
"Jaga adikku sebaik mungkin bik" alvin.
"Baik tuan, tuan sebaiknya anda cepat pulang saya sangat mengkhawatirkan nona dan tuan muda" bik ima.
"Terima kasih" jawab alvin menyerahkan hp nya pada rio.
"Cari penerbangan ke negara lain io" pinta alvin.
Rio sibuk dengan ponselnya, bukan hanya alvin. rio juga sangat khawatir pada kekasihnya.
"Akses penerbangan sudah di buka tuan" Rio kelihatan kebinggungan "Maaf lancang tuan, apa tuan punya masalah pribadi pada tuan zeand?" rio menunggu jawaban alvin.
"Siapkan penerbangan secepatnya, akan saya jelaskan nanti" alvin. "kenapa harus dengan zeand tuan? " rio menghela nafas melihat alvin mondar mandir khawatir.
🍁🍁🍁
Di depan mansion yang besar dan mewah alvin dan rio membawa beberapa pengawal ingin memaksa masuk. Seorang pengawal membuka gerbang utama
"Dengan tuan alvin pradifta?" tanya pengawal, alvin maju ke depan pengawal itu menunjukan kartu namanya.
"Tuan boleh masuk, tapi tidak dengan orang orang anda!" pengawal.
Rio menarik kerah baju pengawal itu "kalian jangan macam macam!!! " tunjuk rio di wajah pengawal itu.
"Rio lepaskan!!" perintah alvin. "tapi tuan" rio.
"Pergilah, jangan membuang waktu!" bentak alvin.
"Silahkan masuk tuan" Pengawal.
70"pria tua itu pasti sudah merencanakan ini" gumam alvin dalam hati. sesampainya di pintu ruangan yang tertutup "Masuklah" pengawal itu meninggalkan alvin.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang alvin membuka pintu ruangan itu, Alvin berlari saat menyadari sahira dan zeand ada di depannya namun beberapa orang menghadang alvin.
"Sahira!!!!! " teriak alvin tapi tidak terdengar oleh wanitanya itu.
"Jangan bicara apapun, anda lihat itu kan?"salah satu pengawal menunjuk ke arah dua orang pria di balik pintu yang menodongkan pistol ke arah sahira dari jarak jauh.
Alvin menghentikan langkahnya "Pistol itu desert eagle yang mampu menembus dan menghancurkan target seketika?" gumam alvin dalam hati tak percaya.
"Dekatilah gadis itu!!" dorong seorang pengawal.
Alvin mendekati wanitanya pelan pelan, alvin tidak ingin wanitanya terluka.
"SAHHHHH" jantung alvin seakan berhenti menyadari wanitanya resmi menjadi milik orang lain.
Alvin berdiri cukup jauh di belakang sahira. Sahira menoleh ke arah alvin setelah zeand membisikan sesuatu. Alvin memandangi wanita yang sangat di cintainya itu memakai gaun pengantin model bridal yang menampakan lekuk tubuhnya dengan makeup tipis dan mata yang sembab.
Alvin tersenyum ke arah sahira tanpa terasa meneteskan airmatanya. "Maafkan aku" lirih alvin.
Sahira mendekati alvin namun di cegat oleh zeand.
Sahira menyilangkan kedua jarinya.
"Apakah raraku akan berbohong? " memperhatikan tangan kanan sahira.
"Selamat datang di pernikahan kami vin" Sahira tersenyum manis ke arah alvin.
deeggg..
Alvin terkejut dengan ucapan sahira "Raraku berbohong" alvin meyakinkan hatinya.
"Kamu terkejut?" Sahira sinis "Aku menikah dengan zeand karna aku mencintainya" Sahira merangkul tangan zeand.
__ADS_1
"Kamu hanya mencintaiku ra" jawab alvin tersenyum.
"Itu dulu vin, tapi sekarang aku sangat mencintai zeand bukan hanya aku tapi zaynku juga sangat menyanyangi ayah kandungnya" sahira menyandarkan kepalanya di lengan zeand.
"Dia berkata jujur?" alvin melirik jari sahira "dia tidak menyilangkan jarinya?" gumam alvin.
"Kemarilah!! " alvin mengulurkan tanganya.
"Pergilah!!!!" teriak sahira.
Degg
Alvin menahan rasa pedih di dalam hatinya karna selama ini sahira tidak pernah meninggikan suaranya pada alvin.
"Harta dan kekuasanmu tidak sebanding dengan suamiku zeand albert lewis, kamu tau dulu aku mendekatimu karna mengingginkan hartamu!!!" sahira bersikap angkuh.
"Kamu pikir aku percaya ra? " alvin.
"Setelah kamu pergi aku berkencan dengan zeand, dia memberiku beratus ratus kali lipat dari yang kamu berikan selama ini hahaaha" sahira tertawa mengejek.
"kamu pasti berbohong!!" alvin terus memperhatikan jari tangan sahira.
"Kamu mengenalku lebih dari 5 tahun kan? tidak sulit untukmu mengetahui ku berbohong atau tidak??" sahira semakin mengeratkan rangkulannya.
"Hal besar yang harus kamu ketahui vin. Aku sudah tidur bersama zeand berkali kali" Sahira tersenyum ke arah zeand.
"dia pasti berbohong" Alvin masih berusaha menyakinkan dirinya. "Tidak ada cara lain untuk mengetahuinya" alvin melangkahkan kakinya ke arah sahira.
"Pergi!!!!!" Teriak sahira histeris.
"Aku tidak akan meninggalkanmu di sini ra" Alvin terus mendekati sahira.
__ADS_1
"kumohon pergilah!!! " teriak sahira menangis terisak.
"Sahira" alvin menangis dan terus mendekati sahira.