CINTA ARINI

CINTA ARINI
episode 22


__ADS_3

***


Hari ini Arka dan Sarah pergi ke toserba yang ada dikotanya Arini, saat mereka datang dan melihat lihat ditemani bawahannya lalu ada Arini sedang melayani pembeli dan mata mereka bertemu sangat lama seakan menandakan kerinduan yang dalam, Arini lalu memalingkan pandangannya kepada pembeli saat melihat ada seseorang disampingnya Arka dan menggenggam tangannya


Saat jam istirahat Arini pergi mencari makan ke luar toserba dengan temannya sambil membicarakan kedatangan Arka


"Ar apa kamu tadi melihat Pak Arka yang punya Toserba ",


"Iya aku lihat" ,


"Ganteng banget kan dan istrinya juga cantik banget serasi ya mereka",


"Iya ",


"Katanya sekarang istrinya sedang hamil , aku gak ngebayangin gimana wajah anak mereka perpaduan tampan dan cantik",


"Lis aku mau ke toilet , duluan yah ",


"Tunggu Ar bentar lagi juga beres",


Arini lalu pergi duluan meninggalkan temannya, ditoilet air matanya menetes begitu saja seolah olah hatinya sakit saat mendengar ucapan lisa barusan.


Pulang kerja Arini bertemu dengan Rina karena jam kerja mereka sama, saat mereka pulang jalan kaki Arini mencurahkan isi hatinya kepada sahabatnya itu dan Rina hanya bisa memeluk Arini yang sedang sedih.


Diperjalanan Arka diam saja tidak berbicara , Sarah yang merasa aneh dengan sahabatnya yang sekarang menjadi suaminya itu lalu bertanya,


"Arka.. Arka..",


"Hmmm..."


"Kamu mikirin apa dari tadi diam saja" ,


"Gak mikirin apa-apa"

__ADS_1


"Jangan bohong",


"Gak ada apa-apa Sar ",


"Aku mau pulang ke rumah Ibu dan menginap disana",


"Iya , tapi aku gak akan ikut menginap disana",


"Ya udah,,


Mereka sudah sampai dan Sarah menginap dirumah orang tuanya tapi Arka tidak ikut lalu tengah malam dia tidak bisa tidur dan menelepon Arini, kebetulan Arini juga masih belum tidur lalu ponselnya berdering panggialn dari Arka tapi tidak dijawab karena dia tidak mau lagi berbicara dengan mantan pacarnya itu,


"Arini jawab dong",ucap Arka sambil mondar mandir lalu Arka terus menghubungi Arini sampai dijawab olehnya, tidak lama teleponnya pun dijawab.


"Arini..."


"Kak udah jangan hubungin aku lagi, gimana aku bisa ngelupain Kak Arka "


"Arini aku mohon sekali ini saja, setelah ini aku gak akan hubungin kamu lagi.


"Arini aku tahu kamu masih mencintai aku kan, dan sebaliknya juga aku juga masih cinta sama kamu",


"Kak Arka sadar gak apa yang diucapkan barusan,Kakak itu udah menikah dan punya istri. kalau kakak telepon hanya untuk membahas itu lebih baik aku tutup dan jangan pernah hubungi aku lagi,


"Arini.....".telepon pun ditutup,


***


Semenjak malam itu Arka tidak pernah lagi menghubungi Arini, kehamilan Sarah sekarang sudah menginjak 5 bulan dan Arka tidak pernah lagi berkunjung ke toserba.


Ringgo sudah tidak lagi bekerja ditoserbanya Arka, sekarang dia bekerja diluar kota meninggalkan Arini dan perasaannya yang masih belum diterima oleh Arini.


Bi Ratna sekarang membuka warung nasi didepan rumahnya dibantu oleh neneknya Arini, Pagi-pagi Bi ratna kepasar ditemani Arman anak bungsunya dan warung nasinya selalu ramai dengan pembeli dan hari ini kebetulan Arini sedang libur kerja dan Rina juga suka menginap dirumah Arini

__ADS_1


"Bu hari ini kan aku libur, jadi biar aku aja yang jaga warung nasinya"


"kamu istirahat aja Nak..


"Iya tante nanti aku bantu Arini juga", ucap Rina


"Ya udah kalau gitu ibu istirahat sebentar


"Iya Bu",


Mereka lalu menjaga warung nasinya dan ada pembeli anak muda,


"Mau beli apa mas",


"Nasi sama ayam aja Kak",


"Udah itu aja, eh tapi saya baru lihat kamu beli disini",


"Iya baru beberapa hari saya tinggal dikosan deket sini",


"Oh pantesan, ini nasinya ",lalu cowok itu memberikan uangnya


"Makasih Kak",


"Sama sama, sering sering kesini yah", ucap Rina lalu cowok itu pergi


"Kamu apaan sih Rin",


"Seger banget liatnya ,Ar aku tuh udah mau setahun jomblo, jadi wajar dong kalau lihat cowok itu".


"Iya terserah kamu Rin",


"Ar apa Kak Ringgo udah ngabarin kamu?

__ADS_1


"Belum , mungkin Kak Ringgo sibuk Rin.. lagi pula Aku gak mau terlalu deket ",


"Ar terima aja apa kurangnya Kak Ringgo coba, apa jangan jangan kamu belum bisa move on dari Pak Arka".


__ADS_2