
Di hari minggu kali ini sahira sibuk memasak di dapur untuk menyambut kedatangan valerie "Ve sangat suka rendang sapi ini, dia pasti lapar saat sampai nanti" sahira bersenandung ria memasak untuk calon adik iparnya yang dianggap adik kandungnya sendiri.
Sahira juga sudah menerima pesan kepulangan valerie kemarin sore.
drrrtttt
Ponsel sahira berdering.
"Kenapa vin?" Sahira sedikit kesal karna alvin menganggunya memasak.
"ve masih belum sampai?" tanya alvin khawatir karna valerie mengunakan penerbangan biasa ke indonesia.
"Seharusnya ve sudah sampai 2 jam yang lalu kan?" sahira menajadi sangat khawatir "aku akan memeriksa pesan di ponselku" sahira membuka pesan dari ve.
"Vin, ve sudah menuju kemari sudah kau jangan khawatir" sahira tersenyum.
"Allhamdulilah, aku akan matikan panggilan videonya sebentar lagi ada rapat penting" jelas alvin di balas anggukan oleh sahira.
Sahira membuka ulang pesan dari valerie.
"Kak jemput aku di apartemen sky garden kamar no 2120, aku lupa jalan kerumahmu" Sahirs langsung bergegas menjemput valerie di alamat tersebut meningalkan zayn pada bi ima di rumah.
Sesampainya di apartemen sky garden, Sahira di antar seorang penjaga mencari kamar nomor 2120.
Sahira heran kenapa seorang penjaga bisa membuka pintu apartemen sembarangan, Belum sempat menanyakan Sahira didorong dengan kasar ke dalam apartemen dan menguncinya dari luar.
"Buka buka bukaa !!!!" teriak sahira mengendor gedor pintu namun penjaga itu tidak menghiraukannya.
Ehemmm
Suara berat pria berdehem mengejutkan Sahira saat memutar badan dia melihat seorang gadis terikat dikursi dengan mulut tersumpal, penuh luka lebam dan darah yang mengalir dari pelipis matanya.
__ADS_1
Perlahan mendekati gadis itu, Bugg seseorang memukulnya dari belakang membuatnya tidak sadar kan diri dalam waktu cukup lama.
Sesorang menendang keras kaki sahira membangunkannya dari pingsan, perlahan wajah manis itu mendongak kan kepala nya ke atas pengelihatannya yang samar samar sahira terus menelisik siapa seorang gadis yang terikat di hadapannya itu "Ve?" teriak sahira tidak percaya "Kamu valerie adikku?"Sekuat tenaga sahira mencoba berdiri
Sahira menghampiri gadis itu membuka penutup mulutnya dan menepuk nepuk pipinya "Ve? Ve apa yang terjadi, bangunlah" sahira memeluk valerie menangis tersedu sedu.
"Kakkk" Suara pelan valerie tak berdaya, berusaha melepaskan satu persatu tali yang mengikat tubuh valerie."Lepaskann!!" teriak sahira memberontak saat seseorang menarik paksa rambutnya mendorong keras tubuh sahira sampai kepalanyamembentur pinggiran sofa.
Sahira menoleh kebelakang mencari siapa sosok yang berani padanya "Tuan zeand?" sahira terkejut menankap sosok zeand melakukan ini kepada adik iparnya. "Tenyata yang dikatakan alvin memang benar" lirih sahira menyunggingkan bibirnya.
"PENGECUT!!!" Teriak sahira "Lepaskan adikku!!!" membentak zeand tanpa rasa takut. "Kak.!!!" Teriak valerie dalam tangisannya.
Sahira langsung berlari memeluk valerie "Ve? kau baik baik saja?" Sahira melepaskan ikatan valerie. entah apa yang dilakukan zeand kepada adiknya ini sampai membuat valerie tidak sangup berdiri.
"Apa yang monster itu lakukan ve?" menangis terisak memeluk erat valerie.
"Kak penjahat itu ayah kandung zayn" valerie dengan suara lemas, Ucapan valerie seakan sambaran petir untuk sahira hingga membuatnya terduduk lemas.
Zeand tertawa puas menyaksikan kedua gadis menangis di hadapanya seketika tawanya terhenti dengan raut wajaj menyeramkan "Kembalikan putraku!!" Lagi lagi kenyataan menampar sahira memang benar zayn putra kandung dari monster ini.
