
" Nenek apa yang ingin nenek sampaikan padaku..??" tanya Jimin,
Saat nenek menceritakan tentang masa lalu Kay dan ibunya, Farah hanya diam. Merasa dirinya tidak dibutuhkan, Farah beranjak dari duduknya dan ingin pergi, namun tangan Jimin tiba-tiba menariknya. Sambil menatap wajah Farah, Jimin tersenyum, mengedipkan matanya dan meminta Farah untuk tetap tinggal.
" tetaplah di duduk bee.." ucapnya
Jimin masih mendengarkan penjelasan nenek Kay, dia tidak percaya kalau semua yang terjadi karena perbuatan ayahnya dahulu.
" tidak mungkin appa, berselingkuh dengan putri anda nek.. " ujar Jimin
" apa boleh nenek bertemu dengan appamu, mungkin dia sediri yang akan membenarkan setiap penjelasan ku."
" baiklah nek kita ke kantor polisi dulu,"
Jimin menelpon adiknya dan meminta adiknya untuk segera kerumah sakit.
Mereka berangkat ke kantor polisi setelah kedatangan adiknya Jimin.
" bagaimana V apa appaku baik-baik saja..??tanya jimin
" dia baik Jim, pengacara untuk appamu akan datang besok, " jawab taehyung
Jimin tersenyum sambil menatap ke arah appanya yang masih di dalam sel tahanan.
" pak.. boleh saya bertemu dengan appa.. ??
" tentu.. sebentar.."
Pak polisi beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju sel tahanan untuk memanggil ayahnya Jimin.
Betapa terkejutnya ayah Jimin saat tahu siapa yang datang,
" eomeoni.. " ucap tuan Park dengan tatapan terkejut.
Nyonya Han memeluk tuan Park dengan menangis tersedu.
" Apa kabarmu Jun ho- ya.. " kata nenek Kay
" saya baik eomeoni.. Kau sehat kan.. " ucap tuan Park
" aku sangat baik.." kata nenek Kay,
Nenek Kay mulai menceritakan satu per satu masalah yang terjadi setelah dia meninggalkan putrinya Jo Hae ran.
Ayah Jimin menangis setelah mendengar cerita nenek Kay.
" kenapa hae ran tidak memberitahuku kalau dia hamil saat itu, kalau saja dia memberi tahuku, aku tidak akan meninggalkannya."
" sudahlah Jun ho.. tidak perlu kau menyesalinya, aku sudah mengikhlaskan semua.. ". kata nenek kay
__ADS_1
" bawa Kay kemari.. aku akan menjelaskan semuanya.." pinta ayah Jimin.
" aku akan mencoba, Kay tumbuh menjadi anak yang pendendam karena melihat penderita ibunya, " ungkap nenek dengan menangis.
Jimin dan taehyung yang mendengar semuanya, ikut merasakan betapa sedih Kay saat itu. Mungkin kalau dia jadi Kay pasti akan melakukan hal yang sama.
Farah berlari ke toilet, karena tiba-tiba perutnya mual. Jimin yang melihat nya, berusaha mengejar dari belakang.
" oekkk.. ooeeekk.." Farah tidak mampu menahan, akhirnya memuntahkannya di wastafel kamar mandi.
Jimin mengintip dari luar,
" apa benar sebenarnya Farah hamil anakku,,?? gumamnya, " kenapa hati kecilku mengatakan kalau bayi itu milikku.." gumamnya lagi.
Jimin menyembunyikan badannya, saat Farah keluar kamar mandi.
Dia kembali memandang Farah, karena sebenarnya masih ada perasaan untuknya.
Timbul sedikit penyesalan dihatinya, " seharusnya aku tidak menghinanya, seharusnya aku lebih percaya padanya. Maafkan aku bee.." Jimin kembali bergumam
Jimin kembali ke tempat ayahnya,
" farahsii lah yang datang, memohon pada Kay untuk memaafkan putramu Jimin kalau memang punya salah, Farah mencoba memaksa Kay untuk menceritakan kenapa.. ada apa.. sampai Kay membenci Jimin dan keluarga nya, namun Kay menolak, marah dan membiarkan farahsii kehujanan lama." ucap nenek menjelaskan.
" kau melakukannya, tanpa bilang padaku, dalam kondisimu yang sedang hamil,,?? apa kau gila..?? ucap Jimin tiba-tiba pada Farah sambil menarik lengan Farah.
