
Zeand yang sudah merasa sangat kesal menarik paksa rambut sahira menyeretnya ke hadapan valerie "Lihat dia!!! saya bisa membunuhnya detik ini juga!!"Ancam zeand.
"Lakukan saja!! saya tidak perduli padanya!!" bentak sahira "Dan Saya juga tau tujuan anda membawa zayn!!" Sahira melepaskan tangan zeand dari rambutnya.
Tiba tiba dua orang wanita masuk dan membawa valerie pergi dari ruangan itu "Sampai kapan kau menghindari anakmu?" tanya sahira membuat zeand terkejut "Dan ini" Sahira meleparkan penyadap suara yang terpasang di punggungnya "Mereka terus menerus mempermainkan saya, ve pasti memasangnya saat aku memeluknya tadi" Sahira menghancurkan penyadap suara itu.
"Mereka memanfaatkanku bertahun tahun yang lalu!! saya pikir mereka bisa berubah dengan perlakuan baik saya ternyata tidak mereka tetap menganggapku rara yang bodoh!!" Sahira menangis terisak.
Zeand mendongak ke arah cctv "Apa semua ini?" zeand. tidak lama kemudian masuk seorang pria berbadan tegap menghampiri sahira "Berdirilah" sambut radit mengulurkan tangan.
Sahira tersenyum menatap radit dan meraih tangannya "Terima kasih".
Radit mendekati zeand yang belum mengerti situasi ini "Wanita ini mendatangiku beberapa bulan yang lalu, dia memaksa ku untuk membawanya ke hadapan anda tuan" radit menarik tangan sahira mendudukannya di sofa.
"Saya tidak perduli" jawab zeand melangkah meninggalkan ruangan itu. "Wanita ini bisa menguntungkan untuk anda tuan!!" teriak radit.
"Tunggu tuan!" cegat radit "Wanita inilah yang membesarkan zayn dan hanya dia yang bisa membantu anda mendapatkan lewis group sepenuhnya" ujar radit menghentikan langkah zeand "Tuan muda pasti ingat syarat dari nyonya besar kan?"
"Lalu apa yang dia inginkan?" tanya zeand tanpa menoleh.
"Saya hanya ingin menemui sahabat saya kembali" jawab sahira. Zeand menyeringai "Dasar wanita bodoh" ucap dalam hati.
"Hanya itu?" tanya zeand menghampiri sahira. sahira menganggukan kepalanya.
"Jika saya membantumu bertemu jalang itu kau juga harus membantuku" zeand.
"Baiklah" Sahira langsung menyetujui, "Siapkan pernikahanku dengannya dan undang semua media online minggu depan" perintah zeand. "Baiklah tuan" jawab radit tersenyum bahagia "Langkah demi langkah berhasil" ucap radit dalam hati.
Zeand berjalan meninggalkan mereka berdua "Tunggu!!" panggil sahira. Zeand menghentikan lagkahnya "Anda tidak merindukan zayn?" tanya sahira berkaca kaca.
Zeand terus berjalan tanpa menghiraukan ucapan sahira. "Ikuti saya" Radit menatap sahira terlihat jelas wanita dihadapannya ini membendung banyak kesedihan di matanya.
Sahira mengiringi radit dari belakang memasuki ruangan lain hotel itu, Sahira mentap nanar kamar itu tatapanya berhenti pada sosok gadis yang terbaring di tempat tidur.
Sahira menghampiri gadis itu "Kenapa kau melakukan ini ve?" tanya sahira menatap kebencian pada valerie "Maafkan ve kak, ve terpaksa melakukan ini" jawab ve terisak mengengam tangan sahira.
__ADS_1
"Ck, kau pikir setelah hari ini aku akan mempercayaimu?" jawab sahira melepaskan tangan valerie.
"Jalang itu mengancamku kak" jawab valerie semakin terisak "Namanya mareta!! dia sahabatku jangan pernah kau menghinanya!!" bentak sahira meninggalkan valerie
"Kak dengarkan aku!!" teriak valerie "Sahabatmu itu yang akan menghancurkanmu kak" ucap valerie menatap sedih kepergian sahira.
"Saya akan membantu kalian" ucap valerie menoleh ke arah radit. "Pemikiran yang bagus"meninggalkan valerie.
