Cinta Atau Tuan Ceo?

Cinta Atau Tuan Ceo?
Eps 9


__ADS_3

POV ALVIN.


"Siapa pria itu?" tanya alvin kepada sekertaris pribadinya.


"Dia Zeand albert lewis CEO muda dari Lewis Group salah satu perusahaan real estate tebesar di dunia, Lewis Group juga menanam saham cukup besar di perusahaan pradifta development. Lewis Group yang membantu perusahaan anda saat ini hingga bisa menembus pasar dunia tuan"Jelas Rio sekertaris pribadi alvin.


"Kenapa dia mendekati wanitaku?" tanya alvin menahan amarahnya.


"Maaf tuan semua kehidupan pribadi tuan zeand tertutup rapat" Rio.


"Hubungi nona" Alvin memijat keningnya, Rio beberapa kali menghubungi nona sahira namun tidak ada jawaban.


Rio mengembalikan ponsel nya "Apa tujuannya mendekati sahira?" Alvin berpindah duduk ke sofa, di susul rio yang mengambrukan tubuhnya di samping alvin. Rio berperan sebagai teman jika menyangkut sahira.


"Zeand punya tujuan tertentu vin, tidak mungkin dia mendekati wanita biasa seperti rara" Rio membuka sebuah laptop lalu mengotak atik nya. Rio juga salah satu hacker yang handal "Sepertinya tuan zeand yang merencanakan keberadaanmu di newyork selama beberapa bulan ini"geram rio "Apa tujuan pewaris lewis group itu?" mengumpat dalam hati.


Alvin melihat beberapa foto zeand di layar laptop rio"Sahira tidak mungkin tertarik pada sultan ini"Lirih alvin.


"Tapi dia bisa mengunakan kekuasaan nya demi tercapai tujuannya" Rio melirik sekilas "Dia bahkan bisa menghancurkan perusahaanmu dalam sekejap vin" rio berdecak kesal, kenapa temannya bisa berurusan dengan pria mengerikan ini.


"Tidak masalah aku kehilangan perusahaanku jika dibandingkan harus kehilangan sahira, aku sangat mencintainya dan tidak akan pernah melepaskannya" Alvin memandangi wajah manis sahira di ponselnya.


"Kau pikir ayah akan setuju perusahaan yang di bangunya hilang begitu saja?"tanya rio. Senyum alvin seketika menghilang"Ayah pasti akan menyetujuinya"Alvin sangat meningkat semua yang dikatakan ayahnya.


"Tapi bagaimana masa depan valerie jika pradifta development bangkrut?" tanya rio khawatir.


"Aku yakin kau bisa menjaganya teman"menepuk nepuk bahu rio "Kau salah paham vin" mencoba mengelak.


"Tidak perlu di sembunyikan ve menceritakannya malam kemarin, jagalah adiku" merangkul rio.


membalas rangkulan alvin "Saya akan selalu menjaganya" Rio berjanji dalam hati akan menjaga valerie lebih baik dari alvin menjaga sahira.


"Oh ya tuan, kepulangan kita akan dipercepat 2 minggu" Rio langsung besikap sebagai asisten pribadi.


"Terima kasih kau sangat membantuku" Alvin menjabat tangan rio. "Saya permisi tuan" ucap rio dijawab anggukan oleh alvin.


Alvin menatap punggung sekertaris sekaligus calon adik iparnya itu, Rio yang baik, bertutur kata lembut membuat alvin merestui hubungannya dengan valerie "Kau pasti yang merencanakan kepulanganku"

__ADS_1


"Zeand mengacaukan rencanaku" Mengebrak meja kesal.


dddrrrrrtttt..


"iya ve?" alvin mengangkat pangilan dari valerie.


"kak aku sangat bosan di amerika, boleh aku pulang ke indonesia menemani kakak ipar? kasihan dia mengasuh zayn sendirian. pasti kakak ipar sangat kelelahan" Valerie mencoba merayu kakaknya.


"Kau tidak ingin bertemu rio disini?" goda alvin.


"hentikan kak kenapa selalu mengejek ku" mengerucutkan bibirnya.


"Hahahhaha" alvin tegelak mengejek "Keberadaan ve di indonesia bisa melindungi sahira"bergumam.


"Ve benar Kau ingin pulang karna kakak iparmu?" Alvin sudah tau maksud terselubung dari alasan valerie.


"aku merindukan tanah indonesiaku kak" jawab valerie mengakui.


"Bagaimana kuliahmu dan ayah?" Tanya alvin.


