Cinta Ataukah Permainan?

Cinta Ataukah Permainan?
Drama sekali


__ADS_3

Keesokan Harinya Mama dan Andinila sedang dirumah Mereka, Hana masih liburan jadi ia tidak ke kampus, Untuk Arjuna dia sedang ada di kantor, katanya ada urusan mendadak oke lah tidak ada dirinya dirumah sendiri,ketika ingin pergi ke rumah Tante Dira eh tiba-tiba Mama dan adiknya mas Arjuna datang.


"Wah enak banget ya ma, kerjaan Kakak ipar ini" Tanya Andinila


"Enak banget jam segini udah dandan, mau kemana mau ngabisin uang anak saya" Kata Mama


Hana Hanya diam, toh kenapa harus berbicara tidak ada gunanya, yang terpenting Hana tidak menghabiskan uang mas Arjuna, biarlah keluarganya mas Arjuna berkata apa kepadanya, Jikalau Hana di pandang sebelah mata, akan Hana Pastikan mereka menyesal mengatakan itu.


"Kenapa diem betul kan ma,Enak banget sih" Kata Andinila


"Mama dan Nila duduk dulu ya, kebetulan saya tadi mau kerumah Tante Dira, karena mama dan Nila kesini jadi tidak jadi" Kata Hana


"Alasan aja bilang deh, kalau mau foya-foya" Kata Mama


"Ma jangan bilang seperti itu" Kata Hana


Setelah banyak kata yang mereka lontarkan, Padahal mereka tau bahwa Hana adalah anggota baru keluarganya,mengapa sebegitu mudahnya mereka berkata ya tidak pantas, apakah Hana tidak layak bersanding dengan Arjuna, dan apakah mereka lupa bukan Hana yang mengajak Arjuna menikah, melainkan Arjuna lah yang mengajaknya.


Kini Arjuna Telah sampai di Halaman rumah, Arjuna menatap Mobil Mama disini, Kenapa mama ada disini, bikin ribut atau bagaimana.


"Arjuna untungnya kamu datang" Kata Mama

__ADS_1


"Bang Juna kalau pilih istri yang bener dong" Kata Andinila


"Apa maksud kalian" Tanya Arjuna


"masak iya mama disuruh ngepel sama istri Abang ini, mana kita datang di maki-maki gara-gara dia gagal belanja" Kata Andinila


"Iya Jun, ajarin tuh istri kamu" Kata Mama


Hana hanya diam ia tidak ingin membalas apapun, Tapi mengapa mereka berdua pintar ber drama padahal sambutan sudah ia berikan dengan layak, kurang layak bagaimana lagi, Arjuna menatap istrinya yang dari tadi mengalihkan pandangannya, Arjuna paham yang dikatakan mama dan adiknya adalah tidak benar, kenapa mereka sering sekali akal-akalan membuat omongan agar mempengaruhi orang lain, dulu papa juga terpengaruh dengan mereka sampai-sampai Arjuna tidak dipercaya dan selalu di bandingkan,tapi papa akhirnya sadar, Arjuna lah anak yang selalu disia-siakan.


"Mau apa kalian kesini" Kata Arjuna


"Kok kamu gitu, sekarang sama mama dan adik kamu Juna, gara-gara wanita yang tidak bisa apa-apa ini, kamu jadi seperti ini sama kami" Kata Mama


"Stop ma silahkan pulang jikalau tidak ada urusan apa-apa" Kata Arjuna


Mama dan Andinila pun langsung pulang dengan perasaan kesal, lalu mereka menatap tajam Hana, Hana pun tidak menanggapinya, ia lebih memilih pergi ke kamar setelah kepergian mereka, Arjuna yang melihatnya pun tau perasaan Hana, apalagi dirinya anggota keluarga baru sudah dapat seperti ini.


Hana menatap pemandangan dari balkon kamarnya, Masih Seminggu Minggu lebih menjadi istri Arjuna saja seperti ini bagaimana kalau bertahun-tahun, tapi kan dirinya akan tetap menang, toh dia juga paling tua walaupun umurnya muda.


"Aku paham yang kamu pikirkan Hana" Kata Arjuna

__ADS_1


Hana pun menatap suaminya, Sejak kapan Arjuna memasuki kamar mereka, Lalu yang Hana pikirkan tentang kelakuan Keluarganya,astaga Hana tidak boleh berpikiran yang tidak-tidak.


"Gpp mas, mungkin belum terbiasa aja" Kata Hana


"Jangan di ambil Hati ya, Aku belum cerita kan, ayo sini aku ceritain" Kata Arjuna


Apa yang ingin Arjuna ceritakan, kelihatan serius, dan menyangkut apa, Hana duduk disampingnya, Lalu Arjuna pun memulai ceritanya.


