Cinta Atau Tuan Ceo?

Cinta Atau Tuan Ceo?
16. Rantang


__ADS_3

Di dapur.


"nona muda apa yang anda lakukan disini?" tanya seorang pelayan perempuan.


"Saya akan memasak untuk anak saya". Jawab sahira.


"Tapi nona, saya bisa melakukanya" pelayan itu ketakutan.


Sahira tidak memperdulikan pelayan yang terus memohon padanya untuk meninggalkan dapur.


"Apa yang kau lakukan?" tanya seorang pria di belakang sahira.


Sahira menoleh dan memutar malas matanya menyadari pria itu adalah zeand.


"Kenapa tidak menjawab!!" zeand kesal.


"Apa? kenapa? apa kenapa apa kenapa? kau tidak bosan selalu bertanya padaku?" sahira.


"Berikan zayn padaku, kau bisa membahayakannya" zeand mengambil zayn yang di gendong belakang oleh sahira. Zeand melihat apa yang di masak sahira "jangan memberi putraku racun di dalam masakanmu itu!!" tegas zeand.


Zeand meninggalkan sahira pergi karna tidak merespon ucapannya. "momy mu selalu memasak untuk mu zayn?"tanya zeand yang asik bermain dengan zayn.


"Saya mendengarnya tuan" jawab sahira yang mengagetkan zeand. zeand tidak mengubris kedatangan sahira.


"Zayn kemarilah nak, zayn makan dulu" Sahira melambaikan tangan pada zayn. "ini untukmu" sahira menyodorkan semangkuk sup ke depan zeand.


Spontan zeand menoleh ke arah sahira yang fokus menyuapi zayn.


"Makanlah tuan, saya tidak memberi racun apapun dalam makanan anda" ucapan sahira menyadarkan lamunan zeand.


"Jika saya mati, kau akan di kubur hidup hidup oleh saudaraku" zeand menyicipi sup itu.


"Tidak enak!" zeand terus memakan sup


"Terlalu asin!"


"Hambar"


"Kau bodoh dalam memasak"


"Sup ini cocok di buang ke tempat sampah" Zeand melahap sampai habis sup buatan sahira.

__ADS_1


"Mulutmu tempat sampah" ucap sahira dalam hati.


"Setiap hari kau memberi anakku makanan seperti ini?" tanya zeand yang mengelap mulutnya dengan tissu. Sahira hanya menganggukan kepala fokus menyupi zayn.


"Boleh saya tanya sesuatu!?" tanya sahira ragu"Katakan?" jawab zeand tanpa menoleh.


"Alexandra itu istrimu yang keberapa?" pertanyaan sahira membuat zeand terkejut.


"4" jawab zeand singkat.


"ooohhh". kecanggungan dan keheningan tercipta di antara mereka.


"Dady pergi kerja yah?" Zeand mencium zayn dan pergi meninggalkan mereka berdua. Sahira menatap punggung lebar zeand yang hilang di balik pintu.


"Seandainya alvin menjadi takdirku" Sahira menghembuskan nafas kasar.


🍁🍁🍁


Perusahaan Lewis group.


"Tuan, mantan kekasih nona muda ingin bertemu dengan anda" Radit asisten pribadi zeand.


"Alvin?" tanya zeand tidak percaya.


"Masuklah!!" radit membukakan pintu. berjalan mengikuti alvin dari belakang "Ada berapa nyawa anak kecil ini?" gumam radit dalam hati.


"Bicaralah!!" ucap radit. Alvin berdiri tepat di hadapan zeand "Saya datang sebagai seorang pria, saya meminta kepada anda tuan zeand jangan pernah menyakiti atau melukai sahiraku" tegas alvin tanpa rasa takut.


"ck, saya suaminya kau tidak berhak mengaturku!!" zeand berdecak kesal.


"Wahhh keberaniannya patut di beri penghargaan" radit ngedumel dalam hati.


"Tuan zeand albert lewis ternyata seorang pengecut yang hanya berani menyakiti wanita" Alvin menyungingkan bibirnya.


braaak


Zeand mengebrak meja "Lantas pria seperti apa kau yang menyakiti seorang wanita sampai meninggal?"


"Matilah kau alvin" Radit bergumam dalam hati terus menyaksikan kejadian di hadapanya.


"Dia meninggal karnamu pria tua!!" tunjuk alvin kewajah zeand.

__ADS_1


"Kau!!!" Zeand melayangkan satu pukulan ke wajah tampan alvin.


Bugg


"Kau harus ingat! saya sudah berusaha mempertangung jawabkan perbuatan saya!!" zeand mencekik leher alvin.


"Hentikan tuan!!" radit menarik alvin dan memaksanya keluar.


"Sahiraku punya trauma berat dengan kekerasan, jangan sesekali kau melukainya!!" teriak alvin yang diseret keluar oleh radit


Radit meletakan segelas air putih di depan zeand.


"Saya akan mengurusnya tuan"


"Jangan lakukan apapun,Jauhkan saja mereka dari keluargaku" Zeand meneguk habis minum


"Beristirahatlah, saya akan pergi" radit di jawab anggukan oleh zeand.


Radit pergi meninggalkan ruangan zeand, berdiri di depan pintu ruang CEO muda itu memastikan semuanya akan baik baik saja.


"Cabut seluruh saham dari perusahan mereka" Perintah radit pada seseorang di telpon.


Radit masih berdiri membaca ulang dokumen data diri istri sah dari CEO muda lewis group.


"Tuan tidak akan mencintai seorang wanita yang terlalu baik untuknya" radit


"Seandainya nyonya besar bisa membantu masalah ini" Radit selali menghubungi nyonya besar namun tidak pernah ada respon balik.


"Permisi tuan" Seorang OB mengangetkan radit.


"Ada apa?" tanya radit datar. OB itu menyerahkan sebuah rantang nasi kepada radit "Dari nona yang bernama sahira dia memaksa ku memberikan ini untuk tuan muda" jawab ob itu gemetar.


"nona muda?" radit tidak percaya. "pergilah" usir radit pada OB.


Radit meletakan rantang itu di meja khusus untuk makan zeand. "Apa itu?" tanya zeand binggung melihat mangkok yang di tumpuk tumpung.


"Rantang" jawab radit singkat yang juga tidak tau benda di hadapanya.


"Siapa yang membawanya" tanya zeand semakin kebinggungan.


"OB. Nona muda memaksanya untuk memberikanya pada anda tuan" jawab radit.

__ADS_1


"Kurcaci itu?" Zeand tidak percaya "Buka" perintah zeand.


Radit tidak mengerti cara membuka rantang itu membuatnya terpaksa searching youtube.


__ADS_2