CINTA ARINI

CINTA ARINI
episode 48


__ADS_3

"Kenapa Suaminya ditinggal, Aku bawain sesuatu buat Kamu". Ucap Arka


"Itu Apa?", ucap Arini penasaran


"Tada....", Ucap Arka membuka kotak berwarna pink


"Cantik sekali Kak",


"Iya dong, Kamu maafin Aku kan"


"Iya Aku maafin, Aku juga minta maaf Karena sebagai Istri Aku hanya bisa menyuruh padahal Kak Arka sangat capek".


"Iya Sayang, jangan marah lagi yah.. Kiss dulu", ucap Arka sambil memajukan bibirnya dan Arini menuruti kemauan Suaminya.


Bu Nova pulang dengan membawa semua perlengkapan bayi yang akan lahir dengan berjenis kelamin laki-laki semua perlengkapan dia beli ,Arka dan Arini hanya bisa tersenyum melihat itu.


Alisa yang melihat Omahnya sayang benget sama calon Adiknya lalu dia masuk ke kamar sambil cemberut,


"Sayang kenapa cemberut gitu", ucap Arini


"Omah gak sayang sama Alisa", ucap Alisa


"Kata siapa Omah gak sayang sama Alisa".


"Omah gak pernah ajak main Alisa, gak pernah beliin Alisa mainan, berarti omah gak sayang sama Alisa Mah, sementara buat dede yang diperut Mamah semua Omah belikan".


"Jadi karena itu Alisa cemberut, Omah itu Sayang sama Alisa. Omah gak pernah beliin mainan buat Alisa karena mainan Alisa kan sudah banyak, kemaren Om Arman beliin juga mainan... udah jangan cemberut lagi".


"Iya Mah",


Malam harinya Arini masih belum bisa memejamkan matanya sementara Suaminya sudah pergi ke alam mimpi, karena perutnya sudah membesar dan susah mencari posisi yang nyaman untuk tidur tidak lupa juga rambut panjangnya dikuncir karena kegerahan.


"Apa aku ganti baju aja, kenapa gerah sekali padahal AC nya udah nyala". ucap Arini lalu dia pergi mengganti baju tidur yang lebih terbuka, lalu Arka bangun karena tidak ada Arini disebelahnya.


"Sayang... kamu di mana", ucap Arka


"Apa Kak", ucap Arini keluar dari kamar mandi


"Kenapa belum tidur",

__ADS_1


"Aku gak bisa tidur, gerah banget makanya Aku ganti baju", ucap Arini yang juga tidak memakai Bra.


"Kamu mau menggoda Suamimu",


"Bukan Kak, gak kuat gerah.. ", lalu Arka memeluk Arini dan menciumnya


"Kata dokter saat hamil tua Kita harus sering melakukannya Sayang".ucap Arka mencium leher Istrinya


"Kak udah sana tidur lagi", ucap Arini melepaskan pelukan Suaminya


"Iya.. Aku tidur lagi", ucap Arka sementara istrinya baru bisa memejamkan matanya pukul 02.00 dini hari.


Pukul 04.00 Arini sudah bngun karena mendengar suara Suaminya ngigo, khawatir takut terjadi apa-apa lalu Dia membangunkan Suaminya.


"Kak... bangun", setelah cukup lama Arini mengguncang badan Arka lalu bangun. "Apa Kakak mimpi buruk?",


"Sayang.... Kamu gak apa-apa kan, Anak kita baik-baik aja kan", ucap Arka gelisah


"Aku baik-baik aja dan Anak kita juga baik Kak",


"Aku mimpi kalian pergi ninggalin Aku sendiri",


"Aku gak aka kemana-mana Kak, mendingan kita bangun lalu ambil wudhu dan ini juga udah waktunya Shalat",


Pagi hari Arini mendengar suara teriakan Mamah Nova dibawah, lalu dia buru-buru keluar dengan Arka karena penasaran dan semua yang ada dirumah itu sudah menghampiri Bu Nova,


"Mah ada apa", ucap Arka


"Perhiasan Mamah hilang", ucap Bu Nova


"Hilang... kok bisa Mah", ucap Arini


"Ya bisa lah, buktinya perhiasan Mamah gak ada".


"Mungkin Mamah lupa nyimpen, coba cari lagi Mah", ucap Arka


"Mamah udah cari dari tadi dan gak mungkin juga lupa... ini pasti ada pencuri dirumah ini". ucap Bu Nova


"Mah.. Arka cari bantu",

__ADS_1


"Kamu gak percaya sama Mamah, jawab siapa yang nyuri perhiasan Saya", Ucapnya melihat pada semua orang yang ada disitu


"Bibi gak nyuri nyonya", ucap Bi irah


"Apa kamu?, ucapnya menunjuk pada Arman


"Saya gak pernah diajarkan mencuri oleh Ibu", ucap Arman


"Bohong, mana ada pencuri ngaku", ucap Bu Nova. "Mending saya geledah kamar kalian semua".


"Mah... udah, Arka yakin gak ada pencuri dirumah ini... Mending sekarang kita sarapan, nanti Arka belikan perhiasan baru buat Mamah". Ucap Arka tapi Mamahnya tidak mendengar dan pergi ke kamar Bi Irah setelah tidak mendapatkan yang dia cari lalu Bu Nova pindah ke kamarnya Arman, Arini sangat takut tapi Dia yakin bahwa adiknya tidak akan melakukan itu.


Setelah semua barang diperiksa lalu tinggal tas sekolahnya Arman dan kaget didalamnya ada kotak perhiasan semua orang kaget termasuk Arman.


"Apa ini...", ucap Bu Nova mengangkat kotak itu. melihat itu Arini menutup mulut dengan tangannya karena tidak percaya,


"Kak... aku gak mencurinya", ucap Arman meyakinkan Kakaknya


"Dasar anak tidak tahu terima kasih, udah numpang dirumah ini malah mencuri".


"Mah... Arman gak mungkin ngelakuin itu", ucap Arini


"Terus ini Apa, buktinya sudah ada adik kamu yang mencuri perhiasan Mamah dan Mamah pengen dia pergi dari sini sekarang juga",


"Mah... Arini mohon jangan usir Arman", ucap Arini menangis dan sementara Arman hanya menunduk


"Mamah gak mau ada pencuri dirumah ini, Bi cepat kemasi barang-barang pencuri ini".


"Aku gak pernah mencuri dan Aku juga gak tahu kotak itu ada disini".


"Mamah.... kita selesaikan masalah ini dengan baik-baik dan gak perlu mengusir Arman".


"Bi cepat kemasi barang dia", ucap Bu Nova yang tidak mendengarkan Arka lalu Bi Irah mengambil pakaiannya Arman dan menyimpannya diluar rumah.


"Aku tidak pernah mencuri, dan aku akan pergi dari rumah ini",


"Man... kamu jangan pergi", ucap Arini menangis


"Aku harus pergi, Kakak jangan khawatir Aku akan baik-baik aja". ucap Arman pergi

__ADS_1


"Kak.. Arman gak mencuri, biarkan Dia tinggal disini".


"Sayang... udah jangan nangis, nanti kita bicarakan lagi biarkan semua tenang dulu", ucap Arka setelah melihat adik iparnya pergi.


__ADS_2