
Keesokan Harinya Febrian berniat menyatukan kembali Andinila dengan Abangnya,Yaitu Arjuna, Ia tau bahwa mereka tidak akur karena Andinila terpengaruh oleh mamanya.
"Sampai kapan kamu mau bermusuhan dengan bang Juna" Tanya Febrian
"Apa maksudnya kamu mas" Kata Andinila
"Bagaimanapun Bang Juna adalah Abang kamu kan, kenapa kamu terus memusuhinya" Kata Febrian
Andinila mengalihkan pandangannya,ia memikirkan hal itu, mengapa ia selalu menurut perkataan yang mamanya suruh, hingga ia memusuhinya.
"Ayo saya antar kerumah bang Juna, Kamu gak pantes kayak gini" Kata Febrian
Sore harinya mereka bergegas ke rumah Arjuna,30 Menit kemudian mereka sampai dirumah mewah dan megah ini, Rumah Arjuna beserta Hana, Mereka pun turun disambut oleh Hana, Hana harus bersikap dewasa selayaknya seorang kakak, walaupun adik iparnya tidak menyukai dirinya.
"Kalian Mari Masuk " Kata Hana
"Terimakasih mbak Hana" Kata Febrian
Andinila masih enggan untuk menjawabnya, bahkan untuk menatap kakak iparnya saja seperti menakutkan,karena kini dirinya sendiri tanpa adanya mamanya.
"Kok gak bilang sih Nil, kalau kesini, tau gitu mbak masakin" Kata Hana
Febrian memberikan kode agar Andinila mau bicara dengannya, Andinila pun menuruti apa perintah suaminya.
"Maaf mbak kita dadakan" Kata Andinila
"Gpp bentar aku buatin minum" Kata Hana
Tiba-tiba datanglah dua anak kecil, mereka heran dengan tamu, sepertinya tidak mengenalnya, Andinila menatap keduanya yang satu sangat mirip dengan bang Juna, Hana membawakan minuman dan beberapa kue, dirinya memang bekerja dirumah karena harus menjaga anak-anaknya.
"Silahkan diminum, maaf loh gak masak" Kata Hana
"Mami, Tante dan om ini" Tanya Alan
"Dia siapa ya bang" Kata Aluna
"Mami lupa, kenalin ini Adalah Tante Nila dan om Febri, ayo beri salam nak" Kata Hana
Alan dan Aluna tersenyum menatap keduanya, Andinila terpana menatap senyum keduanya, sangat manis.
"mereka adalah Putra-putri Kami" Kata Hana
"Astaga jadi mereka keponakan aku" Kata Andinila
__ADS_1
Arjuna yang baru saja pulang dari kantor, terkejut melihat adanya Andinila dan suaminya,ada apa ini rencana apa lagi yang akan dia rencanakan.
"Ada mau apa kamu kesini" Kata Arjuna
"mas sudah jangan marah-marah " Kata Hana
"Alan dan Aluna kembali ke kamar nak" Kata Arjuna
Arjuna menatap tajam adiknya, mengapa dirinya kemari, apa yang mereka inginkan.
"Bang Juna maafin nila, nila salah bang, semua gara-gara mama" Kata Andinila memeluk Arjuna
Arjuna tetap diam tidak membalasnya,namun ketika adiknya menangis dalam pelukannya hatinya tersentuh, ia segera membalas pelukannya.
"Gpp semua orang punya kesalahan, yang penting kamu udah menyadarinya" Kata Arjuna
Kini Andinila menatap Hana, Hana pun tersenyum dan memeluknya walaupun mereka pernah hampir membuat Hana kehilangan si kembar, tapi bagaimanapun mereka adalah keluarga.
"Kita mulai dari awal nila,anggap aku sebagai temanmu jikalau kamu tidak menganggap aku sebagai kakak ipar mu" Kata Hana
Arjuna dan Febrian mereka mengobrol bersama.
"Saya titipkan adik saya, bimbing dia ke jalan yang benar, Apapun perilakunya kamu rubah, terimakasih sudah menyatukan kami kembali" Kata Arjuna
"Saya janji sama bang Juna, saya akan menjaga Nila, dan membimbingnya" Kata Febrian
Hana baru tau Nila Tenyata asik juga, walaupun mereka jarang sekali ngobrol, Kini mereka menjadi sangat akrab.
2 Bulan Kemudian
Sedangkan Dirumah Hendry, Anindita dia baru saja sampai, tapi Hendry menatapnya dengan tajam, ada apa ini Mungkinkah ada masalah.
