
Satu Minggu sudah Arini benar-benar berpisah dengan Suami dan Anaknya, Tubuhnya semakin kurus dan Dia berniat untuk meninggalkan Kota ini dan tinggal lagi dirumah mendiang Ibunya tapi Niat itu diurungkannya karena larangan Arman.
Arini mempunyai sedikit tabungan hasil keringatnya dulu untuk menyewa kontrakan yang lebih besar karena kontrakan yang Arman tinggali terlalu sempit untuk Dua Orang, Arman sekarang sudah bekerja disebuah Mini market yang tidak jauh dari rumah kontrakannya.
"Man.. sarapan dulu sebelum berangkat", ucap Arini kepada Arman yang sudah siap-siap untuk berangkat kerja
"Iya Kak", ucap Arman. Setelah sarapan Arman lalu berangkat sementara Arini pergi ke pasar menggunakan angkutan umum untuk membeli sayur dan lauknya.
Saat dipasar Arini bertabrakan dengan seseorang yang sedang menggendong Anak, Arini yang melihat itu langsung meneteskan air mata.
"Maaf...", ucap Arini
"Tidak apa-apa... Kamu Arini kan", ucap orang itu
"Iya, Saya Arini.. Anda Siapa yah?", tanya Arini
"Aku Audy.. Istrinya Mas Ringgo", ucapnya
"Apa kabar?", ucap Arini
"Aku baik, Kamu lagi belanja.. sama Siapa ?"ucapnya
"Aku sendiri, kalau gitu Aku duluan karena sudah beres juga belanjanya", pamit Arini
"Iya, hati-hati", ucapnya kepada Arini. Lalu Dia pulang dan saat menunggu angkutan umum lewat lalu ada mobil berhenti didepannya,
"Arini...", ucapnya kaget
"Kak Ringgo", ucap Arini yang juga sama kaget
__ADS_1
"Apa kabar?", ucap Ringgo keluar dari mobilnya
"Baik", ucap Arini.
"Udah lama kita gak ketemu, apa kamu lagi nunggu Suamimu", tanya Ringgo
"Iya", ucap Arini berbohong
"Kalau gitu.. Aku duluan Ar", pamit Ringgo
"Iya", jawab Arini. Tidak lama Angkot datang dan Arini langsung naik dan sampai dirumah kontrakan ada seseorang yang menunggunya.
"Rina...", ucap Arini yang sudah lama tidak bertemu dengan sahabatnya itu
"Ar...", ucapnya memeluk Arini sambil menangis
"Aku kangen sama Kamu Rin",
"Masuk Rin, kita ngobrol didalam", ajaknya
"Ar.. tadi aku ke rumah Kamu, dan bibi menceritakan semuanya.. Mertua kamu jahat sekali Ar", ucapnya masih menangis
"Udah Rin jangan nangis , Aku ikhlas dengan takdir ini.. Kamu doakan semoga Kak Arka cepat sadar dan Aku bisa bersama lagi dengan Anak dan Suamiku". ucap Arini mendengar ucapan Sahabatnya itu Rina langsung memelum Arini lagi,
"Kamu harus sabar Ar, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk hubungi Aku..", ucap Rina
"Iya Rin.. terima kasih", ucap Arini
"Ar.. maaf Aku gak bisa lama-lama disini, Besok aku harus balik lagi ke luar kota",
__ADS_1
"Iya Rin... gak apa-apa",
"Kamu harus kuat Ar.. dan jaga diri kamu",
"Iya Rina..",
"Sebenarnya Aku masih pengen lama disini, dah Ar...", pamit Rina
Setelah sahabatnya pulang, Arini kesepian lagi sendiri dirumah kontrakannya. Sesekali Dia menghubungi Bi Irah untuk menanyakan kabar Sauminya, dan jawaban Bi Irah masih sama seperti sebelumnya bahwa suaminya masih belum sadar.
***
Malam Hari Raisa menunggu Arman pulang kerja didepan Mini marketnya, sudah setengah jam Raisa disana tapi Arman masih belum keluar juga.
"Sa... lagi ngapain disini?" ucap Arman mengagetkan Raisa
"Aku lagi nunggu Kamu", ucap Raisa cemberut
"Kamu dari tadi nunggu disini",
"Udah setengah jam Aku nunggu disini, mana banyak nyamuk lagi",
"Kalau Aku tahu Kamu disini, Aku pulang dari tadi Sa", ucap Arman
"Aku lapar",
"Ya udah.. kita cari makan dulu", ajak Arman lalu mereka jalan kaki. sampai ditempat makan Raisa memberitahukan kepada Arman bahwa beberapa hari lagi Dia akan tinggal dengan Mamahnya dan kuliah disana,
"Aku juga mau jujur sama Kamu.. sebenarnya Aku cinta sama Kamu", ucap Raisa. Mendengar itu Arman kaget dan tidak merespon, Raisa sedih saat pengakuan cintanya tidak dianggap oleh Arman." Aku hanya mengungkapkan Apa yang Aku rasian sekarang, jadi Kamu gak perlu menanggapinya".
__ADS_1
Maafkan Author yang jarang update..