
Kini dirumah Anindita pun ramai, kedatangan Mertuanya dan Ayra, Hendry tidak mungkin pulang kerumah apalagi istrinya baru saja melahirkan, Sedangkan Farah ia sudah mengingatkan dirinya agar menetap saja di rumah mereka.
"Anak papa anteng banget ya" Kata Hendry
Hendry dan Putranya pun berjemur di tengah teriknya matahari, untuk istrinya dia masih dikamar, Ayra menatap abi nya yang asik mengendong adiknya itu.
"Abi udah gak sayang sama Ayra" Tanya Ayra
Hendry pun merasa kasihan kepada putrinya, bagaimanapun selama 2 bulan ini ia sibuk sendiri, ditambah 1 bulan dia me mengurusi istrinya yang tengah hamil tua hingga Anindita melahirkannya.
"Bukan seperti itu nak, hei sini kamu gamau lihat adik" Tanya Hendry
"Ayra gamau, gara-gara adik Abi gak sayang sama Ayra" Kata Ayra
Umi Siti yang melihatnya pun tidak bisa melakukan apapun, sedangkan disisi lain Hendry ada istri dan anaknya dan disisi lain ada Ayra sebagai Putri kandungnya.
"Sini Adik berjemur sama nenek aja ya, yaudah nak main gih sama Ayra" Kata Umi Siti Innayah
Mama pun menghampiri besannya, mama bingung bagaimana jikalau terjadi pertengkaran nantinya, sedangkan Ayra terlihat cemburu ketika Hendry bersama putranya.
"Saya tau Bu, mungkin tidak muda bagi Ayra menerima kehadiran seorang adiknya, apalagi kasih sayangnya akan terbagi,tapi saya harap cucu saya mendapatkan kasih sayang yang sama dengan Ayra, bagaimanapun dia juga putra kandung Hendry dan Anindita " Kata Mama
"Saya melihat Ayra terlihat cemburu, apalagi 1 bulan Hendry tinggal disini, dan jarang ada waktu untuk Ayra, waktunya untuk Anindita dan calon anak mereka, mungkin dari situ dia cemburu Bu" Kata Umi Siti
"Bagaimanapun Anindita juga istrinya Bu, apa tidak wajar jikalau suami selalu stay dalam keadaan istrinya hamil tua, ibu pasti pernah merasakan di posisi anak saya kan, begitupun saya, Anindita sudah menyuruh Hendry untuk pulang,tapi Hendry kekeh ingin menemani istrinya " Kata Mama
Mama tidak ingin cucunya tidak mendapatkan kasih sayang ayahnya, bagaimana harusnya Ayra tau bahwa sekarang ia mempunyai teman yaitu adiknya sendiri, walaupun Ayra masih kecil tapi suatu saat nanti bagaimana kalau tetap begini.
Kini mama membawa Randy ke kamar Anindita,ia melihat putrinya yang bersandar di ranjangnya, Anindita Tersenyum ketika Randy sudah berada di kamarnya, Randy haus ia ingin minum asi.
"Dimana mas Hendry, bukanya tadi dia yang membawa Randy" tanya Anindita
"Sudah jangan dipikirkan, lihatlah Randy haus sayang,ayo beri ASI" Kata Mama
Kebahagiaan Anindita bertambah ketika dirinya menjadi seorang ibu, dia kini mempunyai dua orang anak, Bahagia sekali tapi bagaimana jikalau kedepannya Ayra tidak menerimanya.
__ADS_1
Dirumah Raynelle dan Tristan kini mereka akan menjenguk keponakannya, mereka sangat bahagia mendengar Anindita melahirkan seorang putra, lengkap bukan, Raynelle mempunyai seorang putri dan Anindita seorang putra.
Tavisha Zivara Aurellia Najma Dafandra, Bayi berusia 4 bulan itu, dia sangat mirip seperti Tristan, Hanya Matanya yang mirip Raynelle, Menunggu Tavisha berusia 3 tahun Raynelle dan Tristan akan memberikan adik, mungkin tambah 2 lagi biar ramai.
Kini mereka sudah sampai dirumah Mama dan papa, Mama menyambut kedatangan cucu pertamanya itu, Raynelle Segera memeluknya, Dan Tavisha pun sekarang di gendongan Mama.
