
" telpon dari siapa..?? tanya JK
" Farah yang telpon, bentar aku telpon balik dia." ucap Jimin.
Jimin menelpon Farah. Farah masih duduk di sudut, dia hanya memperhatikan ponselnya yang menyala karena ada panggilan masuk dari Jimin.
Hatinya masih meringis melihat tingkah Jimin yang sedikit panik, karena Farah tidak juga mengangkat telpon.
Farah masih membiarkan itu terjadi sampai beberapa kali panggilan.
" Jiminaaa.. " teriak Namjoon memanggil Jimin sembari melambaikan tangan nya.
" iya bentar lagi Hyung.." ucap Jimin yang masih sibuk dengan ponselnya.
Karena memang harus latihan lagi, Jimin berhenti menelpon Farah, dia hanya memberi pesan," bee.. kamu kenapa..?? maafkan aku.. aku masih sangat sibuk latihan..!! pliss jangan marah ya.." tulis Jimin dalam pesan nya.
Farah membaca pesan dari Jimin, dia kembali tersenyum saat membaca pesan itu.
Member bts pun latihan dengan keras. Farah pun sudah mulai jenuh menunggu. Dia berjalan keluar dorm, dan ingin pergi ke toilet. tiba-tiba ada yang memanggil, sepertinya salah satu staf bts yang memanggilnya.
" hai Nuna.. kau siapa..?? keranjang apa itu yang kau letakkan di meja sana..?? tanya staf itu..
Farah terpaksa membalikkan badannya, " maaf ahjussi, aku hanya mengantar makanan ini.." ucap Farah
" tunggu kau mau kemana, aku perhatikan kau sudah dari tadi duduk di sana.. apa kau wartawan, tolong buka masker mu.." pinta staf itu.
Farah hanya diam, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Farah hanya clinguk-clinguk mencari keberadaan nona Shin.
" aduh nona Shin mana.. ini..?? " gumam Farah dalam hati.
Mendengar kegaduhan, member bts menghentikan latihannya. Mereka menghampiri kerumunan para staf.
" ada apa ini.. " tanya Namjoon
" wanita ini mencurigakan, saya suruh buka masker malah diam aja."
Tak lama kemudian nona Shin datang.
" maaf ahjussi.. aku mengenal wanita ini. dia Farah tunangan tuan muda jimin." ucap nona Shin
Farah membuka masker dan topinya, sambil tersenyum dia bilang.." maaf.. "
Semua orang terkaget melihat Farah.. dan mereka tertawa, bisa-bisanya Farah mengelabuhi semua orang..
" bee.. kau dari tadi di sini, ngerjain aku..?? ucap Jimin
" maaf oppa.. aku kesini bawa makanan buat kalian, aku kangen.. sudah lama kan kita nggak pernah makan bareng.." ucap Farah melucu.
" kau kangen mereka kan..?? bukan aku.." ucap Jimin ngambek dia sepertinya.
" sepertinya Jimin Hyung ngambek deh Nuna.." kata JK menggoda.
" iya kayaknya.. " ucap j hope
" yuk kita makan yuk " ucap seokjin
" come on.. guys.." kata Suga
Jimin meninggalkan semua Hyungnya, dia keluar dorm. Farah mengikutinya, sambil mengucap kata maaf, namun Jimin tidak mempedulikannya.
__ADS_1
" oppa.. aku minta maaf.. oppa.." teriak Farah
Jimin masih tetap berjalan ke arah dapur.
" jiminaaa... " panggil Farah dengan suara keras.
Bruakk..
Farah terjatuh di tangga, kakinya terbelit saat mau naik.
" auww.. jiminaa.. tolong aku.." ucapnya
Jimin menoleh, dan panik. Dia berlari ke arah asal suara.
" bee.. kau kenapa..??
Farah menengadahkan tangan nya sambil meringis.
" aku terjatuh oppa.. kakiku terkilir.." ucap Farah manja
" dasar ceroboh.. bisa tidak, nggak bikin aku kesal.." kata Jimin.
" aku kan sudah minta maaf kamu masih marah..??
Jimin terdiam, dia hanya menolong Farah, menggendongnya dan mendudukkannya di kursi dapur. Setelah itu Jimin pergi mencari kotak obat, sama sekali tidak menghiraukan ucapan Farah. Setelah lama Farah menunggu, akhirnya jimin datang kotak obat. Jimin mengobati kaki Farah yang lecet, dia masih diam dan tidak melihat wajah Farah yang dari tadi meringis karena kesakitan. Selesai mengobati Jimin pergi tanpa sepatah katapun.
" Jiminaa.. " panggil Farah
Namun Jimin tidak menoleh, dia tetap berjalan menuju ke dorm.
