Cinta Atau Tuan Ceo?

Cinta Atau Tuan Ceo?
20. membawaku pergi


__ADS_3

Risa dan jesika memaksa sahira untuk pergi bersama mereka. tibalah mereka di bandara "Kita akan kemana?" tanya sahira.


Risa dan jesika tidak menjawab pertanyaan sahira, kedua kakak adik itu mengandeng sahira menuju pintu pesawat pribadi lewis group, risa mendorong sahira masuk ke dalam pesawat itu dengan cepat menutup dan meninggalkannya pergi tanpa menghiraukan teriakan sahira dari dalam.


Sahira terus mengendor pintu pesawat sampai membuat tangannya merah dan sakit.


"Kemari" suara berat yang tidak asing bagi sahira. namun sahira tidak menghiraukan suara itu dia terus mencoba pintu pesawat.


"Kemari!!! " bentak seseorang di balik kursi. Sahira mendekatinya dengan rasa takut dan gemetaran, Sahira menangkap sosok suami yanh tidak pernah menemuinya dan zayn selama beberapa bulan ini.


"Duduk" tegas zeand. sahira tidak bergeming sedikitpun seolah kakinya sangat berat untuk melangkah.


Zeand menarik tangan sahira duduk di sampingnya. hanya keheningan yang terjadi selama pesawat itu lepas landas. sesekali zeand melirik ke arah sahira yang tidak bergerak sedikitpun bahkan tidak terdengar suara hembusan nafasnya zeand mendekatkan sedikit kepalanya memastikan istrinya itu masih hidup atau tidak "Dia tertekan berada disampingku? "


Zeand berbicara pada sahira mencoba mencairkan suasana "Kau baik baik saja?" pertanyaan zeand semakin membuat takut sahira membuat gadis mungil itu langsung berlutut di kakinya "Jangan bunuh saya" sahira menangis terisak.


Seketika zeand merasa tertampar oleh permohonan sahira, sebegitu menakutkannya dia dimata istrinya itu. Zeand menarik tangan sahira mendudukan istrinya itu di pangkuannya gemataran yang sahira rasakan semakin menyayat hati zeand. Zeand memeluk sahira dari belakang entahlah gengsi membuat zeand sulit mengatakan kata maaf.


Sahira semakin ketakutan atas perlakuan zeand "Siapa aku?" tanya zeand mengejutkan. "Monster" jawab sahira spontan semakin mengejutkan zeand. "Duduklah disini" zeand memindahkan sahira duduk di sampingnya.


"Tatap mataku" Perintah zeand, Sahira memberanikan diri menatap mata biru jernih milik suaminya itu. Zeand mengengam tangan sahira "Apakah saya sangat menakutkan?" tanya zeand lembut. sahira hanya menganggukan kepalanya.


"Saya tidak bisa mengendalikan diri malam itu, apakah masih sakit?" Zeand melirik ke arah leher sahira. lagi lagi sahira hanya mengelengkan kepalanya.


"Maafkan aku" zeand langsung memeluk erat sahira, seketika gengsi dan kedudukan tinggi zeand lenyap melihat wajah tulus sahira.


Sahira menangis tersedu sedu dalam pelukan zeand sampai membuatnya tertidur dalam pelukan zeand.


Setelah perjalanan yang cukup lama sahira sampai di mansion milik kedua orang tuanya di negara new york.


Zeand mengandeng tangan sahira memasuki mansion besar itu. "Dad mom" panggil zeand pada orang tuanya yang duduk di ruang tamu.


Momy meri menghampiri sahira dan langsung memeluknya erat, sahira membalas pelukan sudah lama sahira tidak pernah merasakan pelukan hangat dari seorang ibu.


"Jangan menangis" ucap lembut momy meri mengusap pipi sahira. "Bolehkah rara memeluk mom sekali lagi?" tanya sahira di balas anggukan dan pelukan hangat dari momy meri. "Rara merindukan ibu"lirih sahira.

__ADS_1


"Beristirahatlah" mom meri melepaskan pelukannya tersenyum manis pada menantunya itu.


🍁🍁🍁


"Tuan? boleh saya minta sesuatu" tanya sahira mendekati zeand dengan rasa takut.


"Ini" Zeand menyerahkan ponsel yang sudah tersambung panggilan video zayn. cukup lama sahira berbicara dengan zayn putra kesayangan nya itu.


Sahira menyerahkan kembali ponsel zeand "Terima kasih" zeand mendorong kembali ponsel itu "Untukmu" menatap sahira dengan tersenyum.


