
Arman merasa dirinya difitnah, karena walaupun kekurangan uang dia tidak akan mau mencuri, hari ini Dia berniat untuk bolos sekolah karena akan mencari rumah kosan yang tidak jauh dari sekolahnya.
"Arman...", seseorang memanggilnya dan Arman memberikan senyuman. "Kamu mau sekolah apa mudik, kok banyak banget yang dibawa".
"Sa, apa boleh aku titip barang ini di mobil kamu". ucap Arman
"Boleh.. Man, sekarang kita berangkat udah siang nih", Arman pun masuk mobil karena ajakan Raisa. Sampai disekolah ada Rangga nyamperin mereka tapi Raisa malah pergi begitu saja, tidak lupa Arman menyapa Rangga dan langsung pergi ke kelas.
Arini semakin khawatir karena Arman tidak bisa dihubungi sampai sekarang, lalu dia menelepon Suaminya dan menyuruh untuk mencari Arman.
Sekarang Arman tinggal dikosan dekat sekolahnya, dia sangat sibuk beres-beres sampai lupa memberi kabar kepada Kakaknya.
Bu Nova tidak melihat Arini setelah kejadian tadi pagi, lalu Dia pergi ke kamar Arini dan mendapati menantunya sedang menangis.
"Ngapain menangisi anak itu, dia bukan anak kecil lagi... sekarang cepat kamu makan, Saya gak mau terjadi apa-apa sama kandungan kamu". ucap Bu Nova lalu pergi lagi dari kamar Arini
"Sayang....", ucap Arka yang baru sampai rumah
"Kak... gimana? apa udah bertemu sama Arman",
"Aku belum mencarinya, Aku khawatir sama kamu kata Mamah gak keluar kamar dari pagi",
"Aku baik-baik aja Kak, kenapa belum dicari ?"
"Sayang.. Aku udah nyuruh orang untuk mencari Arman",
"Aku takut terjadi apa-apa, dari tadi Arman susah dihubungi".
"Udah.. kamu gak usah khawatir, Arman akan baik-baik aja".
Malamnya Arman menghubungi Kakanya dan menyuruh untuk jangan khawatir karena Dia baik-baik aja sekarang.
Kehamilan Arini sekarang sudah memasuki 9 Bulan dan tinggal menghitung hari Dia akan melahirkan, Arman masih tinggal dikosan sepulang sekolah dia membantu Pak Adi tetangganya berjualan dan Dia juga dapat upah untuk membayar Kosannya sementara biaya sekolahnya masih ditanggung oleh Arka tanpa sepengetahuan Bu Nova.
__ADS_1
Hari ini Arman libur sekolah dan Pak Adi juga tidak berjualan lalu Dia berencana pergi Ke rumahnya yang ada di luar kota,
"Tok...tok...tok... Arman", ucap seseorang dibalik pintu lalu Arman membukanya
"Hai Sa, ada apa?"
"Kenapa susah dihubungi sih, aku ada kerjaan buat kamu ".
"Aku gak bisa Sa",
"Kenapa Man, lumayan loh",
"Hari ini Aku mau pulang ke rumah Ibu",
"Apa kamu akan tinggal disana lagi, gimana sekolah kamu Man ?
"Bukan untuk tinggal disana Sa, Aku hanya ingin Kesana aja".
"Jangan Sa, Aku akan menginap disana ".
"Ya emang kenapa kalau menginap, boleh ya Man", ucap Raisa memohon
"Ya udah",
"Ye... tapi mobil aku lagi dibengkel",
"Kita naik Bis aja, gak apa-apa kan".
"Ya gak apa-apa Man",
"Kita berangkat sekarang", ucap Arman lalu mereka pergi ke terminal Bis .
Di jalan Raisa sangat senang karena sudah lama Dia tidak merasakan naik Bis, matanya tertuju keluar jendela melihat pemandangan, sesekali Arman melihat ke arah temannya itu.
__ADS_1
"Sa....", ucap Arman
"Hmm...", jawab Raisa dan masih melihat keluar jendela
"Apa kamu minta izin dulu sama Rangga?"
"Buat apa, Aku udah putus sama Dia",
"Putus?"
"Dia selingkuh dan Kita putus",
"Bagus kalau kalian putus",
"Jadi selama ini kamu mengharapkan Aku putus".
"Bukan gitu Sa, Aku hanya gak mau kamu melakukan yang lebih dari itu".
"Melakukan itu apa Man? Aku gak ngerti"
"Aku tahu kamu sama Rangga sering pergi malam pulang pagi dalam keadaan mabuk".
"Iya Man semenjak pacaran sama Dia, Aku jadi lebih nakal... tapi sekarang aku akan berubah dan akan jadi anak yang baik".ucap Raisa dan Arman senyum mendengarnya
"Setelah lulus sekolah Aku akan tinggal lagi dirumah Ibu",
"Apa kamu gak mau kuliah, Kamu itu pinter loh sayangkan kalau gak kuliah".
"Belum tahu Sa",
"Gimana kabar Kak Arini?"
"Kak Arini baik, kemarin aku menghubunginya", obrolan mereka pun terhenti karena Bis sudah sampai didepan gang rumahnya.
__ADS_1