CINTA ARINI

CINTA ARINI
episode 54


__ADS_3

Hari ini hari terakhir Arman dan Raisa ujian, di kelas semua siswa bertepuk tangan karena tidak akan ada ujian lagi. Arman lalu menunggu Raisa didepan gerbang sekolah karena mereka akan pergi untuk foto,


"Man... Aku mau pergi ke rumah Papah, gimana kalau besok Foto untuk bajunya"


"Iya besok aja Sa",


"Maaf ya Man, tadi pagi Papah telepon dan nyuruh Aku ke rumahnya".


"Gak apa-apa Sa", lalu mereka pergi ke tujuan masing-masing.


Raisa sampai Rumah Papahnya, disana Papahnya tinggal sendiri. Raisa tidak terlalu dekat dengan Papahnya karena sifatnya tidak baik menurut Dia dan semua Rumah dan mobil yang dipakai Raisa itu pemberian dari Mamahnya,


"Ada apa Papah nyuruh Aku kesini",


"Apa kamu gak mau nanya dulu kabar Papah",


"Yang Aku lihat sekarang Papah baik-baik aja",


"Raisa... Papah ini Papah kamu, kenapa selalu bersikap seperti ini".


"Papah Aku tapi kenapa Papah gak pernah tanya kabar Aku, Aku lagi apa, apa Aku udah makan belum... gak pernah kan",


"Papah sibuk...",


"Sibuk cari istri lagi", ucap Raisa


"Raisa...",


"Aku capek Pah, kalau udah gak ada yang dibicarain lagi Aku pulang ".


"Papah belum selesai", ucap Papahnya membentak

__ADS_1


"Ada apa lagi sih Pah",


"Kenapa kamu putus sama Rangga, Ayahnya itu udah baik sama Papah.."


"Ya Papah tinggal bales aja kebaikan Ayahnya Rangga", ucap Raisa lalu Papahnya menamparnya "Plaakk...", sampai pipinya merah. Raisa lalu pergi sambil pegang Pipinya dan menangis.


Siang hari Arka sudah pulang kerja karena tidak enak badan, lalu Dia tiduran disamping Axelle yang juga sedang tidur tapi bukannya ikut tidur, Arka malah memegang wajah Anaknya karena gemas.


"Kak... jangan diganggu ih, baru juga tidur Anaknya", ucap Arini kesal


"Iya Sayang, lucu sekali Anak kita..."


"Kak... lihat badan Aku jadi gemuk",


"Kamu kan lagi menyusui Axelle, jadi pasti naik berat badan kamu",


"Kemarin Mamah bilang, katanya badan Aku gak bagus dilihat.."


"Iya Kak.... Makasih Suamiku", lalu Arini mengecup pipinya Arka


"Kenapa disitu Sayang, disini nih", ucap Arka menunjuk bibirnya


"Nanti minta lebih lagi.."


"Ya gak apa-apa kan kalau Suaminya minta lebih",


"Kak....", ucap Arini merajuk. Melihat istrinya seperti itu Arka jadi ingin terus menggoda untuk meminta haknya sebagai Suami.


Malamnya Raisa sengaja mampir ke tempat Arman bekerja dan Dia juga ingin makan nasi goreng disana, melihat Raisa datang Arman langsung menghampirinya dan merasa ada yang aneh dengan pipinya Raisa.


"Hai Man..",

__ADS_1


"Sa... Kamu dari mana",


"Aku dari Rumah Anya, Aku pesen nasi goreng satu Man yang pedes tapi makan disini",


"kamu duduk dulu aja", ucap Arman. Setelah pak Adi membuat nasi goreng lalu Arman memberikannya kepada Raisa."Pipi kamu kenapa". ucap Arman penasaran


"Biasa Man... tanda Sayang Papah sama Aku".


"Apa sudah diobatin", Ucap Arman


"Sudah Man, Kamu kerja lagi sana.. Aku mau makan dulu", Ucap Raisa mengusir Arman.


Setelah selesai makan, Raisa pamit pulang tapi Arman mengantarnya pulang menggunakan motor milik Pak Adi lalu Arman memberikan jaketnya untuk dipakai Raisa, Saat dijalan Raisa memeluk Arman sambil menangis.


"Kenapa berhenti", ucap Raisa


"Ada apa Sa", ucap Arman tapi bukannya menjawab Raisa malah tangisannya semakin terdengar. Arman membiarkan Raisa menangis mungkin dengan seperti ini dia akan merasa lebih tenang.


"Ayo jalan lagi Man",


"Apa Kamu sudah merasa baikan", ucap Arman dan Raisa menjawab dengan anggukan kepalanya tidak lama lalu mereka sampai.


"Makasih Man, dan ini jaket kamu",


"Sama-sama Sa, Aku pulang dulu",


"Hati-hati Man". ucap Raisa dan Arman hanya tersenyum, Dijalan Arman merasa ada mobil yang ngikutin Dia lalu mobil itu mendahuluinya dan berhenti didepan Arman.


Dari mobil itu keluar dua orang yang tak lain Rangga dan temannya,


"Sini... loe", ucap Rangga dan menarik Arman dari motor

__ADS_1


"Ada apa", ucap Arman dan bukannya menjawab Rangga malah memberikan pukulan ke wajahnya lalu Arman tersungkur setelah itu Arman ditarik lagi dan diberi pukulan lagi dibantu oleh temannya, saat Arman sudah tak berdaya lalu mereka pergi .


__ADS_2