🍁🍁🍁
"Berhenti!!" teriak zeand menghentikan langkah sahira yang pergi meninggalkan hotel, Sahira menaikan kedua alisnya. "Saya tidak mengizinkan kau pergi!!" zeand.
"Maafkan saya tuan zeand yang terhormat, saya harus menemui putra saya zayn" Menjawab dengan sedikit penekanan.
"Kembalilah kemari jam 5 sore dan bawa anak itu" ucap zeand berlalu meninggalkan sahira.
"Tenanglah nak masih ada ibu rara" Sahira memasuki mobil nya "Ibu lebih cocok untukku dibadingkan momy hahaha".
Sepanjang perjalanan sahira terus terisak menginggat penghianatan kedua sahabatnya "Aku harus membalas mereka karna telah berani mempermainkan putraku" Sahira menyeringai "Zeand, sebaiknya aku harus mengingatkanya peran seorang ayah" sahira mengusap air matanya menguatkan dirinya sendiri.
🍁🍁🍁
"Diamlah!!" bentak alvin mengacak acak rambutnya. "Sudah ku katakan sayang, adikmu yang bodoh itu tidak akan berhasil!!" geram mareta.
Driingg dringg
"kak" panggil valerie.
"iya ve" jawab alvin tersenyum
"Berhasil kak, ve berhasil menjebak kak rara"
"Kau memang adikku" senyum alvin mengembang "kau di mana?" tanya alvin.
"Ve di apartemen kak" jawab valerie "Oh ya, ve menghancurkan penyadap suara itu. apa kak alvin lupa alat itu hanya berfungsi sejauh 40 meter?"
__ADS_1
"Tanpa seiizinku kau menghancurkannya?" alvin geram.
"Kak alvin marah padaku? Apa kak alvin tidak mempercayaiku lagi?" valerie.
"Kak alvin percaya, Sekarang beristirahatlah" perintah alvin langsung memutuskan panggilannya.
Alvin mendekati mareta "Sayang" Alvin berbisik di telinga mareta memeluknya dari belakang "Berhasil".
"Benarkah?" tanya mareta memutar badannya, alvin menganggukan kepalanya "Kemari sayang" mareta mengec*p sekilas bibir alvin.
"Belum?" tanya alvin. mareta mengelengkan kepalanya mengoda "Kemarilah" alvin menarik mareta memeluknya sampai terlelap.
"Aku mencintaimu ta" alvin mengusap lembut pipi mareta beralih mengelus perut rata mareta "Bajing*n itu telah menghancurkan hidupmu" lirih alvin "Setelah semua ini selesai aku akan menikahi mu dan membawamu pergi jauh dari keramaian ini, aku lebih menyukai tempat sunyi untuk kita memulai hidup berdua".
🍁🍁🍁
"Dia bukan kak alvin yang dulu" valerie tertunduk "Semua akan kembali suatu saat nanti" timbal radit di samping valerie.
"Terima kasih" valerie tersenyum pada radit "Gadis ini mengingatkanku pada adikku" gumam radit dalam hati.
"Kehadiran jalang itu mengubah semuanya" geram valerie. "Gunakan kata katamu dengan baik" ujar radit.
"Dulu kak alvin selalu melindungiku, tapi kemarin dia tega membayar orang untuk menghajarku" lagi lagi tangisan valerie terisak mengingatkan radit saat pertama kali gadis ini menemuinya menceritakan semua rencana kakaknya, gadis yang datang dengan luka lebam di seluruh tubuhnya.
Hingga radit mengunakannya untuk menjalankan rencananya terhadap zeand albert lewis. "Jika kakak ipar menikah dengannya apakah tuan zeand akan memukulnya setiap hari?" tanya valerie menyadarkan radit dari lamunannya.
Radit hanya menganggkat kedua bahunya lalu pergi meninggalkan valerie yang semakin cemas "Benarkah cara yang ku ambil ini?" lirih valerie.
"Bagaimana?" tanya zeand di balik pintu kamar valerie. "Dia setuju tuan" jawab radit.
"Aturlah semuanya, saya hanya perlu memainkan peran saya dan menguasai lewis group sepenuhnya" zeand tersenyum licik meninggalkan radit.
"Atur saja, atur saja. semenjak tuan besar meninggal saya selalu bekerja sendiri" ngedumel.
"Sahira aulia prayogo" lirih radit. "Dia bisa mengubah semuanya" radit tersenyum memasukimobil mejemput sahira dan zayn.
__ADS_1