Sahira hanya mematung aneh oleh sikap hangat zeand. "Bolehkah saya memelukmu?" tanya zeand tanpa jawaban zeand memeluk erat sahira, "Terima kasih telah menjaga adik dan anakku dengan baik" bisik zeand "Tuan memiliki keluarga yang sempurna" Melepaskan pelukan.


"Jangan memangilku tuan" perintah zeand.


"Tapii" sahira masih menundukan kepala "Kakak, karna saya jauh lebih tua darimu".


"Kak ze apakah kita akan lama berada disini?" sahira.


"Kamu merindukan zayn?" zeand. "Ra bolehka saya bicara hal penting?" tanya zeand di jawab anggukan sahira.


"Besok aku akan mengajakmu pergi ke suatu tempat. sekarang beristirahatlah kamu pasti lelah".


🍁🍁🍁


"Ra tatap mataku" sahira menatap wajah zeand, wajah yang tampam dengan mata biru terang bibir sedikit tebal dan dengan rahang yag kuat.


"Selama berbulan bulan saya pergi, saya sangat berterima kasih padamu telah menjaga zayn dengan baik, kamu juga menjaga adik adiku dengan baik".


"Saya tidak memiliki alasan untuk membencimu". "Bolehkah saya meminta satu hal darimu?" tanya zeand.


"Apa" tanya sahira.


"Kita harus menyusun rumah tangga kita" Zeand mengengam tangan sahira.


"Tapi" lirih sahira.

__ADS_1


"Kamu belum bisa melupakan alvin?" zeand mengerutkan keningnya, di jawab anggukan oleh sahira.


"Perlahan lupakan alvin dan bukalah hatimu untukku"zeand menatap penuh ketulusan. Melihat keraguan di mata sahira zeand menghembuskan kasar nafasnya "Jika kamu tidak bisa mencintai saya, saya akan mengizinkan kamu pergi bersama alvin membawa zayn".


Sebenarnya sahira tidak ingin ada perceraian dalam ikatan pernikahan tapi karna rasa takut untuk menolak, sahira hanya mengangguk menyetujui.


"Terima kasih" ucap zeand tulus.


Sahira menatapnya dengan sejuta pertanyaan "Bisakah aku melupakan alvin?" sahira bertanya tanya dalam hati.


Zeand tersenyum smirk melihat kebinggungan di wajah sahira, "Aku melakukannya karna tekanan dari dady, wanita bodoh sepertimu akan sangat cocok jika bersanding dengan pria bodoh seperti alvin".Zeand melanjutkan makan siang mereka.


Tekanan dari dad jhonson memaksa zeand untuk bisa menerima sahira dengan tulus, dady jhon dan momy meri menyukai sahira karna telah mengubah karakter arrogant dari risa dan jesika. Sebenarnya zeand akan segera mengurus perceraiannya dengan sahira tapi karna ancaman dari dady jhonson yang akan mencabut posisinya sebagai CEO di perusahaan lewis group terpaksa zeand menyetuji untuk menerima sahira.


"Lihat saja yang akan saya lakukan padamu" zeand menyunggingkan bibir melihat sahira.


"Kenapa perasaanku tidak enak" sahira merasa kegelisahan sampai tersedak makanan.


uhuk uhuk


Zeand dengan sigap memberikan air putih dan menepuk nepuk pundak belakang sahira. "Tanda ini" zeand terkejut mendapati bekas jahitan di leher belakang sahira.


"Luka apa ini?" tanya zeand spontan.


"Di punggungku?" tanya sahira yang memakai drees mini dengan rambut terurai menutupi bagian punggung yang sedikit terbuka.


Heemm.


"Seseorang melukai saya dengan senjata tajam saat usia saya sekitar 8 tahun".


"Kenapa?" tanya zeand yang semakin penasaran.


"Entahlah, yang saya ingat malam itu saya menghampiri anak laki laki yang menangis dan meringkuk ketakutan tiba tiba seseorang menusuk punggung saya hingga saya tidak sadarkan diri".


"Siapa anak laki laki itu?" tanya zeand.

__ADS_1


Sahira mengangkat kedua bahunya tidak tau " Yang saya ingat dia bermata biru seperti matamu"Jawab sahira singkat.


Zeand terkejut mendengar yang dikatakan sahira "Mungkinkah gadis cilik itu sahira?" dalam hati.


__ADS_2