Cinta Atau Tuan Ceo?

Cinta Atau Tuan Ceo?
eps 4


__ADS_3

Pintu ruangan operasi tertutup.


Sahira berjalan mondar mandir gelisah. "Duduklah" alvin menarik tangan dingin sahira, alvin tau yang sahira rasakan saat ini tidak beda jauh dengan yang di rasakannya.


Hampir 40 menit sahira dan alvin menunggu di depan pintu ruangan operasi, sahira sudah tidak bisa menahan air mata kekhawatirannya. Alvin mengusap air mata sahira "Mereka akan baik baik saja, tenanglah" alvin menyandarkan kepala sahira di bahunya.


oeek oeeek


Sahira langsung berdiri saat mendengar suara tangisan dari dalam ruangan tersebut, tak berselang lama pintu ruangan terbuka 2 orang perawat membawa bayi laki laki menuju ruang perawatan bayi.


"Vin itu anakku" sahira menarik tangan alvin, alvin menangis terharu melihat bayi gembul mareta.


"Jika bayinya selamat, mareta pasti selamatkan vin?" Tanya sahira penuh harapan, alvin tersenyum kebinggungan menjawab pertanyaan sahira.


Alvin pergi ke ruang perawatan baby mareta, sementara sahira masih menunggu di depan ruangan operasi.


"Kenapa lama sekali?" tanya sahira dalam hati. 15 menit kemudian alvin sudah kembali dengan senyum mengembang.


"Baby nya tampan sepertiku" alvin menceritakan dia sudah mengendong baby zayn pada sahira. karna iri sahira ingin menengok baby zayn.


tiingg.


Suara bel pintu operasi terbuka. Sahira menghentikan langkahnya dan kembali ke depan ruangan operasi, brankar keluar dari pintu.


"ETTTAAA" Teriak sahira saat melihat tubuh mareta tetutup keseluruhan dengan kain putih. Sahira menghadang beberapa perawat dan membuka kain penutup wajah mareta.


"Tidak mungkin" Sahira terjatuh lemas melihat wajah pucat dengan sedikit garis senyuman milik mareta.


Alvin mematung melihat tubuh sahabatnya yang kaku.


Bruuukk.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di Rumah keluarga alvin.


Sahira membuka matanya "ETTAA" teriak sahira.


Alvin yang mendengar suara teriakan sahira langsung berlari ke arahnya..


"Alvin, aku mimpi buruk aku bermimpi Mareta pergi selamanya" Sahira memeluk alvin ketakutan.

__ADS_1


"Turunlah, semua sudah menunggu" Alvin melepaskan pelukan sahira melangkahkan kaki keluar.


Sahira memegang tangan alvin "Ini bukan mimpi?" mata sahira yang memerah. alvin mengelengkan kepala.


Sahira terduduk lemas yang terjadi bukan mimpi tapi kenyataannya, Alvin memapah sahira berdiri dan membawanya keluar.


Disebuah pemakaman tidak begitu ramai orang hadir hanya keluarga dekat alvin dan pekerja di perusahan pradifta development.


Dihadapan sahira beberapa orang mulai memasukan mayat mareta ke dalam lubang kubur, sahira menatap sekilas wajah gadis yang selalu menemani hari harinya kini kaku tanpa tawa. Sahira menangis histeris sat beberapa orang menimbun tubuh sahabat nya dengan tanah.


"ETTA !!!! keluarlah kau akan mati jika terlalu lama di dalam sana" Sahira yang di pegangi beberapa temannya karna berontak histeris.


Alvin berpindah di samping sahira dan langsung memeluknya, mencoba menenangkan gadis itu.


"Vin benarkah yang terjadi saat ini?" Menangis tersedu sedu, alvin mengusap kepala sahira mencoba menenangkanya. Alvin juga merasakan yang di rasakan oleh sahira.


Setelah pembacaan doa selesai semua orang pergi kecuali alvin dan sahira.


"Heii kenapa kau selalu menyusahkan ku" Sahira meremas tanah kuburan mareta.


"Aku bahkan belum membalas kejahilanmu padaku" Alvin meneteskan air mata.


"Dia memang jahat vin, bagaimana bisa di pergi meninggalkan anaknya dan juga kita? sahira mengusap air mata di pipinya.


"Ra kamu tau alasanku kenapa aku ingin menikahinya setelah zayn lahir?" alvin berjongkok di samping sahira.


