah, kali ini hubungannya dengan bitna mulai dekat, mereka sarapan, makan siang bahkan tidak jarang mereka pulang kerja bersama.
" Aku akan mulai membuka hatiku untuk bitna, seperti nya aku harus terima kenyataan kalau dia tidak menyukai ku." ucap Wisnu.
" benarkah.. berarti sekarang kita jadi..???
" jangan dulu.. kita pengenalan dulu saja.. kita harus saling mengenal satu sama lain bukan..
Wajah bitna tertunduk cemberut.. " baiklah oppa.. aku akan selalu menunggumu. "ucapnya dengan tersenyum.
__ADS_1
** to be continue **