
Arman dan Raisa sudah sampai, dari jauh terlihat Arini sedang menangis didepan rumahnya dan ada sebuah koper disampingnya, Arini terus memanggil Bu Nova untuk bisa membawa Axelle pergi bersamanya meskioun Dia harus berpisah dengan Arka.
Arman yang melihat itu lalu lari menghampiri Kakaknya,
"Kak... ", ucap Arman
"Man.. tolongin Kakak", ucapnya sambil menangis
"Dasar nenek lampir, tega sekali mengusir Kak Arini", ucap Raisa marah. lalu Arman mengetuk pintu Rumah Arini dengan keras yang dikunci oleh Bu Nova.
"Omah buka pintunya", ucap Arman
"Mamah buka pintunya", ucap Raisa yang juga ikut teriak. Mendengar ada teriakan dari luar Bu Nova langsung membuka pintu itu.
"Ngapain kalian teriak-teriak", ucapnya
"Mamah tega mau misahin Kak Arini dengn suami dan Anaknya", ucap Raisa marah
"Kalian jangan ikut campur, dan pergi juga dari Rumah Ini",
__ADS_1
"Mungkin kesalahan Kak Arini tidak termaafkan oleh Anda, Tapi apa mungkin Anda tega memisahkan Anak dengan Ibunya", ucap Arman
"Kalau bukan karena Dia selingkuh, Saya gak akan memisahkan mereka. Jadi bawa Kakak Kamu pergi sekarang juga, dan juga Kamu jangan khawatir... Axelle akan bahagia bersama Neneknya", ucap Bu Nova lalu menutup lagi pintunya
"Nenek lampir buka pintunya, Kita belum selesai", ucap Raisa kesal
"Sa... udah", ucap Arman." Kak Kita pergi dari rumah ini, sementara Kakak tinggal sama Aku", ajaknya kepada Arini
"Tapi Man, Kakak gak bisa pergi dari rumah ini.. gimana dengan Axelle Dia masih bayi",
"Sampai Kakak pingsan disini pun, Bu Nova tetap tidak akan membuka pintunya. Mudah-mudahan Kak Arka cepat sadar dan bisa membawa Kakak ke rumah ini lagi", ucap Arman mendengar itu Arini semakin menangis
"Kak Arini, udah jangan nangis lagi", ucap Raisa menenangkan dan memeluknya. Arini lalu dibawa pulang ke kontrakan Arman, Raisa menemaninya sementara Arman membantu Pak Adi untuk menyiapkan jualannya
"Kamu gak usah ikut campur dan nyuruh saya untuk mempertemukan wanita itu dengan Cucu Saya, yang mesti kamu lakukan sekarang tenagkan Axelle sampai Dia tidak nangis lagi... Apa kamu juga mau saya usir dan satu lagi jangan pernah kamu angkat telepon dari wanita itu", ucapnya mendengar itu Bi Irah hanya bisa menuruti perkataan Bu Nova karena masih membutuhkan pekerjaannya untuk membiayai sekolah Anaknya.
Sementara Arini tidak bisa tidur karena memikirkan Anaknya yang masih bayi dia berpikir Mertuanya kenapa tega memisahkan Dia dan suaminya yang masih belum sadar,
"Kak... kenapa belum makan?", ucap Arman membuyarkan lamunan Kakaknya
__ADS_1
"Gimana Kakak bisa makan, sementara Axelle disana nungguin Mamahnya pulang dan Kakak juga gak bisa menghubungi Bi Irah mungkin dilarang oleh Mamah Nova",ucapnya
"Besok.. Aku akan antar Kakak untuk membawa Axelle",
"Iya Man, Kamu harus bantu Kakak", ucap Arini
"Sekarang Kakak makan lalu tidur", ucap Arman lalu Dia balik lagi untuk membantu Pak Adi karena banyaknya pelanggan Nasi gorengnya.
Paginya Arini pergi bersama Arman ke rumahnya, sampai disana Arini lalu mengetuk pintunya tidak lama Bi irah membukanya,
"Bi...", ucapnya
"Non Arini baik-baik saja kan, Nyonya melarang Non kesini lagi",
"Axelle mana Bi, pasti Dia haus dan menunggu Mamahnya pulang",ucapnya mencari keberadaan Axelle
"Den Axelle dibawa pulang ke rumah Nyonya",
"Apa? tapi kenapa Bi",
__ADS_1
"Nyonya bilang takut Non Membawanya pergi, jadi Den Axelle dibawa ke rumah nyonya. Maafin Bibi Non... Bibi gak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menuruti semua perkataan Nyonya",
"Bibi gak perlu minta maaf, Aku mau ke rumah Mamah sekarang". ucapnya lalu pergi dan diikuti oleh Arman