"Apa kabar nak" Tanya Papa
"Baik pa Ray dan mas Tristan baik" Kata Raynelle
"Ayo masuk" Kata Papa
Raynelle menatap Tajam Hendry, ia masih sangat kesal melihat Hendry disini, tapi bagaimanapun Hendry adalah adik iparnya, Raynelle Segera menghampiri adiknya yang ada di kamar, Raynelle memeluknya, Anindita pun menangis dalam pelukannya, Kini mereka menjadi ibu.
"Jangan nangis, mbak mau gendong Randy dong, Tavisha sedang sama mama" Kata Raynelle
Raynelle mengendong Randy dengan hati-hati,karena baru 2 hari Rendy, Rendy mengemaskan mirip Anindita, bahkan Hendry tidak ada disini.
Hendry memasuki kamarnya, ia menatap kedua adik kakak itu, Walaupun Hendry tau bahwa Raynelle masih sangat kesal dengannya,tapi ia sebagai adik harus bisa mengembalikan kepercayaan kakak iparnya itu.
"Maaf tadi Ayra, sepertinya cemburu melihat mas sama Randy" Kata Hendry
Raynelle tidak ingin membuat adiknya kepikiran,ia mencairkan suasana agar Anindita mengalihkan perhatiannya.
"Anindita yuk bulan depan kita hangout bareng, kan Mumpung bulan depan Tavisha udah 5 bulan dan Randy 1 bulan kan, kita titipkan aja ke bapaknya bagaimana" Tanya Raynelle
"Boleh mbak, bawa kesini dong Tavisha" Kata Raynelle
"Dia sama mama di bawah" Kata Raynelle
"Mas gendong Tavisha bawa kesini ya, ayo cepat" Kata Anindita
Hendry segera turun, ia melihat Tavisha digendong oleh Mama, ia berusaha mendekati Tavisha,ya akhirnya Tavisha mau.
"Sini ma biar sama Hendry, Anindita mau bertemu dengan Tavisha, Hendry bawa ke atas ya ma" Kata Hendry
__ADS_1
Hendry mengendong keponakannya itu, sungguh cantik mewarisi kecantikan mamanya, ia segera memasuki kamar istrinya, Anindita langsung ceria menatap Tavisha, Tavisha pun duduk di ranjangnya.
Raynelle memang membahasakan nantinya Tavisha memanggil Anindita adalah bunda dan Hendry ayah, sedangkan dirinya dan Tristan adalah mama dan papa.
"Cantik ya Tavisha mas" kata Anindita
"Iya cantik banget,apa ya resepnya " Kata Hendry
"Yee dikira makanan" Kata Raynelle
Dan Ayra dia dibawa Farah kerumahnya, Rumah Anindita dengan Farah hanya berjarak beberapa meter ternyata, Jadi mereka tetangga.
"Ayra sama aunty" Kata Farah
Tapi kini Aldi dan Tiara pun datang, Farah hanya diam ketika kedatangan mereka, Aldi tau ada kecanggungan antara istrinya dan sahabatnya itu.
"Hai far, udah berapa bulan, sebentar lagi keponakan lahir" Kata Aldi
Tiara hanya diam, Aldi ketika bersamanya sangat berbeda namun ketika dengan Farah dia tak cuek, mungkinkah Aldi sengaja, Farah dan Aldi asik mengobrol membiarkan Tiara sendiri,Tiara hanya diam menatap keduanya apa Tiara tidak dianggap, kini datanglah Kelvin, Tiara tidak berkedip menatap Kelvin,mengapa aura papa muda Kelvin terpancar dia sangat Berdamage dan cool.
"Sudah lama Al dan Tiara" Tanya Kelvin
Tiara masih saja diam, ia tidak ingin menambah masalah, mungkin diam adalah yang terbaik, Walaupun ia tidak nyaman berada disini, rasanya pada Kelvin sudah tidak ada cinta, mungkinkah cintanya hanya untuk Aldi.
"Tiara sini kok diam aja sih " Kata Farah
"Iya makasih, tapi aku disini aja" Kata Tiara
Aldi melupakan bahwa dia kemari bersama istrinya, sungguh bersalah dia mengabaikan istrinya, Tiara pun memainkan ponselnya, ia berpamitan dengan alasan ada acara dengan teman-temannya, Kelvin membuang muka ketika Tiara berpamitan.
"Maaf saya harus Pamit" Kata Tiara
"Mau kemana" Tanya Aldi
"Tiara ada urusan mas, ditunggu teman-teman, mas disini aja dulu" Kata Tiara.
__ADS_1
Tiara lebih baik dia pergi, daripada disini tidak dianggap sama sekali.