
Sesudah membayar Arini lalu pulang dan menunggu angkutan umum dipinggir jalan, lalu ada mobil datang,
"Tante cantik.."
"Alisa..."
"Arini saya anterin pulang".
"Terima kasih Pak".
"Tante cantik ayu naik mobil Papah.."
"Iya Ar sebentar lagi hujan loh".
"Yuk Tante cantik..", Arini lalu naik mobil karena permintaan Alisa dan duduk dibelakang." Papah... Alisa duduk sama Tante cantik boleh kan"
"Iya boleh", lalu Alisa pindah duduk dibelakang dengan Arini. saat dijalan Alisa tidak berhenti ngobrol dengan Arini dan Arka hanya menggeleng kepala melihat anaknya bawel
"Pak Arka saya turun disini saja, terima kasih sudah mengantarkan saya pulang.. Alisa Tante pulang dulu yah".
"Tante cantik nanti kalau aku mau main boleh kan".
"Boleh Sayang", lalu Arini masuk ke gang rumah kossannya.
Saat masuk rumah dia bertanya tanya kenapa tidak ada Sarah saat belanja tadi, dan juga kenapa dia dipertemukan lagi dengan Arka.
Ditempat lain Ringgo sedang berbicara serius dengan ibunya diruang keluarga,
"Kamu mau ngebatalin pernikahan ini Ringgo"
"Iya Bu, aku minta maaf"
"Tapi kenapa? pernikahan kalian tinggal 1 bulan lagi "
"Aku tahu Bu, tapi aku tidak bisa menikah dengan Arini"
"Ibu kecewa sama kamu, apa kamu gak mikirin perasaan Arini dan Ibunya seperti apa"
"Aku sudah membuat keputusan ini matang-matang Bu".
"Apa kalian ada masalah, kenapa gak dibicarakan baik baik"
"Kita gak ada masalah dan Arini juga gak punya salah, ini murni keputusan aku Bu"
"Jujur sama Ibu ada apa Ringgo",
"Pak Andi sebelum meninggal , dia mewasiatkan perusahaannya kepadaku dan mau menikahkan aku dengan putrinya".
"Wasiat macam apa itu, dan kamu mau tetima saja dengan wasiat itu".
"Aku harus gimana lagi Bu dan ini juga Amanat Pak Andi". Lalu Ibunya pergi ke kamar karena tidak mau mendengar omongan anaknya,
__ADS_1
***
2 minggu yang lalu Pak Andi jatuh sakit dan dirawat, beberapa jam sebelum meninggal dia memanggil Ringgo ditemani anak keduanya
"Ringgo"
"Iya Pak",
"Sebelumnya saya minta maaf, saya harus menyuruh kamu melakukan ini".
"Maksud anda apa Pak",
"Saya mau mewasiatkan perusahaan saya sama kamu dan kamu harus menikah dengan anak saya".ucap Pak Andi, disitu Arka merasa tersengat listrik gimana bisa dia harus menikah dengan anaknya Pak Andi dan menghianati Arini calon istrinya,
"Tapi Pak Maaf saya gak bisa",
"Saya mohon, cuma kamu yang bisa saya andalkan". ucap Pak Andi didampingi anak keduanya yang dari tadi menangis melihat kondisi Ayahnya, Ringgo terdiam beberapa saat.
"Saya mohon Ringgo", ucap Pak Andi sekali lagi
"Baik kalau itu kemauan anda, saya akan menjalankan Amanat anda".
"Terima kasih Ringgo"
"Tapi Ringgo", ucap Audy Lalu melihat ayahnya dalam keadaan sekarat," Ayah jangan tinggalin Audy". lalu Ringgo memanggil dokter, beberapa detik kemudian Pak Andi dinyatakan meninggal dunia, mendengar itu Audy menangis sejadi-jadinya ditinggalkan oleh orang yang paling dia sayang sepeninggal Ibunya.
***
Hari ini Ringgo akan membicarakan keputusannya terhadap Arini di suatu tempat, Arini sangat senang karena akan bertemu dengan Ringgo yang dirindukannya selama ini lalu Arini berdandan cantik dan dijemput oleh Kekasihnya itu,
"Kak Ringgo aku kangen banget", ucap Arini saat Ringgo datang
"Aku juga", lalu mereka pergi
Sampai disana Arini bicara tentang pernikahan mereka, Ringgo tidak tega saat melihat Arini yang sangat bahagia lalu setelah berpikir panjang dia pun bicara,
"Sayang aku mau bicara sesuatu sama kamu",
"Ada apa Kak, wajah Kak Ringgo serius sekali".
