
"Lepaskan valerie dan biarkan saya pulang!!" Sahira menghempaskan cengkraman zeand.
Zeand menelpon seseorang tanpa bicara apapun, beberapa detik kemudian pintu terbuka masuk beberapa orang membawa valerie.
Sahira menatap zeand yang tidak bergeming sedikitpun "Akan dibawah kemana valerie?" tanya sahira.
Sahira mencengkram kerah baju zeand "Kemana kalian membawa valerie"Geram sahira.
Zeand menarik pinggang sahira "Bukankah melepaskannya salah satu permintaanmu?" menyeringai.
"Lepaskan" Sahira menjauh dari zeand. "Saya harus pulang" sahira berjalan ke arah pintu.
Zeand menarik tangan sahira "Tetaplah disini!!!" bentak zeand. "saya harus menemui putraku!!" jawab sahira.
Zeand menarik paksa sahira keluar dari apartemen, Sepanjang jalan keluar apartemen tidak ada satupun yang berani menegakkan kepala.
Zeand membuka pintu mobil dan menghempaskan tubuh sahira kasar, zeand duduk di samping sahira. "Lepaskan!! saya janji besok akan menikah denganmu tapi saya harus menemui zayn terlebih dahulu". Zeand tidak bergeming sedikit pun, sepanjang perjalanan sahira terus memohon pada zeand tanpa menyadari mobil berenti di depan rumah sahira.
"Turun!!!" Zeand menarik paksa tangan sahira. Zeand mengandeng sahira memasuki rumah sederhana itu. "Zayn" panggil zeand yang dilihat nya sedang bermain di halaman rumah.
Zayn berlari menghampiri sahira "mi mi ndon endon" Sahira mengendong zayn dan memeluknya erat "Momy tidak akan pernah meninggalkanmu nak" lirih.
__ADS_1
Di hadapannya sahira melihat wajah bi ima yang pucat entah apa yang terjadi padanya, hingga bi ima tidak berani melihat ke arah sahira. Sahira mencoba menghampiri bi ima tapi bi ima menghindar ketakutan "Maafkan saya nona"Bi ima mengunci pintu dari dalam.
Sahira mengendor pintu. "ikutlah" Zeand mengambil zayn dari gendongan sahira.
Sahira mengikuti zeand masuk ke dalam mobil "Saya perlu membereskan keperluan zayn" Zeand tidak memperdulikan sahira.
Sepanjang perjalanan Zeand tidak kehabisan cara membuat zayn tertawa dan akhirnya tertidur. Sahira melirik ke arah zayn "Kamu pasti merindukan sosok ayah nak" Sahira memejamkan matanya terlelap.
Mobil berhenti di sebuah mansion mewah, Sahira bangun saat zayn menarik rambutnya. Sahira mengikuti zeand dari belakang masuk ke dalam mansion mewah itu. Di dalam mansion semua mata tertuju ke arah mereka.
Mereka langsung berdiri saat menyadari kehadiran zeand.
"Ini putraku dan ini calon istriku" Semua yang berada di dalam ruangan itu terkejut dengan apa yang mereka dengar.
Zeand meunjuk semua orang di hadapannya "Uncle bima, Fareed, Jesika dan dia pasti kamu mengenalnya kan?" Zeand menoleh ke arah sahira. Sahira menelisik wajah wanita cantik di hadapannya yang tidak asing baginya.
"Dr. Risaa" jawab sahira ragu, Zeand Hanya tersenyum licik.
"Dr. risaa salah satu keluarga monster ini?" gumam sahira dalam hati tidak percaya.
"ikut denganku!!" Zeand berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamar yang besar, rapi dan terdapat beberapa mainan yang sepertinya sudah di siapkan. Zeand menidurkan zayn di atas tempat tidur besar bisa di tempati untuk 5 sampai 6 orang.
__ADS_1
Sahira menghampiri zeand "Jangan tidurkan zayn di atas dia bisa jatuh" Sahira berbisik bisik. "Jaga dia sampai bangun" Zeand mencium zayn lalu meninggalkan mereka.
Sahira mengejar zeand namun pintu sudah tertutup "Pasword? Apa dia juga menggunakan pasword saat masuk tadi!!" Sahira menendang pintu kesal "Lapar"Sahira mengusap perutnya lapar, menghampiri zayn dan tertidur dalam keadaan lapar.
*Bukkk..
Uweeeeeeekkkkk* Sahira terkejut mendengar suara tangisan zayn yang terjatuh dari atas tempat tidur. Sahira langsung mengendong zayn karna panik zayn jadi sulit di tenangkan, Seseorang masuk dan berlari ke arah sahira merebut zayn paksa dan menenangkan nya. Dalam beberapa detik zayn langsung tenang di pelukan zeand.
Zeand menghampiri sahira yang sangat ketakutan. "Begini caramu menjaga anakku?" Zeand menekankan suaranya geram. Sahira hanya terisak menyesali perbuatanya "Kau pikir saya membawamu kesini untuk bersantai tanpa memperhatikan anakku?" Zeand mendelik.
Tak berapa lama seorang wanita masuk. zeand menyerahkan zayn pada wanita itu dan membawa zayn pergi. Sahira melirik ke arah wanita itu tanpa bergerak sedikit pun "Risa" sahira lega zayn bersama risa "Setidaknya dokter itu bisa menjaga zayn dengan baik" gumam dalam hati.
Zeand mendorong kasar sahira hingga terjatuh, Sahira mengigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit.
"Kenapa zayn bisa jatuh!!" teriak zeand meluapkan amarah, sahira tidak menjawab sepatah katapun karna memang kesalahnya.
Karna tidak ada jawaban, zeand meleparkan pas bunga ke arah sahira praangggg pas bunga itu pecah di samping kiri sahira "JAWAAB!!!!" Bentak zeand.
"Maafkan saya, saya tertidur" lirih sahira. "Apa aku memperbolehkanmu tidur?" Geram oleh jawaban sahira.
"Maaf" Sahira menundukan kepala. kruuukkkk Kruukkk suara perut sahira nyaring "Jadi dia tidur untuk menahan rasa lapar?" Zeand menarik nafas panjang lalu meninggalkan sahira.
__ADS_1
Sahira berdiri merasakan sakit di pergelangan kaki kirinya "Sepertinya aku terkilir"Sahira berdiri menahan rasa sakit. tanpa di sadari zeand sempat menoleh ke arah sahira sebelum menghilang dari balik pintu.