Zeand melemparkan sebuah foto ke arah sahira. "Etta??" Sahira tidak percaya. "Hahahahaha jalang itu temanmu kan?" dengan tawa mengelegar.
"Tidak akan ku berikan zayn padamu!!!" teriak sahira berdiri. "Kau bukan ayah kandungnya!!" semakin mendekati zeand "Dia putraku!! dan saya tidak akan pernah melepaskan purtaku" Sahira berdiri tegap tanpa rasa takut tepat di hadapan zeand.
Zeand tersenyum sinis melihat keberanian gadis kecil di hadapannya ini. "Dengarkan saya monster!! saya tidak tau apa tujuanmu sebenarnya tapi yang kau harus tau sampai mati saya tidak akan pernah membiarkan zayn pergi dariku!!" teriak sahira menunjuk wajah zeand.
Zeand mencengkram kuat rahang wajah wanita di hadapannya ini "Saya bisa menghilangkan suara dan tanganmu ini dalam sekejap" geram.
"Lakukanlah sesukamu tapi jangan berani menganggu putraku" meringis kesakitan karna zeand semakin mengeraskan cengkramannya.
"Bagaimana jika zayn digantikan oleh sebagian hartaku?" melepaskan cengkramannya.
__ADS_1
"Tidak!! Saya akan menuntutmu ke pengadilan jika kau berani mengambilnya, kau tau mareta meninggalkan surat hak asuh anak padakku sebelum dia meninggal hahaha" tergelak tawa.
"Jangan berbelit!! Kau lihat itu" menunjuk ke arah valerie yang pingsan di lantai "Dan lihatlah ini" mengeluarkan sebuah remot kecil dari dalam saku jas nya "Itu BCB" lirih sahira terkejut.
"Ck, ternyata kau tidak sebodoh yang saya pikirkan"menyeringai. "Peledak itu tertanam di dalam tubuh gadis itu" melirik valerie kemudian menyeringai melihat perubahan raut wajah sahira panik. "Dalam satu tekan tubuh gadis itu bisa hancur hahahaha" Tawa zeand semakin mengelegar.
"Kakkk" Mencoba memangil sahira namun suaranya terlalu lemas sampai tidak terdengar oleh sahira.
"Bagaimana bisa kau melakukannya?" getir.
"Saya Zeand Albert Lewis"
Sahira diam mematung tidak percaya bagaimana mareta bisa memiliki hubungan dengan keluarga Lewis, Sahira memandangi tubuh valerie tanpa berkedip "Aku tidak bisa mempertaruhkan nyawa ve" dalam hati.
"Aku juga tidak bisa memberikan zayn padanya" sahira memejamkan matanya untuk berfikir "Tidak ada cara lain lagi" terus bergumam dalam hati.
Zeand masih dengan tawanya seketika berhenti mendengar suara sahira. "Bebaskan valerie maka saya akan memberikan zayn" zeand tersenyum semakin memuncaki kemenangan mendengar ucapan sahira.
"Dengan satu syarat" ucapan sahira lagi lagi menghentikan tawa monster di hadapannya.
Zeand mengerutkan keningnya binggung "Tanpa syarat apapun" semakin geram kepada sahira jika bukan karna radit yang memperhatikan mereka, zeand mungkin saja sudah mengahabisi wanita ini dari tadi.
"Syarat atau pengadilan?" sahira menyeringai.
"Mati atau zayn?" menunjuk ke arah valerie. "Habisi saja nyawanya, dia tidak begitu berarti bagiku" jawab sahira berbohong.
"Wanita ini sangat licik" mengerutu dalam hati "Sebutkan syaratnya" bentak zeand karna tidak bisa mengontrol amarahnya lagi "jika bukan karna Lewis group saya akan mencekikmu saat ini juga" geram dalam hati.
"Bawa saya bersama zayn" ucapan sahira tanpa di duga duga oleh zeand.
"hahahhaha itu hal yang mudah, saya akan membawanu sebagai babysister" sumringah zeand merasa berhasil.
__ADS_1
"Bukan itu yang saya inginkan" sahira menyeringai mendapat tatapan tajam dari zeand "APA MAUMU!!" teriak zeand yang sudah mencengkram leher sahira.
Sahira menarik tangan zeand dan menghempaskannya "Bawa saya sebagai seorang istri" ucapan sahira lagi lagi menambah emosi zeand semakin tidak terkendali.