Sahira menoleh ke arah alvin "Karna kamu mencintainya kan?" alvin tersenyum mengelengkan kepala.


"Ibuku meninggal saat melahirkanku semenjak hari itu aku dibesarkan sendirian oleh ayah. aku tidak tau siapa nenek dan kakekuk ayah tidak pernah memberitahu dimana keberadaan mereka.


Sampai umurku 5 tahun ayah menikah dengan ibu tiriku aku sangat bahagia saat kelahiran valerie saat itu, ibu tiriku sangat baik kepada ku aku juga sangat menyayanginya. ibu meninggalkan aku dan adikku karna perusahaan ayah belum maju seperti sekarang, Setelah kepergian ibu ayah tidak pernah ingin menikah lagi." Alvin tersenyum getir saat menginggat wajah ibu tirinya.


"itulah alasanku ingin menikahi mareta, aku tidak ingin zayn hanya merasakan kasih sayang seorang ibu. aku siap menyanyangi zayn seperti anakku sendiri walaupun aku tidak mencintai mareta" Alvin menoleh mengusap air mata sahira.


"Sampai kapanpun aku tetap mencintaimu" Alvin tersenyum pada sahira


"Seadainya etta masih hidup, aku ikhlas melihatmu bersamanya" Sahira membalas senyuman alvin. "Aku memang mencintaimu tapi aku lebih mencintai sahabatku"


"Kita akan mengurus zayn bersama" Alvin memeluk sahira.


"Etta maafkan kami menutupi hubungan kami yang sebenarnya" Sahira mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Etta pasti bahagia di sana, ayo kita pergi anak kita pasti sudah menunggu" Alvin dan sahira berdiri.


"Kami pergi dulu ya, Setelah 38 hari kami akan membawa zayn menemuimu" Sahira mencium batu nisan alm mareta.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Alvin dan sahira memasuki ruang perawatan bayi, Dua orang perawat meninggalkan ruangan VIP saat kedatangan alvin dan sahira.


Sahira mengendong baby gembul dan putih itu "Zayn sayang ini ibu" Sahira mencium pipi gembul zayn.


"Mom bukan ibu" Alvin mengambil zayn dari sahira.


"Kita di indonesia bukan di luar negeri dan aku lebih suka di panggil ibu" Sahira memprotes alvin.


"No ! kamu mom dan aku dady" Alvin merasakan air hangat mengalir menembus bajunya.


"Hahahhaha Zayn ngompol" Sahira tertawa melihat ekspresi alvin.


Alvn menyerahkan zayn kepada sahira "Dia setuju untuk memangilmu mom dan aku dady" Alvin tertawa senang.


"iya iya kali ini zayn membelamu" Sahira fokus mengantikan popok zayn.


"Kenapa tidak memakai diapers?" tanya alvin yang memperhatikan sahira.


"Diapers tidak baik untuk kulit bayi, boleh memakainya saat akan bepergian saja jangan terlalu sering" Sahira dengan cekatan menganti bedong zayn.


"Dari mana kamu mempelajari membedong bayi?" tanya alvin kagum.


"tidak pernah belajar, tapi pernah melihat teman sekantor kita" Jawab sahira.


"Kamu tunggu disini aku akan menemui dokter risa" Alvin meninggalkan sahira.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


2 hari kemudian baby zayn diperbolehkan pulang, Sahira membawa Baby Zayn pulang ke rumahnya. Sahira mengundurkan diri dari pekerjaanya memilih fokus kepada baby zayn.


Perlengkapan dan kebutuhan Baby zayn semua dipenuhi oleh alvin termasuk kebutuhan sahira dan dapur, alvin bahkan membayar seorang pengasuh anak untuk membantu sahira. Alvin berkunjung saat makan siang dan sore hari kemudian pulang setelah zayn tidur.


tok tok tok..


Sahira membukakan pintu "Selamat sore mom zayn" alvin menenteng beberapa kantong plastik.

__ADS_1


"Masuklah vin" Sahira mengambil belanjaan alvin. "Jangan pemborosan seperti ini vin" Sahira membuka kantong plastik berisi buah, sayur dan keperluan sahira dan baby zayn.


"Bawa la ke dapur, oh iya aku juga membelikan vitamin untukmu" Alvin berjalan menuju kamar baby zayn.


__ADS_2