
"Zayn tertidur" jawab zeand dengan suara pelan. Sahira melongo ke dalam stroller melihat zayn yang memang tertidur. berpikir sejenak lalu menganggukan kepala "Mari pakai mobilku saja" Tanpa pikir panjang Zeand menyetujuinya.
Zeand mendorong stroller berjalan serempak dengan sahira.
Sepanjang jalan menuju pintu keluar sahira celingak celinguk melihat seseorang seperti memperhatikan mereka bertiga "Kenapa orang itu seperti memperhatikan kami? mengerikan sekali" sahira bergidik dalam hati.
Zeand tersenyum tipis melihat tingkah sahira yang celingak celinguk. "Gadis bodoh ini" dalam hati.
Sahira memasukan stroller ke dalam bagasi lalu memutari mobil untuk menyetir Sahira terkejut melihat zeand memangku zyan duduk di sampingnya.
Zeand menaikan kedua alisnya. "Maaf tuan saya pikir anda dan zayn duduk di belakang " Sahira mulai melajukan pelan mobilnya.
"Ulangi perkataanmu tadi?" tanya zeand tanpa menoleh.
"Saya pikir anda dan zayn duduk di belakang" sedikit penekanan kesal.
"mobilmu sempit sekali"ejek zeand.
Sahira memutar kedua matanya tidak menyukai penghinaan dari zeand.
"Ya, apa itu?" Tunjuk zeand penasaran.
"Ohh ini adalah foto keluarga kecil kami" memerkan foto alvin,Sahira dan zayn dengan senyum bahagia.
"Suamimu jelek dan miskin" ketus zeand.
"Tapi suamiku tidak miskin akhlak" tidak kala ketusnya.
"Maksudmu?" zeand sedikit geram merasa tersingung.
"Hahhaha lupakan! "menjawab singkat.
Zeand sedikit melirik sahira "Kenapa harus wanita seperti ini"Kesal dalam hati.
"Suamimu akan tidak marah?" tanya zeand. "Suamiku orang yang sangat pergertian dia selalu mempercayaiku karna saya tidak pernah berbohong padanya" jawab sahira membanggakan alvin.
"Sekalipun kau bertemu dengan banyak pria?"Tanya zeand.
__ADS_1
Sahira menganggukan kepala "Saya bicara saja dengan sejujurnya, alvin pasti akan mempercayaiku" sahira semakin membanggakan alvin.
"Suamimu bernama alvin?" nada kesal.
"iya tadi saya sudah mengatakannya" jawab sahira. "Dia mengetahui kau membeli mobil yang mahal ini? " zeand ketus. Sahira mengangguk mengiyakan. "Dia akan menceraikanmu jika mengetahuinya" ketus.
"Sudah saya bilang dia kan sangat mencintaiku apapun akan dilakukannya untukku" Sahira merasa kelucuan karna membohongi zeand.
"Kenapa kau tidak menikah dengan orang yang kaya atau menjadi simpanan sugar dady saja tubuhmu tidak begitu jelek" melirik sahira dari atas sampai bawah.
"Matamu Sugar dady. Cinta dan harta tidak bisa disamakan oh ya kau kan tidak mengerti cinta hahaha." jawab sahira yang langsung membungkam mulutnya sadar ucapannya berlebihan.
"Tuan tidak memiliki cinta?" tanya sahira membalas hinaan zeand.
"Tidak!"
Karna merasa tidak enak melihat perubahan raut wajah zeand sahira memilih untuk diam. Selang berapa menit sahira memasuki perumahan sederhana kediaman nya bersama mareta dulu.
Sahira dan zeand turun dari mobil "Maaf tuan, suamiku melarang orang asing masuk tanpa seizinya" Sahira merasa tidak enak. Zeand mengangguk paham menyerahkan zayn ke pada sahira setelah puas mencium pipi gembul milik zayn.
"Tidak perlu, seseorang akan menjemputku" Jawab zeand. Sahira mengangguk langsung masuk ke dalam rumah.
🍁🍁🍁
"Secepatnya saya akan membawa tuan muda tuan" Radit Asisten pribadi seorang zeand albert lewis.
"Saya menginginkan hal lain" jawab zeand, radit langsung melirik wajah zeand dari kaca depan mobil wajah tampan dengan senyuman jahatnya.
"Saya mengerti" Singkat radit. "Kerja bagus"Puji zeand.
"Dasar casanova yang hanya pintar memerintah" mengerutu dalam hati. Radit menghentikan mobilnya di depan club malam elit "Ikutlah" perintah zeand.
