CINTA ARINI

CINTA ARINI
episode 24


__ADS_3

Tidak lama Rina dan Sarah datang ,Arini mengajak Rina pergi dari situ untuk menghindari Arka


"Aku kan baru sampai kenapa buru buru pergi Ar",


"Kita cari tempat lain aja Rin",


"Ya udah kita kesana aja", lalu mereka duduk di pasir sambil lihat pantai tapi Arini dari tadi diam saja karena kesal dengan sikap Arka. "Ar kamu kenapa dari tadi diam terus",


"Aku gak ngerti sama Pak Arka",


"Pak Arka kenapa?"


"Tadi dia bilang gak rela kalau ada pengganti dia disamping aku",


"Serius dia ngomong gitu, apa jangan jangan dia masih mencintai kamu Ar",


"Nggak mungkin Rin, aku lihat dia sekarang bahagia bersama istrinya sebentar lagi dia juga mau punya anak".


"Apa kamu juga masih mencintai Pak Arka",


"Aku udah bisa ngelupain dia Rin, tapi dengan pertemuan sekarang ini aku jadi ingat lagi ",


"Udah Ar jangan dipikirin omongannya Pak Arka, sekarang kamu harus bahagia sama Kak Ringgo ".


"Iya Rin, tapi kamu jangan bilang apa apa sama Kak Ringgo tentang ini aku mohon "


"Siap Ar, kamu jangan khawatir mendingan sekarang kita cari makan... aku lapar",

__ADS_1


2 hari sudah mereka liburan dan hari ini saatnya pulang, di pesawat Arini tidak lagi duduk bersebelahan dan bertemu dengan Arka.


***


Pagi - pagi Arini sudah bangun dan tidak tahu kenapa kepalanya sedikit pusing dan demam, lalu dia memaksakan untuk berangkat kerja naik angkutan umun dan bertemu dengan Rina disana


"Ar kamu sakit, wajah kamu pucat sekali"


"Gak tau Rin , kepala aku sedikit pusing"


"kamu istirahat dulu, biar aku yang beres beres",


"Maaf ya Rin",


"its ok Arini ", Arini lalu pergi ke ruangan tempat istirahat mereka


"Kenapa keuangan disini menurun padahal penjualannya meningkat",


"Maaf pak tapi saya tidak tahu",


"Tidak tahu?... kamu itu manager disini, selama ini kamu kerja apa?"


"Maaf Pak, saya akan panggil Pak Rino kesini", tidak lama Pak Rino datang


"Ada apa ya Pak saya dipanggil ke sini",


"Ini apa?" ucap Arka sambil ngasih laporan keuangan

__ADS_1


"Saya minta maaf Pak", ucap Pak Rino


"Kamu keluar", ucap Arka kepada bawahannya


"Saya permisi",


"Sekarang jelaskan kenapa keuangan menurun"


"Sebenarnya... saya meminjam uang disini Pak, Saya minta maaf dan saya akan segera membayarnya "


"Berani sekali kamu memakai uang toserba", lalu Arka menelepon bawahannya dan menyuruh memecat pak rino


"Jangan pecat saya Pak, saya mohon saya akan melunasinya ",


"Masih untung saya tidak memasukan kamu ke penjara", Arka pergi dari ruangan itu.


Setelah Arini istirahat sebentar dan minum obat , badannya sedikit membaik kepalanya sudah tidak pusing lagi. Siangnya dia tidak sengaja bertemu dengan Arka didepan tempat parkiran tapi Arini pura-pura tidak lihat lalu pergi , saat Arini pergi tiba tiba dia mendengar suara teriakan lalu dia melihat sumber suara itu..


"Pak Arka.....", ucap Arini teriak yang melihat Arka jatuh dengan mengeluarkan darah diperutnya


"Tolong....tolong..., Pak Arka siapa yang melakukan ini", ucap Arini sambil menangis. "Pak Arka bangun",


Tidak lama ada seseorang datang Arka lalu dibawa kerumah sakit, Arini tidak ikut ke rumah sakit dia hanya bisa menangis melihat Arka seperti itu.


"Ar udah jangan nangis.. Pak Arka akan baik baik aja kok",


"Aku juga gak tahu kenapa Rin air matanya keluar terus",

__ADS_1


"mendingan sekarang kamu izin pulang sama atasan, lihat baju kamu banyak darahnya dan kamu juga harus istirahat.."


__ADS_2