
aaaarrggghhhhhh.. Farah masih bisa tersenyum menatap Jimin, meskipun pisau masih tertancap di punggung nya.
" andwee... " teriak Jimin dan jin bersamaan
" Farah.. anakku.. " ucap tuan Kim sambil menangis.
Farah pingsan dan segera di larikan ke rumah sakit.
Ambulans yang membawa Farah sampai di rumah sakit. Jimini masih menggenggam tangan Farah, dia menangis melihat orang yang dicintainya terkapar penuh darah.
Dokter membawa Farah ke ruang gawat darurat.
Seorang dokter keluar setelah 10 menit menangani Farah.
" kami akan melakukan operasi terhadap putri anda tuan." ucap dokter pada tuan Kim.
" lakukan yang terbaik untuk adikku dokter aku mohon." kata jin.
" saya akan berupaya sebaik mungkin untuk kesembuhan Farah," kata dokter.
Jimin hanya terdiam mendengar percakapan dokter dengan tuan Kim, dia tidak punya kekuatan lagi untuk berdiri. Jimin hanya duduk bersandar dinding rumah sakit sambil terus menundukkan wajahnya, dalam benaknya dia takut kehilangan Farah dan anaknya, yang masih dalam kandungan Farah.
Dokter pun meninggalkan tuan Kim, jin dan Jimin kemudian berjalan menuju ruang operasi.
5 jam sudah operasi Farah berlangsung, namun belum juga berakhir.
Datang Namjoon dan taehyung ke rumah sakit.
" jin Hyung.. bagaimana keadaan Farah..??? tanya Namjoon
" operasi belum selesai.. kami belum tahu." jawab jin
Taehyung mendekati Jimin, mengusap punggung Jimin. Jimin menatap taehyung dengan wajah sebab, taehyung pun memeluk Jimin.
" kau yang sabar.. Aku ada kabar baik tentang ayahmu.." ucap taehyung
" bagaimana keadaan nya, ommaku juga, apa dia menanyakan ku, Aku belum kesana sejak kemaren.." jelas Jimin
" ayahmu sudah dibebaskan kemaren, karena Kay sudah di jebloskan ke penjara, omma kamu sudah bangun, dia menanyakan ku namun aku bilang kalau masih ada latihan dan kau belum bisa datang." kata taehyung menjelaskan.
" Kau pergi saja jenguk ibumu.. nanti kalau Farah sudah selesai operasi Kami akan segera kabari kamu."
" Tidak samchon.. aku akan tetap disini sampai Farah membuka matanya."ucap Jimin
" baiklah.. aku tidak memaksa, " kata tuan Kim
Tak lama kemudian lampu di ruang operasi mati, itu tanda bahwa operasi sudah selesai. Farah dioperasi selama 7 jam. satu persatu dokter bedah keluar dari ruangan operasi. Salah satu dari mereka menghampiri tuan Kim.
" bagaimana kondisi nya dokter.." tanya tuan Kim
" saya mohon maaf.. saya hanya bisa menolong ibunya saja, sedangkan janinnya tidak bisa tertolong. kami sudah melakukan yang terbaik yang kami bisa, namun pisau itu nembus ke dinding rahim, sehingga dinding rahim robek." kata dokter menjelaskan
__ADS_1
Jimin seketika bangkit dari duduknya,
" apa yang kau katakan dokter, kau tidak bisa menyelamatkan anakku.. " maki Jimin dengan berteriak
Jin dan taehyung memegangi lengan Jimin yang ingin menyerang dokter.
" tenang Jim, aku mohon tenang dulu.." ucap taehyung.
Farah keluar dari ruang operasi dengan brankar, matanya masih tertutup, di tangan masih tertancap jarum infus dan transfusi darah.
Perawat memindahkan Farah ke ruang perawatan, tuan Kim dan Bangtan mengikuti perawat sampai masuk ke ruang inap Farah.
Ponsel Farah berbunyi. Jin yang membawa ponsel itu, mengangkat telpon, ternyata yang menelpon Wisnu,
" Hyung.. apa Farah mengalami kecelakaan..?? tanya Wisnu
" iya.. dia baru selesai operasi " jawab jin
" kau di rumah sakit..?? aku akan kesana..
" baiklah akan aku share lock.
Jin menutup telponnya.
perawat masih sibuk memeriksa kondisi Farah. Setelah memeriksa para perawat keluar dari ruangan Farah. Perawat meminta untuk tidak banyak pengunjung di dalam ruangan, dan sebaiknya bergantian untuk menunggu di dalam.
