
Keesokan harinya, Hana telah bersiap ia menyeret kopernya yang akan Hana masukan kedalam mobil Tristan, Tristan juga sudah siap ketika kakak sepupunya itu siap, Mama Dira membawakan bekal untuk mereka berdua.
"Tristan hati-hati, Jagain loh hana" Kata Mama Dira
"Mama percaya sama Tristan kan" Kata Tristan
Hana memeluk Mama Dira, mereka akan berpisah mungkin satu bulanan Hana akan menetap disana, sungguh berat meninggalkan Tante yang sangat Hana sayangi.
"Titip Tante ya Lo jagain" Kata Hana
"Tenang aja mbak, kan dia Mama aku" Kata Dzikri
"Sehat-sehat ya Tante, Zikri aku pamit " Kata Hana
Mobil Tristan telah meninggalkan halaman rumah Mama Dira, disepanjang perjalanan Tristan mengajak Hana mengobrol, Hana dan Tristan memang sangat dekat toh mereka juga saudara, mereka pun berhenti di sebuah resto karena Hana lapar jadi Tristan mengiyakannya.
Tiba-tiba handphone milik Tristan berbunyi, menandakan bahwa Ada telfon masuk, dan ternyata Fandy, Hana hanya menatapnya dan memberikan kode kepada Tristan agar mengakat Telfonnya.
Hana pun mendengarnya, Fandy mencarinya dan Tristan mengatakan bahwa hana akan pulang ke kotanya karena libur panjang, Ingin sekali Fandy menghampirinya, Tristan sudah bisa menebak apa yang terjadi, setelah selesai makan mereka pun melanjutkan perjalanannya.
2 Jam akhirnya Mereka sampai, Kini Hana sudah berada dirumahnya, Mama papa antusias menyambutnya, Jujur saja Hana sangat merindukannya.
"Hana pulang kok gak ngabarin" Kata Mama Livi
"Nak pulang kok tiba-tiba" Tanya Papa Handy
"Hana kangen mama papa" Kata Hana
Sedangkan ditempat lain, Arjuna beserta keluarganya, Berada di hotel, mereka nanti malam akan langsung menuju rumah Hana, Arjuna akan melamarnya dan menikahinya secepatnya.
Malam Harinya, Hana kini berada di dalam kamarnya ia menatap Handphone miliknya, Ada banyak notifikasi dari Fandy, Ada dia apa tidaklah cukup dia membuat Hana sakit hati.
Tiba-tiba pintu rumah ada yang mengetuk, membuat Tristan, Mama, Papa, Dan Leo Mengernyitkan dahinya, Siapa yang Bertamu Tristan segera membuka pintunya ia terkejut dengan kedatangan cari 3 orang, Tristan mempersilahkan masuk, Arjuna tersenyum menatap calon mertuanya.
"Mohon maaf sebelumnya ini ada acara apa" Tanya Handy
__ADS_1
"Maaf pak, karena kami mendadak,disini kedatangan saya selaku orang tua dari Arjuna, Ingin melamar putri bapak untuk putra saya" Kata Papa Yudi
Mama papa dan Tristan lalu Leo terkejut, Artinya Melamar Hana, tapi Hana tidak memberitahu mereka sebelumnya.
"Sungguh saya sangat terkejut mendengarnya pak, karena putri kami tidak memberitahukan apa-apa" Kata Papa Handy
"Saya panggilkan Hana terlebih dahulu ya" Kata Mama Livi
Mama Livi segera menuju kamar putri bungsunya, Hana masih saja asyik membaca bukunya, hingga Mama Livi mengetuk pintu kamarnya, ia mempersilakan mama nya untuk masuk, Dan segera Mama Livi mendadani Hana, Kini Hana terlihat sangat cantik mengenakan dress warna hitam, Hana pun juga heran mengapa dirinya di dandani seperti ini, lalu Mama Livi Mengajaknya untuk turun, Ketika sudah sampai ruang keluarga Hana menghentikan langkahnya menatap pria yang dua hari yang lalu bertemu dengannya di taman.
"Kamu" Kata Hana
"Nak bagaimana sih kok gak bilang,kalau pacar kamu mau melamar " Kata Papa Handy
"Melamar " Tanya Hana
"Hana maukah kamu menjadi istriku, menemaniku dalam keadaan apapun, Jadilah teman hidupku selamanya " Kata Arjuna
Hana menatap Arjuna, Kini benar-benar tatapan mereka sangatlah lama, Hana Yang Baru saja putus menjadi bimbang, mungkinkah ia harus menerimanya, Mungkin Arjuna adalah yang terbaik setelah kepergian Fandy, Dan pada Akhirnya Hana menerimanya, Hana Memeluk pria yang Tingginya 187 Cm ini, Reflek Hana memeluknya membuat pria di depannya ini salah tingkah.