"Aku gak nyalahin kamu, memang mama dan adikku seperti itu, Suka membuat omongan yang tidak benar, Aku dari kecil seperti tidak dianggap dirumah itu sama mama, dan mama lebih membanggakan kedua adikku,hanya papa yang percaya dengan aku, sebelum papa terkena hasut oleh Mama, Dari kecil mulai barang ataupun apapun dibedakan, Aku dari kecil di asuh oleh bibimi, Hingga sekarang Bibimi yang selalu mengerti apapun tentang aku, Bahkan ketika mereka semua liburan, Aku saja yang dirumah dengan alasan Nilai-nilai aku sangat kurang bagus, Padahal Aku selalu Rangking 1 dan banyak piala yang aku raih, Sampai sekarang itu sama dan jikalau kamu bertanya kenapa aku tidak betah di rumah itu, karena aku disana tidak pernah dianggap, Apakah Mereka menyadari kehadiran aku, jawabannya tidak mereka selalu mengabaikan aku, kecuali papa dia sangat perduli dan selalu support, Selama aku sendiri aku bertanya-tanya dimana tempat untuk aku pulang dan berkeluh kesah sedangkan kehadiran aku di rumah itu tidak di anggap sama sekali, hingga aku memutuskan untuk menikah, memilihmu untukku, menjadikanmu ratu di hidupku, menjadikan kamu alasan tempat untuk aku pulang, tempat bersandar untuk segala keluh kesah aku, Aku Muak dengan keluarga ku sendiri, muak dengan segala sandiwara mereka, maka dari itu aku tidak ingin kamu hingga dibuat tidak nyaman dengan mereka, hingga aku membawa kamu untuk tinggal sendiri dirumah ini, Menjadi Lulusan terbaik masih saja dianggap kurang di mata mereka, Aku sampai heran sebenarnya aku ini siapa, kenapa mereka mengabaikan aku" Kata Arjuna


Hana yang mendengarnya pun ikut bersedih, Ia menatap Mata Arjuna, dirinya sudah berkaca-kaca ketika menceritakan beban hidupnya selama ini,Hana Memberanikan memeluk Arjuna, Ia mengelus punggung suaminya itu, Kedua kalinya ia melihat Arjuna meneteskan air matanya, pertama saat selesai akad ia menangis haru, kini Arjuna kembali meneteskan Air Matanya ketika bercerita tentang kehidupannya.


"Aku akan selalu ada buat kamu mas, Aku yang akan selalu percaya sama kamu, Aku dan anak-anak kita nanti yang akan selalu ada untuk kamu, dan selalu menjadi alasan untuk kamu pulang kerumah ini, aku akan selalu menjadi teman ceritamu, teman hidupmu untuk selamanya, Jangan pernah merasa sendirian mas, kini ada aku yang bagian dari hidupmu" Kata Hana


Arjuna mengeratkan pelukannya, Kali ini dirinya menangis di pelukan istrinya, Beban hidup yang selama ini ada di hidupnya yang selalu ia pendam sendiri kini ia mempunyai teman berkeluh kesah.


"Maaf ya aku jadi nangis" Kata Arjuna


"Mas Juna harus kuat, jangan Menangis, Boleh menangis ketika kita sedang berdua seperti ini, di depan orang lain mas jangan menangis,mas harus kuat, Hana yakin mas Juna pria yang kuat kok, Ada Hana disini yang selalu support mas,Hana yakin mas adalah yang terbaik, hanya saja mereka tidak pernah mengerti mas, Bangkitlah mas tunjukkan kepada mereka bahwa mas bisa, Mas Juna pasti bisa ya kan, Mas Juna kan selalu kuat mana cueknya mana dinginnya juga sifatnya mas juna, bisa juga Menangis, Hana kira mas gak bisa nangis ternyata ini yang kedua setelah mas selesai akad" Kata Hana


" Waktu Akad Mas terharu, kala itu mas benar-benar tidak berani dan gugup dan Deg-degan, hingga akad lancar mas terharu deh, kini mas sudah beristri, Terimakasih Sayang, terimakasih atas pengertiannya" Kata Arjuna Memeluk Hana.

__ADS_1


Hana Berjanji Akan selalu ada untuk Arjuna, ia akan menemaninya dikala susah maupun senang, Bagi Hana ketika ia sudah menikah artinya apapun kehidupan yang akan mereka lalui berdua harus mereka lalui berdua bersama-sama, jangan hanya satu orang saja,namun keduanya harus berjuang dan sama-sama melewatinya.


__ADS_2