
1 Bulan Kemudian, Pernikahan Arjuna dan Hana pun dilangsungkan, Akad dan Resepsi akan dilakukan dirumah Hana, Namun dirumah Arjuna akan ada resepsi pernikahan juga, Kini Hana dirias secantik mungkin, Bahkan banyak yang paling melihatnya, Sahabatnya dan teman-temannya pun turut serta ikut hadir, sangat mewah pernikahannya bukan Hana Yang meminta namun Arjuna lah yang menginginkannya.
Hana masih memikirkan kenapa sinis tatapan mertuanya serta adik iparnya, jujur saja Hana takut menghadapi mereka apalagi kenal juga belum lama, bagaimana jikalau tidak ada yang berpihak kepada dirinya, Jikalau memang tidak menginginkannya toh bukan Hana Yang mengajak untuk menikah.
Arjuna kini berhadapan dengan Calon mertuanya tepatnya adalah papa Hana, Akad nikah akan dilaksanakan sekarang.
Bisa dimulai" Tanya Penghulu
"bisa pak" Kata Papa Handy
Arjuna menjabat Tangan Calon mertuanya.
" Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Arjuna Zhafran Arrayan bin Yudi Gustio dengan anak saya yang bernama Hanania Farra Aliciane Calandra dengan maskawinnya berupa Uang Tunai Senilai 73 Juta Dan Sebuah Mobil Beserta Rumah Seisinya Dibayar, Tunai.” Kata Handy Prasetyo
Arjuna Dengan sigap Menjabat Tangan Calon mertuanya lalu mengatakan.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Hanania Farra Aliciane Calandra binti Handy Prasetyo dengan maskawin tersebut, tunai.” Kata Arjuna
Arjuna mengucapkan Ijab kabul dengan lancar
"Sah" kata Pak Penghulu Beserta Keluarga Dan Tamu undangan.
"Alhamdulillah" Kata Arjuna
Hana yang mendengarnya pun seolah-olah tidak percaya kini dirinya benar-benar menjadi istri Arjuna, Siapa Sangka dirinya kini sudah menikah, Bukan Dengan Fandy namun dengan Arjuna, Sangat mimpi bukan? Hana meneteskan Air Matanya, Air mata bahagia dan Air Mata Haru, Tak pernah ia bayangkan bahwa akan menikah muda apalagi dengan pria yang baru beberapa bulan ia kenal.
Kini Hana Turun bersama Kakak iparnya dan Mamanya, Mama Livi memeluknya, Tak pernah Mama Livi bayangkan akan secepat ini ia melepas putri satu-satunya, Papa Handy pun menghampiri mereka, Langsung memeluk keduanya, Hana Menangis ketika di pelukan kedua orang tuanya, Arjuna yang melihatnya Terharu, Beda dengan Mama Rida yang menatap mereka bertiga, Justru tersenyum sinis, Mama Rida dan Tia Memandang terus Kearahnya, Arjuna tidak tau bahwa Mama dan Adiknya tidak menyukai istrinya.
Kini Hana Duduk Disampingnya, Arjuna tersenyum menatap istrinya itu, Lalu Mereka saling memasangkan Cincin, Tak lama mereka saling bertatapan menatap satu sama lain, Hana segera mencium Tangan suaminya, Kini mereka adalah suami istri, Mama Dira langsung menghampirinya, Ia memeluknya, tidak pernah Mama Dira Sangka keponakannya tersayang kini adalah istri orang.
"Tante gak nyangka, Bahwa kesayangan Tante menikah" kata Mama Dira
"Walaupun aku sudah menikah tante masih sayang aku kan" Kata Hana
"Kamu selamanya anak Tante,kamu anak pertama Tante" Kata Mama Dira
Akad Nikah pun telah selesai,kini banyak Tamu undangan yang hadir, Hana sungguh pegal dari tadi berdiri disini menyalami para tamu, Arjuna meliriknya, Tidak tega melihat gadis yang berstatus istrinya memengang kakinya dari tadi, Kini sudah larut Malam, Tamu pun sudah pulang, Kini Tinggal dia dan Arjuna, Mama dan adiknya Arjuna sudah pulang.
__ADS_1
Tiba-tiba Hana Terpeleset dan akan jatuh, Untungnya Arjuna dengan sigap menopangnya, Hingga Hana memengang lengan kekar Arjuna, dan Tatapannya menatap wajah tampan suaminya itu.