Lamaran dadakan ini membuat Hana bahagia,Hana menatap cincin yang berada dijari manisnya ini, cincin yang Barus saja dipasangkan oleh lelaki didepan aku ini, harusnya Fandy namun dirinya mengkhianati Hana, Orang tua Arjuna dan orang tua Hana menentukan kapan acara pernikahan dilaksanakan.
" Memang salah, Toh kamu juga sudah menerimanya" Kata Arjuna
"Apa yang menjadi alasannya " Tanya Hana
"Kalau untuk cinta atau sayang, kan bisa nanti saat kita bersama,pasti semua itu akan hadir" Kata Arjuna
Setelah Arjuna Pamit, Hana hanya diam saja, Bagaimana nantinya ia menjalani kehidupan bersama Arjuna, sedangkan cinta ataupun sayang dirinya tidak ada rasa kepadanya.
Sedangkan Ditempat Lain, Fandy yang mendengarnya pun merasa sangat tidak terima,karena ia sangat mencintai Hana,tapi mengapa Hana Memilihnya, berati dirinya sudah tidak ada harapan lagi.
"Sayang kenapa melamun sih" Kata Erika
"Aku gpp, kenapa emang" Tanya Fandy
__ADS_1
Erika memeluknya,Tapi Fandy tidak membalasnya, Fandy sangat cuek kepadanya,Erika yang merasa terabaikan pun menjadi diam.
"Kamu kapan menikahi aku" Kata Erika
"Secepatnya, Kalau Kamu mau" Kata Fandy
"Kamu sepertinya Ragu, Apa gara-gara Wanita itu" Tanya Erika
"Yang kamu maksud wanita itu, adalah wanita yang sangat aku cintai" Kata Fandy
"Lalu kamu menganggap aku apa fan" Tanya Erika
"Menurutmu,kenapa masih bertanya Erika" Tanya Fandy
"Fan kalau kamu cinta sama dia, kenapa kamu juga kasih harapan ke aku" Tanya Erika
Erika Pun meneteskan Air Matanya, Sungguh hatinya sangat sakit ketika Fandy masih mengatakan wanita yang ia cintai, Untuk apa Fandy memberikan harapan kepadanya.
"Kalau kamu gak mau menikah dengan aku gpp fan, Lebih baik kita udahan, toh kamu juga mencintai dia kan bukan aku" Kata Erika
"Apa Maksud kamu Erika, Aku gak mungkin melepaskan kamu, Seharusnya kamu bersyukur aku memilih kamu dan meninggalkan wanita yang sangat aku cintai " Kata Fandy
"Apa yang harus aku syukuri fan, aku seperti merebut kamu disini" Kata Erika
"Tapi kamu pemenangnya kan" Kata Fandy
Mungkin Fandy dan Hana tidak berjodoh,Namun Jodoh Hana Adalah Arjuna, Pria yang tiba-tiba melamarnya, Hana entah mau bahagia atau bagaimana ia bingung, Dirinya bimbang, satu sisi dia masih memikirkan Fandy, Satu sisi kini dirinya sudah terikat dengan pria lain.
Pernikahannya Akan Dilaksanakan 1 bulan lagi, Kenapa 1 bulan,karena Arjuna tidak ingin menundanya terlalu lama takut Hana berubah pikiran, Lebih baik ia Percepat daripada harus berlama-lama.
Siapa sangka Hana akan menikah di usianya yang masih 20 tahun, Hana Bahagia karena sekarang dirinya tidak akan dituntut untuk mandiri, Maksudnya dia akan tinggal bersama suaminya dan tidak merepotkan keluarganya lagi.
Sedangkan Arjuna ia tersenyum senang karena ia berhasil mendapatkan Hana, Tidak sabar menunggu hari pernikahannya, menjadikan Hana wanita satu-satunya, Ratu hatinya.
"Kamu yakin dengan gadis itu" Tanya Mama Ani
__ADS_1
"Arjuna yakin ma, Karena Dialah yang terbaik" Kata Arjuna
Mencintai seseorang mungkin sulit untuk dipaksa,Tapi seiring berjalannya waktu cinta itu akan datang sendiri.