Cinta 2 Negara

Cinta 2 Negara
Pernikahan


__ADS_3

Farah sudah selesai di make up, dia sangat cantik membuat semua yang melihat pangling.


" kamu sangat cantik sayang.." puji bu Ratri.


" ibu bisa aja.." jawab fira


" kalian bicara pakai bahasa Korea aja, biar aku paham, atau bahasa Inggris.." kata bitna.


Farah dan Bu Ratri tersenyum mendengar ucapan bitna.


" ibu bilang kamu sama Wisnu kapan mau nyusul..?? tanya Farah menggoda bitna.


" ahh.. Tante.. kalau bitna sih terserah Wisnu aja, mau kapan.." ucap bitna sambil tersenyum dan tertunduk malu.


" ibu akan senang jika kalian secepatnya menikah." kata Bu Ratri.


" wow.. it's beautiful.. " ucap seokjin tiba-tiba masuk ke ruang pengantin, " adikku sangat cantik.. aku hampir tidak mengenalinya," puji seokjin.


" oppa,, jangan menggodaku terus.. " ucap Farah.


" calon suamimu sudah datang, dia sudah berjalan ke altar, sekarang dia menunggumu.. apa kau sudah siap..?? tanya seokjin.


Tuan Kim masuk ke ruang pengantin, bersiap menjemput putrinya, dan mengantar nya pada Jimin, calon suaminya.


" kau sudah siap sayang..?? tanya tuan Kim


" iya appa..!! kata Farah.


Farah berdiri dia bantu bitna dan Bu Ratri merapikan gaun pengantin yang dia pakai.


Berjalan di samping appanya dengan menggandeng tangan appanya. Tak terasa air mata tuan Kim menetes.


" appa kenapa menangis..?? aku nggak akan kemana-mana appa.. kita tetap akan bersama.." ucap Farah.


" appa sangat bahagia sayang.. putri appa sudah sangat dewasa, tanpa merawat mu, tanpa melihatmu sejak kecil, appa merasa baru kemaren appa menemukanmu dan memelukmu setelah sekian lama.." ucap tuan Kim.


Farah menghapus air mata appanya yang menetes, " jangan menangis, nanti di lihat orang appa.." kata Farah.


Farah dan tuan Kim sudah sampai altar. Tepuk tangan para kerabat dan undangan bergemuruh sangat ramai.


Dari ujung altar terlihat pangeran tampannya sedang menunggunya. Terhias senyuman di bibi pangeran tampan itu.


Perlahan Jimin mengulurkan tangannya untuk Farah, Farah tersenyum menatap wajah sang ayah, dengan tersenyum pula sang ayah mengangguk dan menyatukan tangan mereka sembari berkata, " dia putriku satu-satunya, bahagiakan dia cintai dia setulus hatimu." ucap tuan Kim


Jimin dan Farah mengucap janji sehidup semati. Jimin memasang cincin pernikahan di jari manis Farah dan sebaliknya Farah pun memasang cincin di jari manis Jimin. Mereka sah menjadi pasangan suami istri. kedua mempelai sangat berbahagia, kedua keluarga dan para tamu yang hadir pun ikut merasakan kebahagiaan.


Namun tidak dengan Kay, dia sudah mendengar berita pernikahan saudara tirinya. Dalam pikirannya, kenapa tidak seorangpun dari keluarga ayahnya yang memberitahu berita bahagia padanya, kebenciannya terhadap ayahnya semakin besar.


Pernikahan sudah selesai dan pengantin berjalan meninggalkan altar. Namun mereka dikejutkan dengan kedatangan rose. Rose datang tepat setelah Jimin dan Farah turun dari altar dan akan menyalami tamu undangan.

__ADS_1


Rose menghadang langkah Jimin, rose menatap wajah Jimin dengan tatapan marah,


Plaaakkkk.. rose menampar jimin.


" rose.. apa kau gila..??? teriak Farah.


Jimin mengelus pipi kirinya yang ditampar rose.


para tamu undangan sontak berdiri dan kaget melihat kejadian ini.


" iya.. aku memang gila, semua karena kamu " Ucap rose penuh kemarahan.


" apa ini rose.. jangan bikin keributan di sini." bentak Jimin


" aku hamil jiminsii.." teriak rose sambil menunjukan tespeck di tangannya.


