Cinta Atau Tuan Ceo?

Cinta Atau Tuan Ceo?
Eps 2


__ADS_3

"Cepatlah kau minta maaf!!!" mareta memarahi alvin. "Apa kesalahanku?" jawab alvin bingung.


"Kau telah mengintipku eh bukan kau telah melihatku didalam sana tadi!!" mareta menunjuk ke arah toilet umum.


"Aku tidak melihat apapun, sungguh" alvin berusaha meyakinkan mareta.


"Sudahlah ta, anggap saja rezeki alvin hehehhe" Sahira menyengol mareta.


"Rara, percayalah padaku kejadian tadi begitu cepat, mungkin hanya 3 detik aku melihatnya tadi" Alvin menguncang tubuh sahira berusaha meyakinkannya.


"Sebagai gantinya kau harus mentraktirku vin" Mareta


"baiklah, apa yang kau inginkan?" tanya alvin melotot.


"Sudahlah Kalian berdua membuatku pusing" Sahira memukul kecil kepalanya.


Melihat wajah kecut sahira, mareta mengurungkan niatnya untuk mengerjai alvin "vin ambil la mobilmu kita pulang, kami akan menunggumu disini" mareta memerintah alvin seperti bos.


"Membantahmu juga percuma ta" alvin menghentakan kakinya lalu meninggalkan dua wanita itu.


Cukup lama sahira dan mareta menunggu alvin. Entah apa yang di lakukan pria itu di parkiran.


"Kau mencari apa ta?" sahira melihat mareta yang grasak grusuk mencari sesuatu.


"Dimana? Dimana aku meninggalkan dompet ku?" Mareta panik.


"Benar tidak ada di tasmu?" Sahira berusaha menenangkan mareta.


"Ra coba kau lihat ditoilet umum tadi, aku akan mencari di sekitar sini" mareta menundukan kepalanya mencari di tempat mereka makan tadi.


"Duduklah disini, jangan bergeser 1 CM pun dari sini" Sahira mendudukan mareta di kursi "Aku akan mencari di toilet" Sahira berlari menuju toilet umum. Saat sahira akan memasuki toilet seorang penjaga memanggilnya dan memberikan dompet yang di temukan, serta meminta gani rugi karna pintu toiletnya rusak.


"etta sangat merepotkan" Sahira kembali ke tempat mareta duduk. disana ada alvin dengan wajah yang panik "Kau kenapa vin" tanya sahira dari belakang alvin.


"Dari mana kalian? dan Dimana etta?" jawab alvin sangat panik, sahira menoleh ke arah kursi yang diduduki etta yang kosong.


"Aku menyuruhnya menunggu disitu" sahira menunjuk kursi "aku pergi ke toilet mengambil dompetnya tertinggal" sahira menjelaskan pada alvin. alvin tidak memperdulikan yang di bicarakan sahira, alvin lebih sibuk mencari mareta.


Melihat kepanikan alvin, sahira berusaha mencari mareta mengelilingi dan menelpon ponsel mareta namun tidak ada jawaban.

__ADS_1


"ETTTAAAAAA!!!!" teriak sahira saat melihat mareta duduk lemas dengan nafas sesak di trotoar jalan, sahira berlari ke arah sahira menyandarkan kepala mareta di bahunya "etta etta" sahira menepuk nepuk wajah mareta.


"ALVIIIINN" teria sahira panik


mendengar suara sahira. alvin langsung mengahampirnya alvin sangat terkejut saat melihat mareta yang bersandar di bahu sahira.


"Bukakan pintu mobil disana ra" Alvin memberikan kunci mobil ke sahira. "aku akan mengendongnya kita bawa dia kerumah sakit" Alvin mengendong mareta.


Di dalam mobil suasana begitu panik di tambah alvin yang selalu banyak mengoceh menasehati sahira dan mareta.


"Kau bisa diam tidak!!!" bentak sahira pada alvin yang berisik. sahira tau mareta sedang menahan rasa sakit.


"ada yang sakit ta?" alvin menoleh ke belakang menatap mareta. mareta menganggukan kepalanya "Atur nafasmu pelan pelan".


"Rara ambilah minyak angin di dalam tas,gosokan di pinggang bagian belakang, lakukan dengan lembut ajak bicara bayinya" alvin. sahira melakukan apa yang di katakan alvin namun mareta seperti tambah kesakitan. alvin pun menghentikan mobil dan berpindah posisi dengan sahira.