Farah berjalan dengan kaki pincangnya, untung dia melihat nona Shin dan Farah memanggilnya,
" farahsii.. kakimu kenapa..??
" tolong ambilkan tas dan ponsel aku di dalam, kakiku terkilir tadi..
" kita ke dalam yuk..
" nggak usah, Jimin marah padaku nona Shin.." ucap Farah sambil menundukkan kepala. aku mau pulang aja, tolong ambilkan tas aku..
" maafkan farahsii.. pasti ini karna aku sangat sibuk hari ini, jadi tidak bisa membantumu memberi kejutan pada Jimin."
" sudahlah.. aku nggak apa-apa kok.. pasti nanti reda marahnya."
Nona Shin masuk ke dorm untuk mengambil tas milik Farah, sedangkan Farah menunggu diluar.
Nona Shin tidak menemukan tas beserta ponsel milik Farah, dia sudah mencari kemanapun namun tetap tidak ditemukan.
" farahsii.. di mana kau meletakkan tasmu.. aku mencari kemana pun tidak ada." ucap nona Shin
" disamping keranjang makanan nona, diatas meja."
" tidak ada, ayolah ikut ke dalam, aku tuntun..
" tidak usah nona, aku akan bayar taksi di rumah aja. aku pulang nona.." ucap Farah sambil berjalan pincang
Nona Shin yang tidak tega, memaksa Farah untuk menunggu tuan jin selesai latihan biar diantar pulang, namun Farah menolak.
Nona Shin hanya membantunya mencari taksi.
__ADS_1
" maaf ahjussi.. dompetku ketinggalan dirumah, bagaimana kalau aku bayarnya dirumah saja..?? tanya Farah
" apa.. kau tidak bawa uang..?? tanya balik supir taksi
" iya.. " jawab Farah.
Tiba-tiba taksi dipinggir kan sama supir taksi itu, dan meminta Farah untuk turun. Farah tidak bisa menolak karena memang dia tidak bawa uang sepeserpun, bahkan ponselnya pun tidak ada. Farah tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali pasrah harus turun dijalan, dengan cuaca sangat dingin.
" Oppa kamu tega sama aku kayak gini, emang aku salah apa.. kamu hukum aku seperti ini, mana kakiku sakit lagi.." gumam Farah dalam hati.
Farah melihat ada taman bermain di sebelah sana, dengan berjalan pincang Farah berusaha untuk sampai sana dan duduk di bangku Yang ada di pinggir taman bermain anak.
Selesai latihan, para member beristirahat sejenak sebelum mereka pulang.
" Farah mana kok tidak kelihatan..?? tanya seokjin
" dia di dapur.. tadi kakinya terkilir dan aku meninggalkannya di dapur." ucap Jimin
" sendiri..?? dari sore tadi..?? tanya seokjin lagi
Jimin mengangguk. Tanpa di komando seokjin pergi kedapur untuk melihat Farah. Sampai di sana, seokjin kaget karena memang tidak ada siapapun.
" Farah tidak Jim.. kau bilang di dapur.." kata seokjin
" tadi memang di dapur Hyung.." ucap jimin
" kau habis bertengkar ya sama Farah..?? tanya Suga
" nggak.. kita nggak bertengkar, aku hanya diamin dia aja, " ucap Jimin
" apa.. kau ini, " ucap jin, " nona Shin.. !! panggil jin
" habis nya dia ngerjain aku Hyung, aku masih kesal." ujar Jimin
Nona Shin datang karena tuan jin memanggilnya.
" Farah mana nona Shin..?? tanya Jimin
" farahsii pulang tuan Jimin, " jawab nona Shin
" pulang.. sama siapa..?? tanya Jimin lagi
" sendiri " jawab nona Shin
" Jimin bilang kakinya sakit, kok pulang sendiri.." ucap jins akin bingung dan kesal.
" naik taksi kea arah mana..?? tanya Jimin lagi pada nona Shin, " dia mau bayar pakek apa, tas sama ponsel aku pindahin tadi." jelas Jimin lagi.
" oh.. jadi tuan yang ambil tasnya nona Farah..?? pantas saya cari kemana-mana tidak ketemu." ujar nona Shin
" niatku supaya Farah nggak kemana-mana, sebaiknya kita cari aja Hyung.. " ucap Jimin sambil pergi ke arah yang ditunjuk nona Shin.
Sampai larut malam Farah masih berada di taman, dia sudah sangat kedinginan, dan kakinya yang terkilir mulai terasa sakit.
" kenapa nggak ada orang yang aku kenal, dingin sekali, " ucapnya lirih sambil menggosokkan kedua telapak tangannya.
Farah pun mengantuk dan merebahkan tubuhnya di bangku taman yang diduduki nya.
** to be continue **
__ADS_1