Farah sangat kaget, dia mengambil tes kehamilan itu dari tangan rose dan melihatnya.


" ini nggak mungkin kan bee..??? ucap Farah


Jimin menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan rose.


" nggak bee.. ini nggak benar bee, kamu percaya aku kan bee..??


Tuan Kim dan seokjin berdiri mendekati keributan,


" jiminaaa.. apa ini.. " jin berteriak seakan tidak terima.


" sudah-sudah malu dilihat para tamu.. mari kita selesaikan permasalahan ini dengan kepala dingin saja," ucap tuan Kim.


Farah melepas gandengan tangan nya, " bawa aku pulang oppa.. " ucapnya pada seokjin, air matanya meleleh badannya lemas.


Seokjin memapah tubuhnya ke mobil.


Jimin menatap Farah dengan tatapan sendu, dia mengikuti Farah dari belakang setelah tuan Kim menepuk bahunya.


Para member bts dan keluarga jimin masuk ke mobil mereka masing-masing dan kembali ke mension.


Sedangkan rose tersenyum puas dan meninggalkan kan tempat itu.


Jimin masuk ke mobil pengantin yang sudah disiapkan, namun situasinya berbeda, hening..


Entah apa yang ada dipikiran Farah saat ini. Jimin mencoba memegang tangan istri yang baru dinikahinya itu, namun dengan cepat Farah menyingkirkan tangannya.


" maafkan aku bee.. " gumam Jimin dalam hati.


Mobil pengantin dan mobil tuan Kim sudah sampai di depan rumah mereka. Farah keluar dari mobil dan langsung ke kamarnya, dan di ikuti dengan Jimin. Tuan Kim menahan seokjin yang ingin menghampiri mereka,


" ini masalah mereka, biarkan mereka yang menyelesaikan," ucap tuan Kim

__ADS_1


Didalam kamar Farah, Jimin mengunci kamar mereka. Dilihatnya sang istri kesulitan melepas baju pengantinnya,


" biar aku bantu.." ucap Jimin dengan lembut.


Farah menurut tapi masih diam.


" aku mohon percayalah padaku bee, aku tidak melakukan apapun pada rose." ucap Jimin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Farah masih diam


Setelah baju pengantin itu terbuka, Jimin langsung memeluk tubuh Farah dari belakang, menahan tubuh istri agar tidak pergi.


" lepaskan oppa.." pinta Farah


Jimin pun melepaskannya, Farah masuk kamar mandi.


Terdengar ponsel Farah berbunyi, Jimin melihat panggilan itu dari bitna.


Jimin mendekati kamar mandi dan memanggil Farah, " bee.. ada telpon, apa kau masih lama..??? apa boleh aku yang menjawab..!! tanya Jimin.


Farah keluar dari kamar mandi, dan mengambil ponsel itu dari tangan Jimin tanpa mengucapkan apapun.


" hallo.. bitnaya.." kata Farah


" are you okey..??? tanya bitna


" i am okey.." jawab Farah


" Tante Ratri mengkhawatirkan kamu..


" bilang padanya aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir." ucap Farah menahan tangisnya


" baiklah " kata bitna


" aku tutup telponnya ya.. suamiku sudah menungguku.." ucap Farah


Farah menutup telponnya, dan duduk di pinggir ranjang, masih diam. Jimin mendekati nya menggenggam tangan Farah dan menciumnya penuh kemesraan. Farah hanya menatap wajah suaminya, dia tertunduk dan menangis.


" kau menangis bee..?? jangan menangis bee.. ini hari bahagia kita, " ucap jimin sembari menghapus air mata istri tercintanya.


Farah masih tetap menangis.


Jimin memahami bagaimana perasaan istri nya saat ini, Jimin membuka jas dan bajunya, merebahkan tubuh Farah dan membawa nya ke dalam pelukannya.


" tidurlah bee.. kau pasti lelah.." ucap Jimin.


Jimin memeluk istrinya, Farah memejamkan matanya, dia merasa begitu nyaman dalam pelukan suaminya, pelukan yang hangat, pelukan yang mampu menghentikan air matanya.


" jangan pernah tinggalkan aku bee.. tetaplah disamping ku sampai masalah ini selesai, aku yakin ini hanya salah paham." ucap Jimin sambil mencium rambut Farah

__ADS_1


Mereka pun tertidur sampai pagi.


** to be continue **


__ADS_2