"Sebelumnya Aku minta maaf, aku mau membatalkan pernikahan ini dan mengakhiri hubungan kita", Setelah mendengar itu Arini diam tidak percaya
"Kak Ringgo apaan sih becandanya gitu",
"Aku serius, aku sudah bilang sama Bu Ratna dan Ibu tentang ini".
"Hah....",
"Maafin Aku Ar , aku memang laki-laki bodoh yang menyakiti wanita baik seperti kamu".
"Kak Ringgo gak bisa ngelakuin ini sama aku, pernikahan kita kurang dari 1 bulan lagi untuk undangan pun aku sudah selesai tinggal dibagi", ucap Arini sambil menangis
__ADS_1
"Aku benar benar minta maaf aku gak bisa meneruskannya".
"Kalau Kak Ringgo ada masalah kita bisa bicarakan baik-baik, dan kalau aku punya salah aku minta maaf Kak",
"Ar",
"Kedua orang tua kita memang bisa menerima keputusan Kak Ringgo, tapi Aku gak bisa Kak menerimanya. Aku mohon jangan seperti ini "
"Arini..." ucap Ringgo tidak tega melihat Arini menangis sambil memohon padanya
"Apa Kak Ringgo ingat janji saat menyatakan perasaan kepadaku, Kamu bilang tidak akan menyakiti aku tapi mana kak Ringgo malah mengingkarinya".
"Arini aku minta maaf, aku akan mengganti kerugian untuk persiapan acara pernikahan itu".
"Kak Ringgo tega yah, aku gak butuh uang ",
"Ar please jangan seperti ini, aku minta maaf ". lalu Ringgo pergi meninggalkan Arini sendirian, disebrang jalan ada seseorang yang memperhatikan mereka dari tadi dan tidak lain adalah Arka.
"Kak tunggu", ucap Arini mengejarnya. Ringgo tidak memperdulikannya dan meninggalkan Arini dijalan saat sedang turun hujan, Arini tidak peduli badannya basah kuyup karena kehujanan,Lalu Arka menghampiri Arini dengan membawa payung,
"Kamu bukan Anak kecil yang suka hujan hujanan ". Arini tidak memperduliakan Arka dan masih menangis dengan rasa sakit yang diberikan Ringgo, lalu Arka membawa Arini pergi ke mobilnya dan memakaian jas kepadanya.
Saat dimobil Arini terus menangis, Arka gak tega hatinya sakit saat melihat orang yang dulu pernah menjadi miliknya menangis dari tadi.
"Pak Arka bisa anterin aku pulang".
"Apa kamu sudah merasa baikan", ucap Arka lalu Arini mengangguk karena sudah merasa baik dan air matanya sudah tidak keluar lagi. mereka lalu pulang dan sampai dikosan Arini,
"Terima kasih ". lalu Arini masuk dan Arka malah ikut masuk ke rumah
"Pak Arka mau apa kenapa tidak pulang",
"Aku mau disini sebentar boleh kan",
"Ya udah", lalu Arini membiarkan pintunya terbuka dan langsung memberikan teh hangat kepada Arka setelah itu dia pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya.
Saat Arka menunggu dia khawatir takut Arini khilaf dan melakukan bunuh diri, lalu dia sengaja diam didepan pintu kamar mandi. Tidak lama Arini pun keluar dan sudah memakai baju tidur lalu menggulungkan rambutnya dengan handuk dan kaget ada Arka,
"Pak Arka sedang apa disitu"
"Aku sedang memastikan kamu baik baik saja"
"Anda pikir aku akan melakukan apa?
"Bunuh diri mungkin", ucap Arka dengan hati-hati
"Aku ini masih punya iman, gak mungkin aku ngelakuin itu".
"Ya mungkin aja kan saat seseorang sedang terpuruk sedih sakit hati",
"Mendingan sekarang Pak Arka pulang, lagian ini udah malam dan Rumah ini juga tidak sembarangan* seorang pria masuk".
__ADS_1
"Aku ingin disini dulu lagian diluar masih hujan".