"Saya akan menyusul anda tuan, sebentar lagi magrib" Jawab radit menunduk, zeand menghela nafas kasar meninggalkan radit sendiri diluar.
"Tumben sekali dia tidak mengoceh" radit memasuki mobil mencari tempat ibadah terdekat.
Sebenarnya radit orang yang ramah, baik dan sangat renyah karna tuntutan pekerjaan radit diharuskan menjadi tegas dan berwibawah berumur 25 tahun radit sudah lebih dewasa dari umur yang seharusnya. Radit menghendel semua perusahaan utama maupun cabang lewis group karna posisinya sebagai orang kepercayaan tuan besar jhonson dan tuan muda zeand.
__ADS_1
Radit kembali ke club dengan terpaksa selesai melaksanakan "Dasar Casanova!!" Geram. Radit memasuki club elit itu. menghampiri zeand yang sedang dikelilingi banyak wanita sexy.
"Lama sekali" gertak zeand. "Maaf tuan" radit hanya menundukan kepalanya menghindari pandangan kesemua wanita yang berada di dalam ruangan itu.
"Dekati dia jika kau berhasil mengodanya, saya akan membelikanmu mobil" Zeand melu*** kasar bibir salah satu dari wanita sexy itu dan langsung mendorongnya kearah radit.
Radit yang merasa tidak nyaman hanya menyibukan diri dengan ponselnya mencoba mengalihkan situasi. Wanita itu duduk di samping radit menjalankan aksinya "apa yang dilakukannya menjijikan sekali" mengeser duduknya menghindari rayuan wanita itu.
Wanita itu mendadak mecium pipi kanan radit, spontan radit menampar keras wajahnya sampai terpental. Demi sebuah mobil yang di inginkanya wanita itu mendorong keras tubuh radit sampai terbelangak di atas sofa. masih mencoba mendekati radit dengan sentuhan nya namun tiba tiba wanita itu menyerah karna melihat radit yang menutup matanya "Pria impoten!!" teriak wanita itu geram.
Zeand terbahak bahak menyaksikan yang dilakukan asisten pribadinya itu. Radit berdiri dari duduknya pergi meninggalkan ruangan itu lebih memilih menunggu di depan pintu.
"berdosakah saya menampar seorang wanita?" Radit terus berdoa penuh penyesalan.
Beberapa jam kemudian zeand keluar bersama salah satu wanita dalam keadaan mabuk berat. Karna tidak ingin terjadi apa apa pada zeand, radit mengikutinya dari belakang dan berhenti di depan pintu kamar menunggu zeand dan wanita itu keluar.
"Casanova! " Radit terus terusan mendengar bunyi aneh dari dalam kamar hotel itu.
Jam menunjukan pukul 3 pagi, Radit meninggalkan kamar hotel sebentar mencari tempat ibadah terdekat untuk melakasanakan ibadahnya.
Jam 6 pagi Radit kembali ke kamar hotel cukup lama menunggu seorang wanita keluar dari kamar dengan senyum yang mengembang, radit menundukan pandangannya dari wanita berpakaian mini tersebut. "Mau mencobanya?" bisik wanita malam itu di telinga radit lalu pergi meninggalkan radit yang komat kamit "Dia kehilangan akal demi uang!"
"Semoga adik perempuan saya bisa menjaga dirinya baik baik" Penuh harap.
Radit masuk ke dalam kamar melihat seisi kamar yang berantakan seakan telah terjadi perang dunia. Pandangan radit tertuju pada seorang pria yang berdiri di balkon menatap ke langit langit.
"Anda tampak senang sekali tuan" radit mendekati zeand.
"Semua wanita tidak ada yang berbeda" Zeand menghela nafas "Dan saya semakin tidak ingin menikah".
"Perbaiki diri anda jika menginginkan istri yang baik" Sindir radit.
Zeand merasa tertarik dengan pembahasan mereka "Bukankah saya pernah mencobanya?" tanya zeand yang beralih duduk di sebuah sofa "Tapi wanita jalang itu tetap memilih pergi" meremas kaleng soda yang diminumnya.
Radit menghembuskan nafasnya kesal menghadapi pewaris tunggal lewis group"Panjang nih ceritanya" mengoceh dalam hati. Mendekati zeand namun mengurungkan duduknya karna melihat pakaian dalam seorang wanita terpijak oleh zeand.
Perilaku radit membuat zeand muak dan pergi meninggalkan asisten pribadinya itu.
__ADS_1