
"Makanan apa ini?" tanya zeand kebinggungan, radit hanya mengangkat kedua bahunya tidak tau.
"Sambal terasi?" Radit mengerutkan keningnya yang tidak sengaja membaca tulisan sambal terasi di pinggir rantang tersebut.
Zeand menarik semua rantang tersebut, membacanya satu persatu "Nasi, Rendang, Sambal terasi, Tumisan sawi manis? makanan jenis apa ini?"
"izinkan saya mencicipinya tuan?" tanya radit mengambil piring dan sendok lain yang selalu tersimpan di dalam tasnya.
Radit mencicipi satu persatu makanan tersebut "Masakan ini? " radit membulatkan mata nya "Grandma".
"Grandma?" tanya zeand. Di jawab anggukan oleh radit.
Zeand penasaran mulai mencicipinya "Grandma, ini sangat mirip masakan grandma?" zeand melahap habis masakan sahira membuat radit hanya mengigit sendok.
"Bodoh jika anda tidak bisa mencintainya tuan" gumam radit dalam hati melihat betapa lahapnya zeand memakan masakan istirnya.
🍁🍁🍁
"Ris risa!!" kejar sahira
"Jangan mendekatiku kakak ipar sahira!! " teriak risa yang berlari menghindar dari sahira
Sahira yang mengendong zayn berhenti tidak sanggup mengejar risa "Kenapa semua orang disini menghindar dariku? kecuali si mata mataan itu" menghentakan kakinya kesal.
Sahira berdiri di balkon kamar meninggalkan zayn yang tertidur pulas. memejamkan matanya sejenak meneteskan air mata "Seharusnya kemarin hari pertama ku bertemu kembali dengan alvin" Memandang ke langit yang hitam dan beberapa bintang kelap kelip. "Aku merindukanmu vin" lirih sahira mengengam tangan menempelkannya di dada yang terasa sesak.
"Kukira monster itu akan memperlakukanku dengan buruk. ternyata dia masih punya sedikit perasaan" Tersenyum simpul "Kemarin saja dia membawakan tukang urut untukku".
Sahira melirik jam dinding yang besar"Jam 10? kenapa monster belum pulang" sahira menunggu hingga membuatnya tertidur pulas.
__ADS_1
Sudah lebih dari 1 bulan sahira tidak pernah bertemu dengan zeand, zeand selalu pulang larut malam saat dirinya sudah tertidur dan pergi sebelum dirinya bangun.
"Memaksa merebut zayn dariku!! tapi selama satu bulan lebih mengendong zayn saja tidak pernah" Sahira "Pasti si monster selalu sibuk tidur di rumah ke empat istirnya".
Seperti biasa kesibukan sahira selalu memasak untuk makan zayn dan mengirim makan siang untuk zeand.
"Hari ini aku akan memaksa untuk menemui zeand ke kantor, pergi bersama zayn akan lebih membatuku hehehe" Sahira semakin semangat memasak.
Tibalah sahira dan zayn di depan gedung yang lebar dan menjualang sangat tinggi "Terima kasih pak" senyum sahira kepada sopir pribadi keluarga lewis. sopir itu menanggukan kepala dengan ekspersi tertekan "Maafkan saya tuan, nona muda mengancam akan mencekik tuan muda jika saya tidak mau mengantarnya" sopir itu berbicara memohon pada sesorang di telpon. setelah memastikan kepergian sahira dan zayn.
Sahira memasuki perusahaan itu tidak satu pun orang yang memperdulikan kedatangannya "Bukan hanya aku yang tertekan oleh monster itu ternyata semua yang bekerja di perusahaan ini pun merasakan hal yang sama" Sahira celingak celinguk melihat kesibukan di dalam perusahaan itu.
"Permisi nona?" Seorang pria menyapa sahira.
"Membuat kaget saja!! " sahira terus mengayun zayn di gendonganya karna terkejut. "Kau bisa bicara?" Tanya sahira.
"Tolong antarkan saya keruangan monster eh maksud saya tuan zeand" sahira menepuk nepuk mulutnya keceplosan.
"ikuti saya" radit mengantar istri dan anak dari tuan muda. "Nona ini sangat berisik, berbanding terbalik dari istri ideal tuan muda" Radit ngedumel dalam hati mendengar ocehan dan pertanyaan tiada henti dari sahira.
"Masuklah" radit membukakan pintu ruangan. Sahira masuk ke dalam ruangan itu bersama zayn "Selamat siang" ucap sahira membuat zeand terkejut.
"Akhirnya saya bisa bertemu dengan anda tuan setelah malam pernikahan kita satu bulan yang lalu" Ucap sahira menatap mata merah zeand yang kurang tidur.
Zeand diam tidak bergeming sedikitpun "Radit tidak memberi tahuku kedatangan kurcaci ini".
"Zayn tidur? " tanya zeand yang langsung mengendong zayn. membawa nya masuk ke dalam ruangan lain yang terhubung dengan ruangannya. Sahira mengikuti zeand dari belakang "Monster menyiapkan kamar di ruangan kerjanya? " lirih sahira tidak percaya.
Sahira meninggalkan kamar karna melihat zeand akan tidur bersama zayn. satu jam sahira menunggu di ruang kerja zeand hingga membuatnya tertidur pulas di sofa.
__ADS_1
"Bangun!! " suara zeand yang keras mengagetkan sahira.
Sahira terbangun langsung memasuki kamar mandi dan menyiapkan makan siang untuk zeand.
"Hal apa yang membawamu kemari?" tanya zeand mendadak.
"Makanlah terlebih dahulu" jawab sahira yang selesai menyiapkan makan siang.
"Katakan!!" suara zeand meninggi.
"Besok adalah hari kematian kedua orangtuaku 7 tahun yang lalu" sahira menundukan kepala takut.
"Pergilah" jawab zeand cepat.
"Maksudmu mengusirku dari sini? " tanya sahira kecewa.
"Pergilah ke makam kedua orang tuamu" jawab zeand tanpa ekspresi.
"Tuan mengizinkannya? besok tuan mengizinkan saya pergi?" sahira tak percaya.
"Pulanglah setelah zayn bangun".
"Terima kasih tuan, anda memang monster yang baik hati" Sahira kegirangan tanpa menyadari ucapannya.
"Monster?" zeand mendelik.
"Master tuan bukan monster" ngeles.
"Saya akan makan" ucapan zeand langsung menyadarkan sahira untuk meninggalkan zeand dan memilih masuk ke dalam kamar bersama zayn. Zeand tersenyum sekilas melihat kepergian sahira.
__ADS_1