
Setelah meminta izin pulang kepada atasannya, sesampai dirumah Arini ganti baju dan menjelaskan kepada ibunya tentang kejadian yang menimpa Arka,
"Nak apa kamu khawatir sama keadaan Den Arka"
"Iya Bu, aku gak tahu kenapa seperti ini padahal dia udah menikah dan aku juga udah ada Kak Ringgo... apa aku egois?
"Ibu tahu perasaan kamu seperti apa sekarang, tapi kamu harus bisa ngelupain Den Arka".
"Iya Bu, aku harus bisa melupakannya".
***
Setelah kejadian itu, Arini tidak pernah bertemu lagi dengan Arka maupun Sarah. Hari ini Arini berencana untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya ditoserba,
"Nak, kamu sudah yakin mau berhenti kerja"
"Iya Bu,
"Apa karena Den Arka",
"Bukan Bu, aku hanya ingin istirahat dulu dan bantu Ibu ".
"Ya sudah kamu cepet siap siap dan sarapan, Rina sudah datang tuh". Diluar terdengar suara Rina yang setiap hari selalu berangkat kerja bareng dengan Arini,
Pukul 08.00 mereka berangkat menggunakan angkot,
"Ar beneran kamu mau berhenti kerja",
"Iya Rin",
"Terus aku sama siapa kalau gak ada kamu",
"Kan ada temen temen yang lain",
__ADS_1
"Kamu berhenti pasti karena PaK Arka iya kan",
"Itu juga salah satunya kenapa aku berhenti kerja",
"Apa Kak Ringgo tahu",
"Belum Rin, nanti aku mau hubungin dia",
Sorenya Arini pulang bersama sarah, dia berharap setelah keluar dari pekerjaannya tidak akan bertemu lagi dengan Arka dan memulai lembaran baru dengan seseorang yang menjadi kekasihnya sekarang.
Beberapa bulan berlalu Arini sekarang bekerja dihotel dekat rumahnya sebagai administrasi, hubungannya dengan Ringgo masih berjalan biarpun mereka pacaran jarak jauh dan keluarga mereka juga sudah dekat.
Ditempat lain Arka sedang mengantar istrinya ke rumah sakit karena hari ini jadwal Sarah untuk chek up kandungannya yang sudah memasuki usia 9 bulan,
"Dok kenapa saya belum melahirkan, padahal prediksinya 1 minggu yang lalu saya akan melahirkan",
"Itu kan hanya prediksi Bu, biasanya ada yang sebelum prediksi ada juga yang sesudah prediksi baru melahirkan ",
"Kandungan Ibu baik-baik saja, Kalau dalam waktu 1 minggu anda belum juga melahirkan nanti kesini lagi.."
"Iya Dok, kalau gitu saya permisi",ucap Sarah lalu keluar dari ruangan itu digandeng oleh suaminya.
"Kamu jangan banyak pikiran Sar",
"Semakin kesini aku jadi banyak pikiran Ar, ditambah Ayah sedang sakit",
"Mendingan sekarang kita pulang dan kamu istirahat".
Ayahnya Sarah sekarang berada dirumah sakit karena penyakit yang dideritanya, setelah pulang chakeup Sarah istirahat dikamarnya dan Arka pergi ke toserba melanjutkan pekerjaannya.
"Selamat siang dan selamat datang di HOTEL BUNGA DAHLIA, ada yang bisa saya bantu..", ucap Arini kepada tamu yang baru datang
"Selamat siang , saya mau pesen kamar untuk 2 hari ", ucap tamu itu.
__ADS_1
Itulah pekerjaan Arini sekarang, dia lebih bebas dan tidak ada pikiran lagi setelah bekerja dihotel itu, jaraknya tidak jauh dari rumahnya hanya pakai ojeg. Rina yang melihat sahabatnya itu terlihat bahagia dengan pekerjaan barunya lalu dia berencana untuk pindah kerja disana,
"Kamu kan udah lama kerja ditoserba, sayang kalau kamu berhenti Rin ",
"Iya juga sih, nanti kalau tiba-tiba toserba bangkrut terus aku diPHK kan dapat uang"
"Dasar kamu, jangan gitu Rin kasian kalau TOSERBA bangkrut nanti karyawan semua mau dapat uang dari mana apalagi buat yang sudah berumur kayak Pak Ujang kan susah cari kerja lagi",
"Iya sih... eh Ar aku mau tanya?
"Tanya apa?
"Cowok yang suka beli makan ditempat Bu Ratna bukannya kerja disana",
"Cowok yang mana Rin",
"Yang itu.. cowok ganteng ",
"Rasya maksud kamu",
"Aku gak tahu namanya",
"Kenapa emangnya?
"Kayaknya aku suka deh sama dia, kalau ketemu tolong minta no handphone nya dong"
"Kamu mau no handphone dia.. nih aku udah punya",
"Beneran Ar... kamu memang sahabat yang pengertian",
"Iya.. , kamu mau nginap apa pulang ke kosan"
"Aku pulang aja.. dah Ar", Rina pun pulang dan Arini siap-siap untuk tidur karena sudah larut malam.
__ADS_1