"Menyetirlah dengan cepat tapi berhati hatilah ra" Suara alvin dari belakang, sahira menganggukan kepala.


Alvin mengusapkan minyak dan mengoleskan dengan pelan, "Bersandarlah di sini" alvin menyandarkan kepala mareta di bahunya dan memegang erat tangannya "Hallo sayang ini papamu, papa minta kamu tenang yah, papa ada di sampingmu" alvin mengelus elus perut besar mareta.


Sahira melirik kaca depan mobil sekilas "Alvinn" gumam sahira dalam hati.


Mareta mengatur nafasnya "kenapa babyku sangat tenang saat alvin mengelus perutku" gumam mareta dalam hati.


Sesampainya di rumah sakit alvin mengendong mareta keluar dari mobil, Seorang perawat sudah menyiapkan brankar dorong untuk mareta.


"Bawa dia ke Ruangan bersalin" seorang perawat mendorong brankar penuh kekhawatiran.


Alvin dan sahira mendorong brankar mareta "Aku tidak apa" mareta tersenyum pada dua sahabatnya. Alvin semakin erat mengenggam tangan mareta.


Sampai di pintu ruangan, mareta di dorong masuk oleh beberapa perawat "kalian tunggu disini" seorang perawat menutup pintu ruangan bersalin.


Alvin melihat sahira menagiis langsung menghampiri dan memeluknya "jangan menangis, mereka akan melakukan yang terbaik" alvin mengeratkan pelukan.


"etta akan baik baik saja kan vin? tanya sahira terisak, alvin hanya menggangguk mengusap air mata sahira.


"Kenapa lama sekali" setengah jam mereka menunggu pintu terbuka, alvin bahkan tidak melepaskan peganggan tangannya pada sahira.


ting

__ADS_1


suara bel pintu, pintu terbuka "Bagaimana?" tanya alvin cemas.


"kalian siapa?" tanya dokter melihat alvin dan sahira.


"Kami saudaranya" jawab alvin kesal


"dimana suaminya? atau orang tua kalian?" dokter.


"suaminya meninggal,orang tua kami meninggal dan mertuanya juga meninggal" jawab alvin asal karna sudah kesal pada dokter yang berbelit belit.


Dokter menelisik wajah dua orang di depannya ini. " Cepatlah beritahu kami apa yang terjadi!!! bentak alvin pada dokter itu.


"mari ikut saya"dokter itu berjalan melewati beberapa ruangan di rumah sakit itu, alvin menarik tangan sahira mengikuti dokter dari belakang. sesampainya di ruangan alvin dan sahira duduk di hadapan dokter wanita itu.


"Ada yang perlu saya sampaikan" dokter wanita itu mengengam tangan sahira yang gemetaran di depan nya.


"aaappaa" tanya sahira yang gemetaran karna cemas.


"panggil saya dokter risa" dokter itu tersenyum pada sahira.


"saya tidak tau apa yang terjadi padanya, Kalian tau kan menjaga ibu hamil harus hati hati?" dokter menerangkan dengan pelan pelan.


Alvin menggangukan kepala "apa terjadi sesuatu?" tanya alvin. mendengar itu sahira langsung menatap mata dokter risa meminta penjelasan.


"mareta harus di segera di operasi caecar" dokter risa, sahira langsung lemas mendengar pernyataan dokter risa.


"apa yang terjadi padanya, bukankah seharusnya 1 bulan lagi etta melahirkan" tanya alvi terkejut.


"Akan saya jelaskan" dokter risa menarik laci dan mengambil sesuatu.


"di kehamilan nona mareta yang sudah di trimester ke 3 tingkat kecemasan semakin bertambah, dan tadi nona mareta sempat menceritakan semua yang terjadi hari ini" dokter risa menarik nafas berat.


"aapa yang dikatakannya?" tanya alvin cepat


"sebaiknya kalian tanyakan padanya nanti, yang harus kalian tau keadaan nya sangat menghawatirkan nona dan bayinya" dokter risa menjelaskan pelan pelan.


"lakukanlah operasi caecar sekarang dok" sahiri terisak.


"saya tau nona mareta tidak punya siapapun kecuali kalian berdua, dia mengatakannya tadi" dokter risa, alvin dan sahira hanya mengangguk.

__ADS_1


"Operasi caecar ini hanya menyelamatkan satu nyawa antara nona dan bayinya" dokter risa menatap bergantian pada alvin dan sahira.


Deg


__ADS_2