"ini akhir semester kak, kalo ayah dia akan mengunjungimu di newyork terlebih dahulu dan akan pulang bersamamu" Jelas valerie. lama alvin terdiam tidak ada sahutan.


"Kau harus menginap di rumah kakak iparmu tidak boleh tinggal di mansion sendirjan. " alvin menyetujui permintaan adiknya.


"Terima kasih kak, aku akan pergi minggu depan l love you" belum sempat alvin menjawab valerie sudah memutuskan pangilannya.


Alvin memutar mutar ponsel nya menunggu kabar dari sahira yang tidak bisa dihubungi "Valerie sedikit bisadiperalat" alvin menyeringai.


POV sahira.


Sahira terbangun saat tengah malam karna zayn menangis.


Sahira menganti celana zayn yang basah karna ngompol dan menidurkanya kembali.


Sahira mengambil ponselnya "Banyak sekali pangilan dari alvin, rio dan valerie. aku akan menelpon valerie terlebih dahulu" Sahira melakukan panggilannya tapi tidak ada jawaban "mungkin ve sudah tidur".


"Aku akan menelpon dady nya zayn saja hehehe" sahira melakukan panggilan video ke nomor alvin dan langsung tersambung cepat.

__ADS_1


"Kau sudah pulang sayang" sahira dengan lembut memangil alvin sayang untuk pertama kalinya.


"Kau bilang apa? apa aku salah dengar?" alvin kegirangan tak percaya mendengar kata sayang dari sahira."Aku hanya bilang kau sudah pulang?" Sahira mengelak.


"oohhh aku tadi mendengar kau mengatakan sayang kepadaku hehehe" alvin cengengesan "Sudahlah lupakan" ucap sahira menahan malu.


Sahira mulai menjelaskan pertemuannya dengan zeand dari awal sampai akhir tanpa melupakan satu katapun.


"Vin kau marah ya?" tanya sahira sedikit bersalah melihat perubahan raut wajah alvin.


"Tidak ra, aku sangat mempercayaimu" alvin tersenyum. "kau menyukai pria tua itu?"tanya alvin mengoda.


"Dia pria sombong mana mungkin aku akan menyukainya" jawab sahira jujur.


"Jika dia menyukaimu?" tanya alvin lagi. "maka pria tua itu harus berhadapan denganmu" percaya diri sahira.


"Ra jika pria tua itu mencoba menemuimu lagi kau harus menghindar. mengerti?" wajah alvin nampak gelisah.


"Kenapa?" tanya sahira heran. "Turuti saja permintaanku, dua minggu lagi aku pulang dan aku akan menjelaskan alasannya" alvin semalim gusar.


"Dia orang jahat?" Sahira takut. "iya, dia orang jahat pria tua itu bisa mengambil zayn dari kita" jawab alvin.


"Sebentar lagi pasti akan terjadi masalah besar" bergumam dalam hati.


"Percayalah padaku besok aku mengirim beberapa orang akan menjagamu dan zayn" Wajah panik sahira perlahan lenyap. "Aku dan zayn tidak akan pergi sampai kau datang".


"Minggu depan valerie mengunjungimu jadi kau tidak perlu khawatir"alvin "Benarkah? aku akan menyambutnya dengan makanan favoritnya" raut wajah sahira bahagia.


Alvin tersenyum hangat melihat senyum bahagia sahira mengembang"tidurlah kamu pasti lelah hari ini" alvin.


"Daahh"sahira memutuskan panggilan.


"Hahaha aku yakin wanita itu akan selalu memikirkan yang kukatakan tadi" meletakan ponselnya "Rencana kita tidak mungkin gagal sayang" mengecup kening mareta yang tidur di sampingnya.


🍁🍁🍁


"Siapa pria tua itu? kenapa bisa berbahaya? dan zayn" Sahira memeluk erat putra kesayangannya itu berdoa agar hal buruk tidak mendekati mereka. "Valerie bisa menjaga kami dari hal jahat itu" yakin sahira karna mengetahui calon adik iparnya itu memegang sabuk hitam tertinggi taekwondo.

__ADS_1


Semalaman sahira gusar tidak bisa tidur memikirkan kenapa pria tua itu sampai bisa menjadi ancaman untuk zayn. "Momy akan selalu menjagamu nak" berulang ulang sahira mengecup kening zayn. membayangkan bagaimana jika hal buruk itu memang menimpa kehidupan mereka bagaimana sahira bisa hidup tanpa zayn. dan rencana pernikahannya dengan alvin bulan depan sahira khawatir pria tua itu akan menghancurkan keluarga kecilnya nanti.


__ADS_2