" awwww,,, sakit oppa.." teriak Farah
" sebaiknya kita pulang, ini sudah malam, besok masih ada jadwal pemotretan bukan.." ucap jin
" benar juga, kita harus balik cepat " kata taehyung
" appa.. setelah selesai pekerjaanku, aku akan secepatnya mengurus ini, aku akan bawa Kay kesini, apapun yang terjadi..!! ucap Jimin pada ayahnya.
" hati-hati dijalan anakku.." kata ayahnya dengan menepuk punggung Jimin.
Mereka semua kembali ke Seoul, Jimin menelpon adiknya, memintanya untuk tidak meninggalkan ibunya, sampai dia kembali ke Busan lagi.
Perjalanan dari Busan ke Seoul memakan waktu lama, hanya, sekitar 4 jam perjalanan dengan mobil. Sebelum pulang ke mension, taehyung mengantar nenek Kay ke rumahnya. Dan mereka baru sampai mension pukul 3 pagi.
Farah yang tertidur di bangku depan mobil, terlihat sangat pulas, Jimin meminta jin agar dia yang menggendong Farah sampai ke kamarnya.
" biar aku saja yang membawanya ke kamar," kata Jimin
" ke kamar mu, atau ke kamar Farah sendiri..?? balas jin menggoda Jimin
" Hyung.. kau ini.. " kata Jimin sambil tertawa
" hati-hati adikku sedang hamil..!! ucap jin.
__ADS_1
Jimin tersenyum, dia membawa tubuh Farah yang tertidur pulas ke kamarnya.
" maafkan aku bee.. aku akan memperbaiki semua sudah aku rusak, dan kali ini aku tidak akan melepaskan mu." gumam Jimin sambil menyingkirkan rambut Farah yang menutupi wajah cantiknya.
Pagi harinya, rose sengaja datang ke mension bts bersama jenny dan Lisa, sementara jisso tidak ikut dengannya. Rose, Jenny dan Lisa memang sedang ada projek dengan bts, mereka sedang ada pemotretan. Pagi itu Farah sedang sibuk dengan persiapan-persiapan untuk pemotretan.
Jin terus memperhatikan Farah yang dari tadi memegang perutnya. " perutmu sakit..?? tanya jin, " nona Shin.. " jin memanggil nona Shin.
" iya tuan, " jawab nona Shin menghampiri jin.
" bisa kau gantikan tugas Farah, sepertinya dia tidak enak badan," pinta jin
" kau kenapa bee.. ?? tanya Jimin khawatir
Farah masih diam, dia hanya memegangi perutnya.
" kita ke dokter.." ucap Jimin
" tidak perlu oppa, aku rebahan di sini saja, aku tidak apa-apa, " kata Farah
" kau serius.." tanya jin
Farah mengangguk..
Jimin dan jin meninggalkan Farah yang sedang rebahan di sudut ruangan tempat pemotretan.
Pemotretan sedang berlangsung, mereka semua berpose sesuai pengarahan cameramen dan fotografer. Rose sengaja mem pose kan dirinya dengan mesra pada jimin. Jimin hanya berpura-pura tersenyum dan menuruti apa yang di mau rose, dia ingin mempermalukan rose nanti jika saatnya tiba.
Jimin hanya ingin mengetahuinya sendiri, seperti apa rose yang sebenarnya.
Farah memalingkan muka, dia benar-benar tidak suka melihat kemesraan Jimin.
" kau benar-benar melupakan aku oppa, kau ternyata mencintai rose.. bukan aku.. " gumamnya, tanpa dia sadari pipinya basah karna air matanya yang menetes.
Semua masih sibuk, karena pemotretan belum selesai padahal sudah 5 jam berlangsung.
Farah berjalan ke toilet dengan sangat hati-hati. Tiba-tiba Kay muncul dihadapannya, " hallo.. cagiya.. kau terlihat cantik hari ini.." ucap Kay yang tiba-tiba membungkam mulut Farah dengan sapu tangan yang sudah dia beri obat bius.
Tidak lama Farah pun pingsan, dan Kay membawanya ke mobilnya.
Kay membawa Farah ke suatu tempat, yang tidak diketahui oleh siapapun termasuk rose.
Setelah selesai pemotretan, jin menghampiri Farah yang rebahan di sudut ruangan.
" odiya.. JK.. kau tau dimana Farah..??? tanya jin saat JK mengambil minuman yang terletak di sudut ruang di samping sofa yang di tiduri Farah.
" aku tidak tahu.. dari tadi tidak ada orang tidur disini..
Jin pun panik dan bertanya pada semua orang yang ada di gedung itu, termasuk Jimin dan member lain juga panik mencari keberadaan Farah.
__ADS_1
** to be continue **