
Arini lalu memberitahukan kehamilannya kepada Ibu dan mertuanya, Bu Ratna sangat senang karena dia akan mempunyai cucu dan Bu Nova juga senang meskipun dia belum bisa menerima menantunya tapi dia sangat menginginkan seorang cucu untuk mewariskan kekayaannya nantinya.
Bu Nova sekarang tinggal dengan Arka untuk memastikan kesehatan calon Cucu nya itu, dia sangat posesif kepada menantunya itu apa yang harus dilakukan dan yang dimakan Arini semua diatur oleh nya bahkan semenjak Hamil Arini sudah tidak pernah lagi mengantar Alisa sekolah karena dilarang oleh Mertuanya dan untuk menemui Ibunya pun dia dilarang pergi jadi terpaksa Bu Ratna yang datang ke rumah Arini.
Pagi-pagi Arini dapat telepon dari Adiknya dan memberitahukan bahwa Ibunya sekarang berada di rumah sakit karena terjatuh dikamar mandi, mendengar itu Arini panik dan meminta Arka untuk mengantar menemui Ibunya.
Saat di mobil Arini khawatir takut terjadi apa-apa sama Ibunya,
"Sayang... Kamu jangan khawatir Ibu akan baik-baik Aja".
"Aku takut Kak",
"Bentar lagi kita sampai Sayang".
Tidak lama mereka berdua sampai di Rumah Sakit, melihat Adiknya menangis sambil duduk diluar ruangan Arini lari dan menghiraukan kehamilannya,
"Arman gimana keadaan Ibu",Ucap Arini, melihat Kakaknya datang lalu Arman memeluknya sambil menangis
__ADS_1
"Ibu udah pergi Kak", ucap Arman menangis.Mendengar itu Arini tidak percaya,
"Kamu bohongkan , Ibu baik-baik aja kan Man, Aku mau lihat Ibu", ucap Arini
"Sayang tenang... ",ucap arka khawatir dengan keadaan Arini dan sedih dengan kepergian mertuanya yang sangat dia sayangi. lalu Arini pergi ke ruangan itu dan ternyata yang dia lihat Ibunya sudah terbujur kaku ditutupi seluruh badannya,
"Ibu bangun, ini Arini datang...". ucap Arini menangis dan sambil Mengguncangkan Jenazah Ibunya
"Sayang Ibu udah gak ada, kamu harus ikhlas..",
"Sayang....", ucap Arka memeluk istrinya lalu tiba-tiba Arini pingsan dipelukan suaminya. Arka khawatir membawa istrinya ke ruangan pasien dan menyuruh Paman dari Arini untuk mengurusi jenazah Mertuanya.
Siangnya jenazah Bu Ratna sudah berada dirumah dan pelayat sudah mulai berdatangan, Arini masih belum bisa menerima kepergian Ibunya dan terus menatap jenazah Ibunya, Arka terus berada disamping istrinya takut terjadi apa-apa, tapi Arka tidak melihat Mamahnya padahal dia sudah memberitahukan kabar duka ini. Jenazah Bu Ratna sudah siap untuk dimakamkan, Arini ikut mengantar kepergian Ibunya dengan tatapan kosong.
Sudah 1 minggu Bu Ratna pergi, dan Arini masih menginap dirumahnya untuk menemani Arman sementara Arka bulak balik karena harus kerja. Bu Nova marah sama Arka karena belum membawa Arini balik lagi ke rumah ini karena takut terjadi apa-apa sama Cucunya itu,
Hari ini Arini pulang ke rumah Arka lalu menitipkan Arman kepada pamannya, Bu Nova terlihat marah saat Arini sampai rumah.
__ADS_1
"Kenapa kamu baru pulang sekarang? apa kandungan kamu baik-baik aja?"
"Maaf Mah , dan kandunganku juga baik".
"Saya turut berduka atas kepergian Ibu kamu",
"Terima kasih Mah, kalau gitu aku masuk kamar dulu".
Bu Nova lega calon cucunya baik-baik aja, lalu ada Alisa pulang sekolah dan mau masuk ke kamar Mamahnya,
"Mau kemana kamu",
"Aku mau menemui Mamah",
"Mamah kamu harus istirahat, sana masuk kamar ganti baju". ucap Bu Nova ketus
"Iya Omah".
__ADS_1