"Lepas saja sepatunya, Capek pakai sepatu hak tinggi terus kan" Kata Arjuna
"Aku akan melepasnya nanti" Kata Hana
"Bisakah kau menurut saja dengan suamimu ini Hana" Kata Arjuna
Arjuna segera menunduk ia melepaskan sepatu yang masih berada di kaki istrinya itu, Hana sungguh tidak percaya dengan apa yang Arjuna lakukan, Arjuna segera membopong tubuh istrinya, dengan penuh perjuangan akhirnya Arjuna bisa memasuki kamar istrinya.
"Kenapa mas repot-repot sih" Kata Hana
"Saya tau kamu capek, Mandi gih terus istirahat " Kata Arjuna
"Aku mandi dulu ya mas" Kata Hana
30 menit Hana mandi, lalu setelah selesai bersiap-siap untuk tidur ia menatap suaminya yang masih duduk di sofa, Mengapa menatapnya seperti itu adakah yang salah dengan dirinya.
"Apakah setiap tidur bajumu seperti ini" Kata Arjuna
"Aku sudah terbiasa memakainya" kata Hana
"Oke Saya mandi" Kata Arjuna
Setelah selesai mandi, Arjuna segera rebahan disampingnya, Hana gugup ketika mereka sedekat ini, Arjuna ingin tidur namun tidak bisa, Begitupun dengan Hana.
"Sini, Peluk saya" Kata Arjuna
Dengan agak ragu Hana mendekati Arjuna, Dan Arjuna merengkuh tubuh Hana membawanya ke dalam pelukannya, Benar saja tak butuh waktu lama, Hana tertidur pulas di pelukannya, Lalu disusul oleh Arjuna.
Keesokan paginya, Mereka terbangun, Terutama Arjuna ia bangun terlebih dahulu, Ia menatap wajah istrinya yang cantik tanpa make-up, Hana masih tertidur pulas padahal ia harus ke Hotel untuk resepsi pernikahan, Hana terbangun menatap Arjuna, Bukan bantal tapi adalah lengan Arjuna, Hana menjadi kikuk menatapnya.
"Langsung ke hotel aja, cuci muka mandinya nanti setelah resepsi selesai" Kata Arjuna
"Duluan ya mas, Makasih Lengannya" Kata Hana
Setelah mereka selesai bersiap-siap, Tenyata ditunggu Bang Leo, ya mereka akan bersama Leo ke hotel, Leo tersenyum menatap adiknya itu, Hana Yang ditatap sedemikian intens pun menatap tajam ke arah Leo.
__ADS_1
Sesampainya Di hotel Hana segera dirias, Setelah selesai Ia jalan beriringan mengandeng Lengan Arjuna Untuk bersanding dengannya di pelaminan.
Acara Resepsi pun selesai tengah malam,jujur saja Hana Capek sekali, berbeda dengan Arjuna yang asik mengobrol dengan Leo dan Tristan, mereka cocok sepertinya, Dzikri yang mendekatinya kini dia menggoda Hana, Menyuruhnya membuat keponakan yang banyak, Kini Hana Menunggu Arjuna untuk mereka pulang, entah mengapa lama sekali.
"Nungguin siapa nih mbak Hana" Tanya Dzikri
"Apaan sih, muncul aja" Kata Hana
"Ya gimana sih Mbah Hana ini" Kata Dzkiri
"Besok kamu yang menikah ya, Cepetan gih kasih cucu buat Tante Dira" Kata Hana
"Bang Tristan dulu, masak iya aku" Kata Dzkiri
Arjuna menghampiri mereka, Laku mengajaknya untuk pulang, Leo sudah menunggu di mobil, rese bukan dari tadi ia tunggu namun kek gitu ternyata.
"Ayo pulang " Ajak Arjuna
"Iya mas" Kata Hana
Arjuna dan Hana menuju lobby hotel, ternyata Leo disana, Jalan beriringan dengan Arjuna kaku rasanya, biasanya dengan Fandy kini bersamanya.
Mengapa Fandy lagi, jelas-jelas Suaminya adalah Arjuna, sesampainya di Rumah Hana langsung turun dan menuju Kamarnya, Ia menenteng banyak kue, Hana Menghentikan langkahnya, Hingga Arjuna juga menatapnya.
"Mau kemana " Tanya Arjuna
"Makan Kue, Yuk mas temenin makan Kue" Kata Hana
"Saya kenyang" Kata Arjuna
"Kenyang darimana, Bukanya belum makan" Kata Hana
"Saya capek Hana" Kata Arjuna
"Ayolah apa aku harus mengajak pria lain untuk makan kue" Kata Hana
Arjuna menghela nafasnya, ia menatap gadis yang di depannya ini, ia pun Mengiyakannya dan kini Arjuna Bersama Hana duduk bersama menikmati kue.
__ADS_1