
Keesokan Harinya, malamnya penuh drama kini benar-benar Aldo membuktikan keseriusan dirinya,ia melamar Rania, Mama Rosa awalnya ragu dengan Aldo, tapi melihat keseriusan dan keteguhannya.
"Kedatangan kami disini, Untuk niat serius dari putra saya" Kata Mama Rosa
"Izinkan saya Melamar putri om untuk menjadi istri saya" Kata Aldo
Papa Andi dan Mama Gita pun saling bertatapan, Mereka heran mungkinkah iya, ataukah hanya bercanda .
"Maksudnya Melamar Rania" Tanya Papa Andi
"Iya om" Kata Aldo
"Baik saya terima lamarannya" Kata Papa Andi
Lamarannya diterima oleh papa tanpa persetujuan Rania, Malam itu Rania hanya bercanda karena ia tau bahwa Aldo tidak akan berani tapi sekarang Aldo benar-benar melamarnya.
"Tapi saya meminta bahwa pernikahan kami seminggu lagi" Kata Aldo
"Tidak masalah dipercepat lebih baik" Kata Papa Andi
Sedangkan Kini Raynelle mengambil cuti karena 1 hari lagi pernikahannya akan dilaksanakan, Sungguh Dag-dig-dug, Tristan pun juga dirumah saja karena keesokan harinya dirinya akan menikahi Raynelle.
Keesokan Harinya, Keluarga Tristan sudah berada di kediaman Hermawan Bobby Charles, Akad nikah akan segera dilaksanakan, Jujur saja Tristan gugup bagaimana kalau salah namanya,tapi bagaimanapun harus lancar dan tidak salah bukan.
Acara Akad nikah akan segera dimulai, Tentunya Tristan Maupun Raynelle juga gugup, Sangat cepat bukan.
" Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Tristan Gio Fatih Dafandra bin Herry Adistro dengan Putri kandung saya yang bernama Raynelle Kimberly Syachira Vlora Charles dengan maskawinnya berupa Uang Tunai Senilai 69, 5 Juta Dan Perhiasan sebesar 47 gram dan Sebuah Rumah Seisinya Dibayar Tunai.” Kata Hermawan Bobby Charles
Tristan Dengan sigap Menjabat Tangan Calon mertuanya lalu mengatakan.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Raynelle Kimberly Syachira Vlora Charles binti Hermawan Bobby Charles dengan maskawin tersebut, tunai.” Kata Tristan
"Bagaimana Para Saksi " Tanya Pak Penghulu
"Sah" Kata Para Tamu dan Keluarga dan teman-teman yang hadir.
Kini statusnya sebagai seorang istri, Anindita ia mencoba untuk menghentikan pernikahan ini.
"Pernikahan ini gak sah, mana mungkin perebut pacar orang bersanding di pelaminan" Kata Anindita
"Jaga ucapan kamu Dita" Kata Papa
__ADS_1
"Pa aku cinta sama Tristan,aku mohon pa" Kata Anindita
"Apa kamu lupa mereka sudah sah menjadi suami istri" Kata Papa
"Tristan milikku " Kata Anindita
Kini Raynelle turun bersama Mama Mertua dan Mommy, Dia akan duduk disebelah Tristan .
Setelah Acara akad Nikah selesai,kini mereka menyalami para tamu undangan, Anindita hanya menatap Keduanya harusnya dirinya yang disana tapi kini tergantikan.
Papa Mama akan berniat menjodohkan Anindita, Mau tidak mau dirinya tidak bisa menolaknya, daripada Anindita menjadi perusuh rumah tangga kakaknya.
"Selamat Ray" Kata Rania
"Terimakasih Ran" Kata Raynelle
Kini Aldi membawa Chelsea ke acara nikahan Tristan dan Raynelle, Waktu yang tepat mengenalkan Chelsea.
"Papa mama juga diundang" Kata Chelsea
"Oh ya, undangan dari mana" Tanya Aldi
"Dari Bapak Hermawan Bobby Charles" Kata Chelsea
"Kita kapan ya, kalau sekarang pun aku siap Al" Kata Chelsea
"Aku kalau udah punya apa-apa,pasti nikahin kamu" Kata Aldi
"Tapi kita bisa cari bersama Al" Kata Chelsea
"Hei memang seperti itu, tapi Aku kan laki-laki,mana tega tidak memberikan kenyamanan nantinya" Kata Aldi
Chelsea Memeluk Aldi, Siapa Sangka Pria Disamping Chelsea sangat Bertanggung jawab,beda dengan Aldo.