"Wah seru kencannya" Tanya Hendry
"Apa maksudnya mas" Tanya Anindita
Anindita menatap wanita disamping suaminya, siapakah dia, mungkinkah dia mantan istrinya Hendry.
"Gak usah bohong kamu, Bisa-bisanya membohongi saya" Kata Hendry
Hendry memperlihatkan foto Anindita yang tengah dipeluk oleh seorang laki-laki dan laki-laki itu mengelus perutnya, Anindita ingat siapa laki-laki itu yang memberinya minum, sampai dirinya pingsan, Lalu foto ini dia ambil.
"Jadi yang kamu kandung anak dia" Tanya Hendry
__ADS_1
"Apa maksudnya mas" Kata Anindita
"Ternyata gini istri kamu, Aduh kasihan banget apalagi sampai hamil sama orang lain, jaga lah image suami kamu" Kata Fina
"Mas percayalah, Aku tidak ada hubungan apapun dengan dia, aku tidak mengenalnya, Percayalah ini adalah anak kamu mas, darah daging kamu" Kata Anindita
"Untuk apa saya percaya, orang yang saya percaya mengkhianati saya" Kata Hendry
Hendry pun meninggalkan Anindita yang sendirian,dan Fina tersenyum kemenangan, Umi menatap menantunya itu.
"Umi percayalah padaku " Kata Anindita
"Umi tidak bisa apa-apa nak" Kata Umi Siti
Anindita menyadarkan kepalanya di dingin,ia meratapi nasibnya,mengapa harus begini, mungkinkah Penikahannya akan sampai disini, Tinggal 2 bulan anak ini lahir ke dunia tapi ayahnya malah tidak percaya.
Raynelle Segera ke rumah Hendry, sesampainya disana ia melihat Anindita yang duduk diluar dengan pandangan Kosongnya, Ia segera memeluknya, Anindita menatap Raynelle, Kini Ray ada untuknya.
"Kak percayalah padaku,aku tidak ada hubungan dengan laki-laki manapun, kecuali suamiku,tapi mas Hendry tidak percaya" Kata Anindita
Anindita memeluk tubuh Raynelle, ia menangis dalam pelukannya, Dan Hendry keluar ia menatap kakak beradik disampingnya.
"Apa sih yang buat anda tidak percaya, mana mungkin Dita mengkhianati anda" Kata Tristan
"Nyatanya Seperti itu, Dia selingkuh dan dia hamil dengan pria lain" Kata Hendry
"Jaga bicara anda, Anda bisa berpikir bukan, Dita tidak pernah menjalin hubungan dengan laki-laki lain kecuali anda suaminya,dan anda percaya dengan foto yang belum tentu itu benar, ternyata begini ya, baiklah saya bawa Dita pulang kerumah, dan anda tidak perlu mencarinya, Suatu saat nanti jangan sampai anda menyesal " Kata Raynelle
Raynelle membawa Anindita masuk ke dalam mobilnya, Hendry tidak mencegahnya, Anindita hanya membawa kartu yang penting baginya, semua ia tinggal disini.
"Jikalau kamu tidak mau Menahan aku mas, suatu saat nanti aku tidak akan memaafkan mu" Kata Anindita
1 Bulan Hendry dan Anindita tidak tinggal bersama, Dan Hendry mengetahui semuanya, bahwa itu hanya rekayasa,dan semua telah diatur oleh Fina, ternyata Fina ingin menghancurkan rumah tangannya.
ia berusaha mencari istrinya, sungguh kesalahan besar karena ia tidak mempercayainya, Ia akan kehilangan dua orang penting di dalam hidupnya.
Anindita masih berharap, Hendry menjemputnya dirumah orang tuanya,benar saja kini Hendry sudah di depan pintu, Anindita dengan jalan yang tertatih-tatih ia berusaha membukakan pintunya,karena kehamilannya memasuki bulan ke 8 dan semakin besar mempunyai terkadang sulit untuk berjalan.
"Maafin mas Anindita,mas salah mas gak percaya sama kamu" Kata Hendry
"Aku tidak bisa mas, lebih baik pisah bukan" Kata Anindita
"Mas gamau kehilangan kamu dan anak kita sayang" Kata Hendry
__ADS_1
"Terlambat mas,ini adalah anakku " Kata Anindita
Setelah perdebatan, kini Anindita luluh dengan Hendry Kembali,mereka bersama lagi, dan berjanji akan selalu bersama membesarkan anak-anak mereka kelak.