" aku akan keluar appa.. sebaiknya kau dan Jimin saja yang di sini." pinta jin kemudian keluar bersama V dan RM
" aku belum lapar samchon.." ucap Jimin
" tapi kau harus makan, setahuku dari masuk rumah sakit tadi malam sampai pagi ini aku belum melihatmu makan sesuatu, aku akan ke kantin sebentar." kata tuan Kim
Jimin hanya mengangguk, pandangan tidak pernah lepas dari Farah.
" bangunlah bee.. aku sedang tidak baik-baik saja, " ucap Jimin sambil menangis.
" sungguh aku bingung saat ini, apa yang harus aku katakan saat kau bangun nanti.." ucapnya lirih.
Tak lama kemudian tuan Kim datang, dia bawa makanan dan minuman untuk Jimin,
" makanlah dulu, kalau Farah tau kamu nggak makan dia pasti akan sedih." ucap tuan Kim sambil memberikan makanan
Jimin menerima makanan pemberian tuan Kim, dan memakannya.
3 jam setelah operasi Farah belum juga bangun, Jimin juga belum beranjak dari tempat duduknya. Jimin ingin menjadi orang pertama yang dilihat Farah ketika dia bangun nanti.
Jari tangan Farah mulai bergerak, jimin yang mengetahuinya sangatlah senang, dia membangunkan tuan Kim yang tidur di sofa.
Jimin memanggil dokter agar dia memeriksa Farah.
" bee kau sudah bangun.. ?? tanya Jimin saat Farah membuka matanya.
__ADS_1
" sayang.. ini appa.." ujar tuan Kim
Dokter masih memeriksa Farah, dan mengatakan kalau kondisi Farah mulai membaik, tekanan darah dan semua mulai membaik.
" oppa kau baik-baik saja kan..?? kepalaku pusing dan mataku tiba-tiba gelap saat kamu peluk aku..!! ucap Farah
" bee kamu jangan banyak bicara dulu ya..
" aku haus oppa..
Jimin mengambilkan minum untuk farah, " hati-hati bee.." kata Jimin
Diruangan dokter.
" tuan Kim,, putri anda jangan diberitahu dulu tentang bayi nya.. takutnya nanti dia belum bisa menerima dan depresi. " ucap dokter
" apa kondisinya separah itu dok,,??
" dia masih dalam pemulihan tubuh dan mentalnya, untuk sementara jangan di beri beban terlalu berat pikirannya." jelas dokter..
Jin tiba-tiba masuk dan mendengar sebagian yang dibicarakan dokter dan appanya mengenai Farah, adiknya.
" terimakasih dokter.. kami akan menjaga Farah dengan baik." ucap jin.
Mereka berdua keluar ruangan bersama dan berjalan menuju ruangan Farah.
" oppa.. apa bayiku baik-baik saja..?? tanya Farah
untung jin dan appanya segera masuk, " dia baik-baik saja kau tidak perlu khawatir " ucap jin berbohong.
Jimin menatap jin dengan tatapan penuh tanya. Jin hanya menepuk punggung Jimin dan tersenyum di depan adiknya.
" ada yang kalian sembunyikan dari ku.. aku tidak merasakan bayi ku lagi di perut ini, yang aku rasakan hanya nyeri.. appa.. ?? ucap Farah kembali bertanya dan kali ini pada ayahnya.
" sayang.. tidak ada masalah dengan bayimu.. iya kan Jim..??
" iya benar bee.. " kata Jimin tersenyum..
Farah kembali diam.. dia masih bingung dengan perasaannya sendiri. Dia tidak merasakan detakan yang biasa dia rasakan saat sebelum kejadian itu.
" bee.. aku balik dulu ya.. aku ingin melihat omma.. appa bilang omma masih di rumah sakit. " ucap Jimin berpamitan ke Farah.
" hati-hati oppa.. aku nggak mau kamu kenapa-kenapa" kata Farah
Jimin tersenyum dan berkata, " aku yang takut kamu kenapa-kenapa, cepat sehat ya bee.. masih banyak yang akan aku sampaikan padamu. " ucap Jimin.
Farah tersenyum.. kemudian Jimin mendekatinya lagi membisikkan sesuatu di telinga Farah, " I Love You bee " ucapnya..
Farah menatapnya dan tersenyum.
** to be continue **
__ADS_1