Setelah Beberapa hari acara pernikahan pun selesai, kini Raynelle mendapat undangan dari Mama papa, katanya ada acara lamaran Dita, maunya tidak datang tapi tidak enak juga.
"Mas ini papa sama Mama, ngundang kita kerumah, nanti ada acara lamaran Dita, Kita datang gak sih" Kata Raynelle
"Kita datang aja toh gak masalah" Kata Tristan
Malam Harinya, Raynelle dan Tristan pun telah sampai dirumah Mama Papa, mereka langsung masuk, ternyata sudah banyak persiapan, Beruntung Anindita akan segera menikah ya
__ADS_1
"Nak akhirnya datang, mama kira tidak datang" Kata Mama
"Bagaimanapun Ray akan datang ma" Kata Raynelle
Walaupun mereka sudah jahat, tapi mereka pernah membesarkan Raynelle, Ya walaupun harus Raynelle yang selalu mengalah.
"Makasih ya nak,kalian udah datang " Kata Papa
"Sama-sama pa" Kata Tristan
Kini mereka menunggu Kedatangan seseorang, tak butuh lama, Seorang pria pun memasuki rumah, dan beserta keluarganya, Inikah calon Anindita.
"Ini Kakaknya Anindita dan suaminya, Dia adalah Ray dan Tristan" Kata Papa
Abdullah Hendry Alandra Akbar, Dia adalah yang biasanya dipanggil Gus Abdullah atau Gus Hendry, Dia adalah putra sulung Pak Kiyai, seorang Putra sulung dari Kiyai Ahmad Habib Akbar dan Nyai Siti Innayah.
"Silahkan duduk pak kyai" Kata Papa
"Begini pak Heru, kedatangan kami sekeluarga untuk memastikan kembali,apa yang sudah kita rencanakan atau kita setujui, Apakah Putri Anda berkenan menerima anak saya, dan menerima statusnya " Ungkap Pak Kiyai Habib
"Insyaallah putri saya akan menerimanya Pak kyai" Kata Papa Heru
Anindita turun bersama mamanya,dia mengenakan Kerudung dan Gamis, Jujur saja dihatinya sedih kalaupun harus melupakan Tristan, Tapi takdirnya bukan bersama Tristan, Anindita pasrah, pasrahnya untuk agar orang tuanya percaya bahwa dirinya sudah berubah.
"Bagaimana nak, Apakah kamu menerima Lamaran dari putra sulung saya nak" Tanya Pak Kiyai Habib
"Iya Pak kiyai saya menerimanya" Kata Anindita
Anindita terus menundukkan kepalanya, ia tidak berani menatap calon suaminya, Pernikahan akan digelar 2 Minggu lagi, mengapa dipercepat karena tidak ingin timbul fitnah, hanya pernikahan sederhana tidak ada Resepsi, adanya adalah tasyakuran di pondok nanti.
Kini Kyai Habib sekeluarga berpamitan, Tinggal Papa mama Anindita dan Raynelle beserta Tristan, Raynelle ikut bahagia,semoga Anindita bisa berubah.
"Selamat ya, Gak nyangka sebentar lagi kamu hijrah" Kata Raynelle
"Doain saja mbak hehehehe" Kata Anindita
Sedangkan di Pesantren Al Azhar
"Le Sampean siap kan, Menikah dengan Anindita, Umi yakin suatu saat nanti Anindita pasti bisa berubah le" Kata Umi Siti Innayah
"Bukan seperti itu umi, Hendry Takut apabila nanti Anindita mengetahui status Hendry" Kata Hendry
__ADS_1
"Insyaallah le, Umi yakin dia bisa menerima mu le" Kata Umi Siti Innayah
Seorang anak kecil menghampiri keduanya, Dia adalah dia adalah Ayra Jihan Raihana Husna Akbar,Gadis kecil Berusia 5 tahun itu, Kini Hendry berusia 28 tahun, saat Ayra lahir dirinya Berusia 23 tahun, Dimana ibunya Ayra entah dimana Hendry tidak tau, Hendry takut memulai kehidupan yang baru, ia takut akan gagal lagi, Hendry menikahi Fina saat usianya 22 tahun, Dan saat itu Fina Berusia 23 tahun, Tapi sekarang entah dimana dirinya.