
"Alvin!" Sahira melihat alvin sekilas "benar itu alvin, alvin!! alvin!!!" teriak sahira menarik tangan zeand.
"Alvin!!" menepuk pundak pria di hadapannya. "Rara" alvin merentangkan tangannya akan memeluk sahira tapi dengan cepat sahira menghindar.
Eheem
Zeand berdehem menyadarkan sahira akan perbuatannya "Bodohnya aku mengejar alvin sedangkan disini aku bersama suamiku" Menepuk keningnya.
"Ayo kita pergi" Menarik paksa tangan zeand yang memberikan tatapan membunuh pada alvin. mereka berdua meninggalkan alvin yang terpaku melihat kepergian mereka, sahira menoleh sekilas memberikan senyuman ke pada alvin.
Di dalam mobil zeand terus melontarkan kata kata yang mematikan untuk sahira.
"Berhenti!" Sahira menginjak kuat pedal rem mobil. mobil berhenti mendadak semakin membuat zeand frustasi.
"Dimana otakmu!! kita bisa saja mati disini!!" bentak zeand.
"Dengarkan saya!! Kau selalu memaki ku dari tadi, kau pikir saya tidak punya perasaan? untuk masalah alvin bisakah kau terlihat dewasa sedikit?" jawab sahira tanpa ragu.
"Kau! kau terlihat sangat murahan tadi!"nyolot zeand.
"Murahan? cih, jika seperti saya murahan lantas manusia seperti apa kau yang mempunyai 5 istri? Apa banyak istri membuatmu merasa keren?".
"Saya tidak suka jika kau mendekati orang asing!". tegas zeand.
"Orang asing?" menyungingkan bibir.
"Bukankah lebih kau orang asing dibandingkan dia" jawab sahira.
"Saya tidak suka kau mendekati seorang mantan kekasih!!". tegas zeand lagi.
"Ohh mantan? Kenapa? Apakah setelah menjadi mantan kekasih kita tidak boleh menjadi seorang teman? Haruskah saya bermusuhan dengannya? Haruskah saya mengandengmu dengan mersa dihadapnya untuk membuatnya cemburu?" Sahira.
__ADS_1
"Tidak!!" Jawab zeand menjalankan mobilnya.
"Terima kasih mom mery" tersenyum kemenangan melihat wajah kesal zeand.
"Kau boleh berteman dengannya saat saya disampingmu selebihnya tidak" Zeand melirik sekilas melihat senyum mengembang sahira "Apakah rencanaku akan gagal, setelah mngetahui siapa dia sebenarnya?" gumam zeand dalam hati.
Sesampainya di Apartemen.
Sahira meminta kepada zeand untuk tinggal di apartemen dengan alasan benar benar ingin memulai hidup bardua seperti pasangan lain, walaupun permintaannya sempat di tolak oleh keluarga lewis.
"Jangan mengikutiku?" Zeand menyadari bahwa sahira menguntutinya di belakang.
"Di indonesia kita tidur satu kamar" jawab sahira cengengesan.
"Apa kau sedang mengodaku?" tanya zeand mendekati sahira memasang raut wajah penuh hawa nafsu.
"Tidakkkk!!" teriak sahira berlari meninggalkan kamar.
Dibalkon kamar sahira memandangi bintang kerlap kerlip di langit, "Terima kasih masa lalu karna telah menyelamatkan hidupku". Sahira menginggat kembali apa yang dikatakan momy meri hari itu, Saat zeand mencari tau tentang luka jahitan di punggungnya luka yang menginggatkan zeand kepada seorang gadis kecil yang pernah akan menolongnya saat zeand merasa kelaparan dan ketakutan di malam gelap hari itu ternyata dirinya"Ternyata ada gunanya juga jahitan ini" menepuk punggungnya.
Sahira membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur "Setidaknya dia tidak akan melukaiku lagi karna luka ini"
"Alvin berada di new york? Ahh pasti karna usuran pekerjaan". sahira menginggat kembali pertemuannya dengan alvin sampai membuatnya tertidur.
🍁🍁🍁
"Tidak bekerja?" tanya sahira yang terhenti melihat zeand duduk bersantai dengan ponselnya.
"Radit di bayar untuk bekerja" singkat zeand.
Sahira mendekati zeand "Radit di new york?" tanya sahira yang duduk di sebelah zeand.
__ADS_1
"Hemmm"
"Kau terlihat lemah jika selalu mengandalkan orang lain". beranjak meninggalkan zeand. Zeand mengerutkan keningnya menatap sahira sekilas.
"Cih, dia lebih cocok jadi ibuku daripada istriku" zeand berdecak kesal kenapa dirinya mudah tersinggung di setiap ucapan sahira.
Sahira merasa kesepian sudah sebulan ini zeand pergi setelah sarapan dan pulang saat sore hari entah apa yang dikerjakan dan dimana keberadaan zeand, sahira tidam memperdulikannya.
Sahira sibuk memainkan ponsel memandangi foto putranya yang selalu di rindukan. setiap hari sahira membujuk zeand untuk pulang ke indonesia atau setidaknya membawa zayn ke new york tapi zeand selalu menolak dengan alasan agar bisa memulai hidup baru dengan rasa cinta.
tingg
Pesan masuk dari pria blackcard "Saya menerima permohonanmu pergi berbelanja dengan uangku di mall xxxx".
"Permohonan kapan?" sahira berfikir keras karna dirinya merasa tidak pernah memohon apapun.
"Pria blackcard?Sombong sekali dia" Menghapus. "Nama ini tidak cocok untuk monster itu" sahira menggantinya dengan nama lain "Monster tua hahahaaha lebih cocok" Sahira terbahak tanpa membalas pesan zeand.
"Saya harus mengunakan kesempatan tinggal berdua di apartemen ini untuk mencari tau hubungan etta dan monster. dia pikir saya akan diam saja" Sahira menyadarkan kepalanya.
"Perbuatan apa yang kau lakukan ta?" memijat keningnya "Semakin kesini saya yakin kau tidak pernah menganggapku saudara ataupun sahabat". "dua tahun yang lalu apa murni pemerkosaan atau kau telah menipuku?"
"Alvin" Sahira yakin alvin tau yang sebenarnya antara zeand dan eta "Saya harus meminta izin monster untuk bertemu alvin walaubagaimana pun monster itu tetap suamiku".
dringgg dringg
panggilan masuk dari monster tua, sahira menjawab malas "Kenapa?" judes.
"Kenapa tidak pergi" tanya zeand dengan intonasi lembut.
"Mager" jawab singkat memutuskan panggilan.
__ADS_1